Pemeran Utama Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia: Perbedaan revisi

Fix ejaan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Fix ejaan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
'''Penghargaan FFI untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik''' atau '''Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik''' atau '''Aktris Terbaik''' adalah sebuah penghargaan yang diberikan di [[Festival Film Indonesia]] (FFI) kepada para pemeran wanita ([[aktris]]) Indonesia atas prestasi mereka dalam peran-peran utama. Penghargaan Citra, yang oleh ''[[Screen International]]'' disebut sebagai "penghargaan Indonesia yang setara dengan [[Academy Awards|Oscar]]",<ref name="Wong">{{cite web|url=http://www.screendaily.com/indonesias-oscars-return-after-12-year-gap/4021220.article |title=Indonesia's Oscars return after 12-year gap|author=Silvia Wong|work=Screen International |date=8 December 2004 | accessdate=30 March 2012}}</ref> adalah penghargaan film paling prestisius di negara tersebut.<ref>{{cite book|title=Asian Communication Handbook 2008|url=https://books.google.com/books?id=Wo9YWvrWFcIC |editor=Stephen Logan |publisher=Asian Media Information and Communication Centre and Wee Kim Wee School of Communication and Information, Nanyang Technological University |year=2008 |location=Singapore |page=224|isbn=9789814136105 }}</ref> Penghargaan ini ditujukan untuk mengakui prestasi insan perfilman Indonesia dan menarik perhatian masyarakat kepada industri perfilman tanah air.<ref>{{cite web|title=Festival Film Indonesia (FFI) |trans_title=Indonesian Film Festival (IFF) |language=Indonesian |publisher=Jakarta City Government |work=Encyclopedia of Jakarta |url=http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/579/Festival-Film-Indonesia-FFI |accessdate=4 May 2013 |archivedate=30 March 2013 |archiveurl=https://www.webcitation.org/6FVDlEmG4?url=http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/579/Festival-Film-Indonesia-FFI |deadurl=yes |df= }}</ref> Awalnya para pemenang dipilih dari setiap entri oleh juri, namun karena perhatian terhadap efisiensi dan merebaknya ketidaksepakatan dari para pemenang dalam industri film Indonesia, maka mulai tahun [[1979]], FFI memberikan sebuah sistem [[nominasi]] dimana sebuah komite memilih para pemenang Penghargaan FFI dari daftar pendek terdiri dari tiga sampai enam nominator.<ref>{{cite book|author=Ilham Bintang|chapter=Indonesian Film Festival, in Between: Hope and Burden |editor=Muhammad Johan Tjasmadi |title=Indonesian Film Festival Information |publisher=Indonesian Film Festival |location=Jakarta |year=1983 |page=342}}</ref> Daftar pendek tersebut ditetapkan menjadi lima pilihan sejak tahun [[1987]].
 
Penghargaan Citra, yang kemudian dikenal dengan sebutan Penghargaan Festival Film Indonesia, pertama kali diberikan di FFI pada tahun [[1955]] dimana saat itu terdapat dua pemenang: [[Dhalia]] dalam ''[[Lewat Djam Malam]]'' dan [[Fifi Young]] dalam ''[[Tarmina]]''. Duplikasi tersebut, yang juga terjadi dalam kategori [[Penghargaan FFI untuk Film Terbaik|Film Terbaik]] dan [[Penghargaan FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik|Pemeran Utama Pria Terbaik]], sempat menimbulkan kontroversi. Para kritikus film manganggapmenganggap ''Lewat Djam Malam'' sejauh ini merupakan film yang bagus dan menyatakan bahwa [[Djamaluddin Malik]] telah menggondol penghargaan ''Tarmina''.<ref>{{cite book | title = Profil Dunia Film Indonesia | trans_title=Profile of Indonesian Cinema | language = Indonesian | last = Said | first = Salim | publisher = Grafiti Pers | location = Jakarta | year = 1982 | oclc = 9507803 | page=43}}</ref> Festival-festival kelanjutannya diadakan pada 1960 dan 1967. Dan sejak tahun [[1973]], FFI mulai diadakan setiap tahun.<ref name="Totot">{{cite web|url=http://filmindonesia.or.id/article/risalah-2012-ganti-sistem-penjurian-dan-rezim-juri-ffi |title=Risalah 2012: Ganti Sistem Penjurian dan Rezim Juri FFI |trans_title=Review of 2012: Change the Jury System and Regime at IFF |date=31 January 2013 |language=Indonesian |work=filmindonesia.or.id |author=Totot Indrarto |publisher=Konfiden Foundation |accessdate=4 May 2013 |archivedate=30 March 2013 |archiveurl=https://www.webcitation.org/6FVCF9xdi?url=http://filmindonesia.or.id/article/risalah-2012-ganti-sistem-penjurian-dan-rezim-juri-ffi |deadurl=yes |df= }}</ref> Acara tersebut terus diselenggarakan tanpa jeda sampai tahun [[1992]], ketika penurunan dalam produksi film nasional membuat festival tersebut tidak dapat dilanjutkan lagi. Perhelatan tersebut kembali diadakan sebagai acara tahunan pada tahun [[2004]], setelah mendapatkan dana dari pemerintah Indonesia.<ref name="Wong"/><ref name="JP1">{{cite web|url=http://www.thejakartapost.com/news/2004/03/31/film-festival-return-government-help.html |title=Film Festival to return with government help |author=A. Junaidi |work=The Jakarta Post |date=31 March 2004 |archivedate=30 March 2013 |archiveurl=https://www.webcitation.org/6FVDHYQ47?url=http://www.thejakartapost.com/news/2004/03/31/film-festival-return-government-help.html |accessdate=30 March 2012 |deadurl=yes |df= }}</ref> Pemenang terkini adalah [[Raihaanun]], yang memenangkan Penghargaan FFI pada [[Festival Film Indonesia 2019]] atas aktingnya dalam film ''[[27 Steps of May]]''.
 
Sebanyak 82&nbsp;aktris telah dinominasikan untuk Penghargaan FFI ini, 27&nbsp;di antaranya menang setidaknya sekali; dan justru aktris pemenang pada 5 tahun terakhir ini (hingga 2019) menang untuk pertama kalinya, walaupun mungkin sebelumnya pernah masuk nominasi. Aktris paling diakui di FFI adalah [[Christine Hakim]], yang memenangkan enam (6) penghargaan dari sepuluh nominasi, yang dimulai dengan ''[[Cinta Pertama (film 1973)|Cinta Pertama]]'' pada [[Festival Film Indonesia 1974]]<ref name="Christine Hakim"/>&nbsp;– peraihan penghargaan tersebut membuatnya tetap berakting meskipun awalnya berniat menjadi arsitek atau psikolog<ref>{{cite news|title=Christine Hakim: Going where life leads her |last=Webb |first=Cynthia |url=http://www.thejakartapost.com/news/2010/12/08/christine-hakim-going-where-life-leads-her.html |work=The Jakarta Post |archiveurl=https://www.webcitation.org/6GMe3H8ro?url=http://www.thejakartapost.com/news/2010/12/08/christine-hakim-going-where-life-leads-her.html |archivedate=4 May 2013 |date=8 December 2010 |accessdate=17 August 2011 |deadurl=yes |df= }}</ref>&nbsp;– kemudian pada tahun 1977, 1979, 1983, 1985, dan 1988. Lima aktris lainnya yang memenangkan Penghargaan FFI berganda (masing-masing 2) adalah: [[Mieke Wijaya]] (1967 & 1981), [[Jenny Rachman]] (1980 & 1982), [[Meriam Bellina]] (1984 & 1990), [[Tuti Indra Malaon]] (1986 & 1989), dan [[Lydia Kandou]] (1991 & 1992). Sedangkan [[Atiqah Hasiholan]] menjadi aktisaktris yang meraih nominasi terbanyak (empat nominasi) tanpa pernah memenangkannya. Lima film memiliki aktris pemeran berganda yang meraih nominasi (2004, 2005, 2007, 2013), namun di antara itu hanya ''[[Mengejar Mas-Mas]]'' yang meraih kemenangan, dengan [[Dinna Olivia]] meraih penghargaan tersebut pada [[Festival Film Indonesia 2007|2007]].
 
Hingga sekarang (2018), [[Dian Sastrowardoyo]] adalah satu-satunya aktris yang memenangkan penghargaan dalam satu tahun tunggal&nbsp;– pada [[Festival Film Indonesia 2004|2004]], ia memenangkan Penghargaan FFI untuk ''[[Ada Apa dengan Cinta?]]'' sementara ia juga mendapatkan nominasi untuk ''[[Pasir Berbisik]]''.
2.046

suntingan