Folklor: Perbedaan revisi

169 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
Merapikan gaya artikel
k (Bot: Perubahan kosmetika)
(Merapikan gaya artikel)
'''Folklor''' meliputi legenda, [[musik]], [[sejarah lisan]], [[pepatah]], [[lelucon]], [[takhayul]], [[dongeng]], dan kebiasaan yang menjadi [[tradisi]] dalam suatu budaya, [[subkultur]], atau [[kelompok (sosiologi)|kelompok]]. Folklor juga merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya. Bidang studi yang mempelajari folklor disebut [[folkloristika]]. Istilah filklor berasal dari [[bahasa Inggris]], ''folklore'', yang pertama kali dikemukakan oleh sejarawan Inggris [[William Thoms]] dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh London Journal pada tahun 1846.<ref>George, Robert A., Michael Owens Jones, "Folkloristics: An Introduction," [[Indiana University Press]], 1995.</ref> Folklor berkaitan erat dengan [[mitologi]].
 
== Ciri-ciri Folklor ==
Ciri-ciri folklor, dimaksudkan untuk mengetahui folklor dengan kebudayaan lainnya. Folklor memiliki ciri-ciri sebagai berikut.<ref name=":0">{{Cite web|url=https://www.sridianti.com/jenis-dan-fungsi-folklor.html|title=Pengertian, Jenis-jenis dan Fungsi Folklor – Sridianti.com|website=www.sridianti.com|access-date=2019-02-28}}</ref> Ciri-ciri tersebut berdasarkan ''James Dananjaya'' (seorang ahli folklor).<ref>{{Cite web|url=https://www.sridianti.com/pengertian-dan-fungsi-folklor.html|title=Pengertian dan fungsi Folklor – Sridianti.com|website=www.sridianti.com|access-date=2019-02-28}}</ref>
 
# Pada umumnya bersifat lugu atau polos sehingga sering kali kelihatannya kasar atau terlalu sopan. Hal itu disebabkan banyak folklor merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang jujur.<ref name=":0" />
 
== Jenis-jenis Folklor ==
Berdasarkan pendapat Jan Harold Brunvand, seorang ahli folklor Amerika Serikat, folklor dibagi ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya yaitu folklor lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan.<ref name=":0" />
 
=== Folklor Lisanlisan ===
* Folklor jenis ini dikenal juga sebagai fakta mental (''mentifact'') yang meliputi sebagai berikut:
 
#* bahasa rakyat seperti logat bahasa (dialek), slang, bahasa tabu, otomatis;
* Folklor jenis ini dikenal juga sebagai fakta mental (mentifact) yang meliputi sebagai berikut:
# *ungkapan tradisional seperti peribahasa dan sindiran;
#* pertanyaan tradisonal yang dikenal sebagai teka-teki;
#* sajak dan puisi rakyat, seperti pantun dan syair;
#* cerita prosa rakyat, cerita prosa rakyat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar, yaitu: mite (myth), legenda (legend), dan dongeng (folktale), seperti Malin Kundang dari Sumatra Barat, Sangkuriang dari Jawa Barat, Roro Jonggrang dari Jawa Tengah, dan Jaya Prana serta Layonsari dari Bali;
#* nyanyian rakyat, seperti “Jali-Jali” dari Betawi.<ref name=":0" />
 
=== Folklor Sebagiansebagian Lisanlisan ===
# bahasa rakyat seperti logat bahasa (dialek), slang, bahasa tabu, otomatis;
* Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial (''sosiofact''), meliputi sebagai berikut:
# ungkapan tradisional seperti peribahasa dan sindiran;
# pertanyaan tradisonal yang dikenal sebagai teka-teki;
# sajak dan puisi rakyat, seperti pantun dan syair;
# cerita prosa rakyat, cerita prosa rakyat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar, yaitu: mite (myth), legenda (legend), dan dongeng (folktale), seperti Malin Kundang dari Sumatra Barat, Sangkuriang dari Jawa Barat, Roro Jonggrang dari Jawa Tengah, dan Jaya Prana serta Layonsari dari Bali;
# nyanyian rakyat, seperti “Jali-Jali” dari Betawi.<ref name=":0" />
 
(1)* kepercayaan dan takhayul;
=== Folklor Sebagian Lisan ===
(2)* permainan dan hiburan rakyat setempat;
(3)* teater rakyat, seperti lenong, ketoprak, dan ludruk;
(4)* tari rakyat, seperti tayuban, doger, jaran, kepang, dan ngibing, ronggeng;
(5)* adat kebiasaan, seperti pesta selamatan, dan khitanan;
(6)* upacara tradisional seperti tingkeban, turun tanah, dan temu manten;
(7)* pesta rakyat tradisional seperti bersih desa dan meruwat.<ref name=":0" />
 
=== Folklor Bukanbukan Lisanlisan ===
* Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial (sosiofact), meliputi sebagai berikut:
* Folklor ini juga dikenal sebagai artefak meliputi sebagai berikut:
 
(1)* arsitektur bangunan rumah yang tradisional, seperti Joglo di Jawa, Rumah Gadang di Minangkabau, Rumah Betang di Kalimantan, dan Honay di Papua;
(1) kepercayaan dan takhayul;
(2)* seni kerajinan tangan tradisional,
(3)* pakaian tradisional;
(4)* obat-obatan rakyat;
(5)* alat-alat musik tradisional;
(6)* peralatan dan senjata yang khas tradisional;
(7)* makanan dan minuman khas daerah.<ref name=":0" />
 
== Fungsi Folklor ==
(2) permainan dan hiburan rakyat setempat;
Adapun fungsi folklor, yaitu sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif; sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan; sebagai alat pendidik anak; dan sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya.<ref name=":0" />
 
(3) teater rakyat, seperti lenong, ketoprak, dan ludruk;
 
(4) tari rakyat, seperti tayuban, doger, jaran, kepang, dan ngibing, ronggeng;
 
(5) adat kebiasaan, seperti pesta selamatan, dan khitanan;
 
(6) upacara tradisional seperti tingkeban, turun tanah, dan temu manten;
 
(7) pesta rakyat tradisional seperti bersih desa dan meruwat.<ref name=":0" />
 
=== Folklor Bukan Lisan ===
 
* Folklor ini juga dikenal sebagai artefak meliputi sebagai berikut:
 
(1) arsitektur bangunan rumah yang tradisional, seperti Joglo di Jawa, Rumah Gadang di Minangkabau, Rumah Betang di Kalimantan, dan Honay di Papua;
 
(2) seni kerajinan tangan tradisional,
 
(3) pakaian tradisional;
 
(4) obat-obatan rakyat;
 
(5) alat-alat musik tradisional;
 
(6) peralatan dan senjata yang khas tradisional;
 
(7) makanan dan minuman khas daerah.<ref name=":0" />
 
== Fungsi Folklor ==
Adapun fungsi folklor, yaitu sebagai berikut:<ref name=":0" />
 
a. Sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif.<ref name=":0" />
 
b. Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan.<ref name=":0" />
 
c. Sebagai alat pendidik anak.<ref name=":0" />
 
d. Sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya.<ref name=":0" />
 
== Rujukan ==
15.158

suntingan