Wikipedia:Pedoman gaya/Artikel bertopik Islam: Perbedaan revisi

 
==== Sumber keagamaan ====
Dalam cabang-cabang keislaman yang mapan secara akademis atau yang didalami oleh pakar teologi terkemuka dalam akidah dan tradisi keilmuan, prosiding oleh badan-badan resmi keagamaan dan jurnal atau publikasi dari akademisi dan pakar keagamaan yang dianggap keberadaannya dapat dianggap sebagai sumber terpercaya untuk doktrin dan pandangan keagamaan sehingga mampu mewakili sudut pandang penting subyek artikel. Ordinasi (pengumpulan) semata tidaklah umum meyakinkan keahlian atau reliabilitas keagamaan. Nihil bukti akan mutu atau reputasi keahlian dalam denominasi atau komunitas keagamaan utama, pendapat seorang ahli teologi atau dai biasanya tidak bisa menjadi pegangan untuk mewakili sudut pandang keagamaan.
In Islamic branches with organized academies or recognized theological experts in religious doctrine and scholarship, the proceedings of official religious bodies and the journals or publications of recognized and well-regarded religious academies and experts can be considered reliable sources for religious doctrine and views where such views represent significant viewpoints on an article subject. Ordination alone does not generally ensure religious expertise or reliability. Absent evidence of stature or a reputation for expertise in a leading, important religious denomination or community, the view of an individual minister or theologian is ordinarily not reliable for representing religious views.
 
Sumber sekunder tidak diharuskan berasal dari tahun-tahun sekarang – bahkan abad sekarang. Teks asli atau teks suci agama pasti merupakan sumber utama, tetapi sumber lain bisa menjadi sumber sekunder untuk sejumlah artikel. Misalnya, karya-karya [[Al-Ghazali]] adalah sumber sekunder dalam perspektif [[Asy'ariyah]] dalam banyak topik, tetapi juga menjadi sumber primer untuk artikel [[Al-Ghazali]].