Senyawa ionik: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(→‎Ikatan: copyedit sedikit, silakan diperbaiki kalau salah)
[[Berkas:NaF.gif|300px|jmpl|ka|Diagram skematik [[kelopak elektron]] dari atom [[natrium]] dan [[fluor]] yang mengalami reaksi redoks membentuk [[natrium fluorida]]. Natrium kehilangan [[elektron]] terluarnya untuk mendapatkan [[konfigurasi elektron]] yang stabil, dan elektron ini memasuki atom fluor secara [[eksotermik]]. Ion dengan muatan berlawanan – biasanya cukup banyak – kemudian tertarik satu sama lain membentuk padatan.]]
{{main article|Ikatan ionik}}
Ion dalam senyawa ionik terutama disatukan oleh [[gaya elektrostatik]] antar muatan-muatan yang ada didalamnyadi dalamnya, terutama gaya [[Hukum Coulomb|Coulomb]], gaya tarik jarak jauh antara muatan negatif anion dan muatan positif kation.{{sfn|Pauling|1960|p=6}} Terdapat pula gaya tarik tambahan dari [[Gaya van der Waals|interaksi van der Waals]] yang hanya menyumbang sekitar 1–2% energi kohesi untuk ion kecil.{{sfn|Kittel|2005|p=61}} Ketika sepasang ion terlalu dekat [[kelopak elektron]] [[Elektron valensi|terluarnya]] mengalami tumpangsuh (kebanyakan ion sederhana memiliki [[Kulit terbuka (orbital atom)|kelopak tertutup]]), terjadi gaya tolak jarak pendek{{sfn|Pauling|1960|p=507}} akibat [[Asas larangan Pauli|prinsip pengecualian Pauli]].{{sfn|Ashcroft|Mermin|1977|p=379}} Keseimbangan antara gaya-gaya tarik dan tolak ini menyebabkan adanya jarak kesetimbangan tertentu yang stabil saat energi potensial berada di titik minimum.{{sfn|Pauling|1960|p=507}}
 
Jika [[struktur elektron]] dari kedua badan yang saling berinteraksi dipengaruhi oleh adanya satu sama lain, interaksi kovalen (non-ionik) juga berkontribusi pada energi keseluruhan senyawa yang terbentuk.{{sfn|Pauling|1960|p=65}} Senyawa ionik jarang murni ionik, yaitu disatukan hanya dengan gaya elektrostatik. Ikatan antara pasangan paling [[elektronegatif]]/[[Elektronegativitas|elektropositif]] seperti yang ada pada [[sesium fluorida]] menunjukkan tingkat [[Ikatan kovalen|kovalensi]] yang kecil.<ref>{{cite journal|last1=Hannay|first1=N. Bruce|last2=Smyth|first2=Charles P.|title=The Dipole Moment of Hydrogen Fluoride and the Ionic Character of Bonds|journal=Journal of the American Chemical Society|date=February 1946|volume=68|issue=2|pages=171–173|doi=10.1021/ja01206a003}}</ref><ref>{{cite journal|last1=Pauling|first1=Linus|title=The modern theory of valency|journal=Journal of the Chemical Society (Resumed)|date=1948|pages=1461–1467|doi=10.1039/JR9480001461}}</ref> Sebaliknya, ikatan kovalen antara atom yang tidak sejenis sering menunjukkan pemisahan muatan dan dapat dianggap memiliki sifat ionik sebagian.{{sfn|Pauling|1960|p=65}} Keadaan yang menentukan sifat ionik atau kovalen suatu senyawa biasanya dapat dipahami dengan menggunakan [[aturan Fajans]]. Aturan ini menggunakan muatan dan ukuran masing-masing ion. Menurut aturan ini, senyawa dengan karakter paling ionik akan memiliki ion positif berukuran besar dengan muatan rendah, yanh terikat pada ion negatif berukuran kecil dengan muatan tinggi.<ref>{{cite book|first1=John. N.|last1=Lalena|first2=David. A.|last2=Cleary|title=Principles of inorganic materials design|date=2010|publisher=John Wiley|location=Hoboken, N.J|isbn=978-0-470-56753-1|edition=2nd}}</ref> Lebih umum lagi, [[teori HSAB]] dapat diterapkan, untuk senyawa dengan karakter paling ionik adalah yang terdiri dari asam kuat dan basa kuat: ion kecil bermuatan sangat tinggi dengan perbedaan elektronegativitas yang tinggi antara anion dan kation.<ref>{{cite journal|last1=Pearson|first1=Ralph G.|title=Hard and Soft Acids and Bases|journal=Journal of the American Chemical Society|date=November 1963|volume=85|issue=22|pages=3533–3539|doi=10.1021/ja00905a001}}</ref><ref>{{cite journal|last1=Pearson|first1=Ralph G.|title=Hard and soft acids and bases, HSAB, part II: Underlying theories|journal=Journal of Chemical Education|date=October 1968|volume=45|issue=10|page=643|doi=10.1021/ed045p643|bibcode=1968JChEd..45..643P}}</ref> Perbedaan dalam elektronegativitas ini berarti bahwa pemisahan muatan dan momen dipol yang dihasilkan, tetap bertahan bahkan ketika ion-ion tersebut bersentuhan (elektron berlebih pada anion tidak ditransfer dan tidak terpolarisasi untuk menetralkan kation).{{sfn|Barrow|1988|p=676}}
Pengguna anonim