Takengon (kota): Perbedaan antara revisi

942 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
←Suntingan Zahra gayo (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Rachmat04
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler menghilangkan bagian [ * ]
k (←Suntingan Zahra gayo (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Rachmat04)
Tag: Pengembalian
{{Infobox settlement
| name = TakèngënTakengon
| image_skyline = Takengon.jpg
| image_alt = TakèngënTakengon
| image_caption = Pemandangan TakèngënTakengon ke arah [[Danau Laut Tawar]]
| image_flag =
| flag_alt =
| image_map =
| map_alt =
| map_caption = TakèngënTakengon terletak di kecamatan [[Lut Tawar]], Kabupaten [[Aceh Tengah]], [[Aceh]]
| pushpin_map = Indonesia Sumatra North
| pushpin_label_position = right
| pushpin_map_alt = TakèngënTakengon di Provinsi Aceh
| pushpin_map_caption = Lokasi TakèngënTakengon di Pulau SumateraSumatra
| pushpin_map1 = Indonesia
| pushpin_label_position1 = right
| pushpin_map_alt1 = Lokasi TakèngënTakengon di Pulau SumateraSumatra
| pushpin_map_caption1 = Lokasi TakèngënTakengon di Indonesia
| latd=4 |latm=36 |lats=0 |latNS=N
| longd=96 |longm=51 |longs=0 |longEW=E
}}
 
'''TakèngënTakengon''' merupakan ibu kota [[Kabupaten Aceh Tengah]], Provinsi [[Aceh]], [[Indonesia]]. TakèngënTakengon meliputiterletak Kecamatandi sisi [[Kebayakan,Danau AcehLut Tengah|KëbayakënTawar]], kecamatan [[Bebesen,Lut Aceh Tengah|BëbësënTawar]] di tengah-tengah wilayah provinsi Aceh. Takengon merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk dengan ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut. Di sekitar Takengon banyak terdapat tempat wisata, di antaranya adalah [[Danau Lut Tawar,]] Acehdi Tengah|kecamatan [[Lut Tawar]], kecamatan [[BintangBebesen]] dan kecamatan [[Kebayakan]], Aceh[[Gua Tengah|BintangPuteri Pukes]] dandi Kecamatankecamatan [[Pegasing,Kebayakan]] Acehdan Tengah|Pegasing[[Pantan Terong]] di kecamatan [[Bebesen]].
 
Penduduk TakèngënTakengon terdiri dari beragam suku yang hidupdan berdampinganetnis. Mayoritas penduduk TakèngënTakengon merupakan suku [[Suku GayoAceh|Aceh]] yang merupakan penduduk asli Takèngën yang hidup turun-temurun sejak abad ke-11., Selain itu banyak pula suku-suku yanglain lainnyanya seperti suku [[Sukusuku AcehJawa|Jawa]], [[Sukusuku Jawa]]Aceh, Suku [[Sukusuku Minangkabau|Minangkabau]] dan [[Suku Tionghoa|Tionghoa]]. Suku Aceh merupakan penduduk asli takengon.
 
 
Takèngën merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk dengan ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut. Di sekitar Takèngën banyak terdapat tempat wisata, di antaranya adalah [[Danau Laut Tawar|Danau Lut Tawar]] di kecamatan [[Lut Tawar, Aceh Tengah|Lut Tawar]], kecamatan [[Bebesen, Aceh Tengah|Bëbësën]] dan kecamatan [[Kebayakan, Aceh Tengah|Këbayakën]], Loyang Pëtëri Pukës di kecamatan Këbayakën dan [[Pantan Terong|Pantan Tërong]] di kecamatan Bëbësën.
 
Penduduk Takèngën terdiri dari beragam suku yang hidup berdampingan. Mayoritas penduduk Takèngën merupakan [[Suku Gayo]] yang merupakan penduduk asli Takèngën yang hidup turun-temurun sejak abad ke-11. Selain itu banyak pula suku-suku yang lainnya seperti [[Suku Aceh]], [[Suku Jawa]], [[Suku Minangkabau]] dan [[Suku Tionghoa]].
 
== Sejarah ==
Takengon berasal dari bahasa aceh "Tikungan" yang arti nya kelokan karena untuk menuju ke kota kecil ini harus melewati tanjakan perbukitan dan menelusuri lereng lereng gunung dengan jalan berkelok kelok yang terjal dan curam penuh pepohonan lebat sepanjang jalan, untuk menuju ke ibu kota kabupaten [[Aceh Tengah]] ini bisa melalui jalan [[Lintas Timur Sumatra]] ex Jl KKA [[Aceh Utara]] atau melalui kabupaten [[Bireuen]] dan harus melewati 2 gunung aktif di kabupaten [[Bener Meriah]].
 
=== Zaman Penjajahan Belanda ===
Pada abad ke-11, Kerajaan Lingë didirikan oleh orang-orang Gayo pada era pemerintahan Sultan Makhdum Johan Berdaulat Mahmud Syah dari Kesultanan Përlak. Informasi ini diketahui dari keterangan Rëjë Uyëm dan anaknya Rëjë Ranta yaitu Rëjë Cik Bëbësën dan dari Zainuddin yaitu dari raja-raja Kejurun Bukit yang kedua-duanya pernah berkuasa sebagai raja di era kolonial Belanda.
mohon ke kepada editor sebaik nya halaman ini di alihkan ke kabupaten [[Aceh Tengah]]. Di karena kan takengon bukan kota otonom atau wilayah otonom. Takengon hanya terdiri dari 2 kelurahan yakni takengon timur dan takengon barat yang masuk ke kecamatan lut tawar kabupaten aceh tengah.
 
Rëjë Lingë I, disebutkan mempunyai 4 orang anak. Yang tertua seorang wanita bernama Ëmpu Bëru atau Datu Bëru, yang lain Sëbayak Lingga (Ali Syah), Mërah Johan (Johan Syah) dan Mërah Lingga (Malamsyah).
 
Sëbayak Lingga kemudian merantau ke tanah Karo dan membuka negeri di sana, dia dikenal dengan Raja Lingga Sibayak. Mërah Johan mengembara ke Aceh Besar dan mendirikan kerajaannya yang bernama Lam Krak atau Lam Oeii atau yang dikenal dengan Lamuri atau Kesultanan Lamuri. Ini berarti Kesultanan Lamuri di atas didirikan oleh Mërah Johan sedangkan Mërah Lingga tinggal di Lingë, Gayo, yang selanjutnya menjadi Rëjë Lingë turun-temurun. Mërah Silu bermigrasi ke daerah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Mërah Mëgë sendiri dikuburkan di Wih ni Rayang di Lereng Këramil Paluh di daerah Lingë, Aceh Tengah. Sampai sekarang masih terpelihara dan dihormati oleh penduduk.
 
Penyebab migrasi tidak diketahui. Akan tetapi menurut riwayat dikisahkan bahwa Rëjë Lingë lebih menyayangi bungsunya Mërah Mëgë. Sehingga membuat anak-anaknya yang lain lebih memilih untuk mengembara.
 
== Seni dan Budaya ==