Stasiun Demak: Perbedaan revisi

12 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Penjelasan singkat mengenai "blueprint" atau cetak biru Stasiun Demak yang saya temui di beranda facebook.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Bangunan stasiun ini menggunakan [[Arsitektur Hindia Baru|arsitektur bergaya Hindia Baru (Nieuwe Indische Bouwstijl)]] dengan atap yang diekspos sedemikian rupa sehingga menambah artistik bangunan. Sebagai stasiun besar, aktivitas pengangkutan barang dan penumpang di Kota Demak dipusatkan di stasiun ini.
 
Berdasarkan cetak biru di zaman Belanda, dahulunya Stasiun Demak memiliki 7 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang maupun Kudus, jalur 3 sebagai sepur lurus percabangan menuju Purwodadi, 1 peron sisi, dan 3 peron pulau. Dari jalur 1 terdapat sebuah sepur belok untuk bongkar muat barang dan sebuah sepur badug menuju gudang. Stasiun ini dilengkapi dengan atap ''overkapping'' yang menaungi 3 peron pulau, depot lokomotif, menara air dan sebuah gudang. Namun atap yang memayungi jalur-jalur sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Bangunan depot lokomotif yang berada di sebelah barat emplasemen juga sudah hilang.
 
Saat ini stasiun ini dimanfaatkan sebagai kafe dan tidak ada reaktivasi untuk jalur-jalur SJS.<ref>{{Cite news|url=https://ekonomi.kompas.com/read/2015/03/06/214723626/Dirut.KAI.Temukan.Stasiun.Kereta.Berubah.Menjadi.Kafe|title=Dirut KAI Temukan Stasiun Kereta Berubah Menjadi Kafe - Kompas.com|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2015-03-06|newspaper=KOMPAS.com|language=en|access-date=2018-07-12}}</ref>
4.115

suntingan