Filsafat Indonesia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
HsfBot (bicara | kontrib)
k replaced: kongkrit → konkret
Baris 57:
Filsafat Barat mengilhami banyak lembaga sosio-politis Indonesia modern. Pemerintahan [[republik]] Indonesia, [[konstitusi]]nya serta distribusi kekuasaan (''distribution of power''), [[partai politik]] dan perencanaan ekonomi nasional jangka-panjang, semuanya dilakukan atas model Barat. Bahkan [[ideologi]]nya ``[[Pancasila]]’’ (Yang telah diciptakan oleh [[Soekarno]] atau yang kemudian disalahgunakan oleh [[Soeharto]]), terinspirasi dari ideal-ideal Barat tentang [[humanisme]], [[demokrasi-sosial]], dan [[sosialisme nasional]] Nazi Jerman, seperti yang tampak dalam pidato-pidato anggota Badan Pemeriksa Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945 (Risalah Sidang 1995:10-79). Fakta ini menggiring pada kesimpulan, bahwa ‘Indonesia Modern’ dibangun di atas cetak-biru Barat.
 
Sangat menarik untuk diamati, bahwa meskipun elit itu menganut Filsafat Barat sepenuh hati, mereka masih merasa perlu mengadaptasikan filsafat itu kepada kegunaan dan situasi Indonesia yang kontemporer dan kongkritkonkret. Misalnya, Soekarno, yang mengadaptasi [[demokrasi]] Barat dengan situasi rakyat Indonesia yang masih berjiwa feudalistik, sehingga ia menciptakan apa yang kemudian disebut ''Demokrasi Terpimpin''<ref>{{Cite book|title=Di Bawah Bendera Revolusi|first=Soekarno|date=1963|publisher=Panitya Penerbitan|location=Jakarta|pages=376|url-status=live}}</ref>. [[D.N. Aidit]] dan [[Tan Malaka]] mengadaptasikan [[Marxisme-Leninisme]] dengan situasi Indonesia<ref>{{Cite book|title=The Indonesian Revolution and The Immediate Tasks of Communist Party of Indonesia|last=Aidit|first=D. N.|date=1964|publisher=Foreign Languages Press|location=Beijing|pages=i-iv|url-status=live}}</ref><ref>{{Cite book|title=Aksi Massa|last=Tan|first=Malaka|date=2000|publisher=CEDI & Aliansi Press|isbn=|location=Jakarta|pages=45-46|url-status=live}}</ref> dan [[Sutan Syahrir]] yang mengadaptasikan [[Demokrasi-Sosial]] dengan konteks Indonesia<ref>{{Cite journal|last=Rae|first=Lindsay|year=1993|editor-last=McIntyre|editor-first=Angus|title=Sutan Syahrir and the Failure of Indonesian Socialism|url=|journal=Indonesian Political Biography: In Search of Cross-Cultural Understanding|publisher=Monash University|volume=|issue=|pages=46|doi=}}</ref>.
 
=== Mazhab Kristiani ===
Baris 76:
== Referensi ==
{{reflist|30em}}
 
 
== Pranala luar ==