Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
'''Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek''' adalah sebuah sekolah Islam yang menerapkan sistem pendidikan [[Sumatera Thawalib]] yang terbuka dengan pembaharuan. Pesantren ini berlokasi di [[Banuhampu, Agam|Banuhampu]], [[Kabupaten Agam]], [[Sumatra Barat]]. Pada awalnya iya adalah Madrasah Sumatera Thawalib Parabek yang didirikan tahun 1910 oleh [[Ibrahim Musa|Syekh Ibrahim Musa]]. Saat ini, Madrasah Sumatera Thawalib berjalan dengan sistem Madrasah dalam pesantren mengejar keseimbangan antara aspek pengajaran yang menekankan pada proses transformasi ilmu pengetahuan dan aspek pendidikan yang menekankan pada pembentukan kader ulama.<ref>{{Cite web|url=http://www.laduni.id/post/read/29119/pesantren-sumatera-thawalib-parabek.html|title=Pesantren Sumatera Thawalib Parabek|last=DIA|first=Yayasan|date=2017-10-04|website=Pesantren Sumatera Thawalib Parabek|language=en|access-date=2019-10-14}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://kumparan.com/padang-kita/sumatera-thawalib-sekolah-islam-modern-pertama-di-indonesia|title=Sumatera Thawalib, Sekolah Islam Modern Pertama di Indonesia|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2019-10-14}}</ref>
 
== Sejarah ==
Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek berawal dari sebuah komunitas pengajian yang dipimpin oleh [[Ibrahim Musa|Syekh Ibrahim Musa]] di Surau Parabek. Awalnya, komunitas ini bernama ''Muzakaratul Ikhwan'' atau ''Jami'atul Ikhwan''.
Sumatera Thawalib merupakan sekolah Islam modern pertama di Indonesia dan masih Berdiri sampai sekarang. Sumatera Thawalib, yang berarti Pelajar Sumatera, berdiri pada tanggal 15 Januari 1919 dari hasil pertemuan antara pelajar Sumatera Thawalib (Padang Panjang) dengan pelajar Parabek. Perguruan Sumatera Thawalib Padang Panjang ini didirikan oleh para ulama reformis Minangkabau seperti [[Haji Abdul Karim Amrullah]] (Inyiak Rasul), [[Haji Abdullah Ahmad]], dan [[Zainuddin Labay El Yunusy|Zainuddin Labay el Yunisy]]. Ketiga ulama ini, menjadi ikon kelompok pembaharu pendidikan Islam di Ranah Minang pada awal abad ke-20. Sumatera Thawalib merupakan hasil revolusi pendidikan yang mereka lakukan. Sistem ''halaqah'' (guru dikelilingi murid dengan sistem duduk bersela), diganti dengan sistem duduk di atas kursi dan ada meja tulis di hadapan murid (sistem klasikal). Sedangkan guru harus berdiri dihadapan murid, dan diberi keleluasaan untuk bergerak.
 
Pada tanggal 15 Januari 1919, berlangsung pertemuan antara pelajar [[Surau Jembatan Besi]] di Padang Panjang dengan Surau Parabek. Pertemuan ini menyetujui terbentuknya sebuah persatuan antara kedua pelajar lembaga pendidikan, yang dinamai Sumatera Thawalib, dengan tujuan memperdalam ilmu dan mengembangkan agama Islam. Lembaga ini diletakkan di bawah kepemimpinan sebuah dewan pusat dan cabang-cabang di daerah.
Dialektika yang berkembang di Sumatera Thawalib, menjalar ke Perguruan Thawalib lainnya seperti, Parabek yang menerbitkan [[Al-Bayan (majalah)|Majalah Al Bayan]], Thawalib Sungayang terbir Majalah Al Basir, Thawalib Padang Japang terbit Majalah Al Imam, Thawalib Maninjau terbit Majalah Al Ittiqah, dan di Padang Panjang kemudian terbit lagi Majalah Perdamaian, dibawah pimpinan Djalaluddin Thaib.<ref>{{Cite web|url=https://kumparan.com/padang-kita/sumatera-thawalib-sekolah-islam-modern-pertama-di-indonesia|title=Sumatera Thawalib, Sekolah Islam Modern Pertama di Indonesia|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2019-10-14}}</ref>
 
== Rujukan ==