Tombo, Bandar, Batang: Perbedaan revisi

15 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
k
replaced: pasca panen → pascapanen
k (jaman --> zaman)
k (replaced: pasca panen → pascapanen)
|kepadatan =0,12 jiwa/km²
}}
'''Tombo''' adalah [[desa]] di [[kecamatan]] [[Bandar, Batang|Bandar]], [[Kabupaten Batang|Batang]], [[Jawa Tengah]], [[Indonesia]] yang memiliki luas wilayah 28.398 Km². Desa ini dibagi menjadi tiga dusun yaitu Dusun Tombo, Dusun Centuko, dan Dusun Tampingan. Pada tahun 2015 jumlah penduduk desa ini sebesar 3.399 jiwa dengan kepadatan penduduknya 0,12 jiwa/km². Desa ini berada di 650-1900 Mdpl dan terletak di -7º 07" LU – 7º 14" LS dan 109º 76" BB – 109º 81" BT hal ini menjadikan desa ini memiliki suhu yang sejuk yaitu antara 18ºc °C - 24ºc °C. Desa Tombo memiliki batas-batas wilayah yaitu sebagai berikut
 
Sebelah Barat : Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten [[Kabupaten Batang|Batang]]<ref>{{Cite web|url=https://batangkab.go.id/|title=Website Pemerintah Kabupaten Batang|website=batangkab.go.id|access-date=2019-09-21}}</ref>
Sebelah Selatan : Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Telogo Hendro, Kecamatan Petung Kriyono Kabupaten Pekalongan.
 
Jarak Desa dengan pusat kecamatan adala 7 Km sedangkan jarak desa dengan pusat kabupaten adalah 27 &nbsp;km.
 
Dari hasil Pemetaan Spasial yang dilakukan Oleh berbagai stakeholders luas wilayah desa tombo dibagi menjadi; Hutan heterogen seluas 19.564.630 Km², Hutan Karet 302.018 Km², Hutan Pinus 2.759.219 Km², Lahan Non Komoditi 12.530 Km², Lahan Non Produktif 263.823 Km², Perkebunan Teh 2.207.425 Km², Perkebunan Rakyat 2.137.334 Km². Persawahan 736.609 Km².
Sejak zaman Belanda Desa ini terkenal akan kekayaan Kopi yang sangat luar biasa. Melalui BUMN yang ada di desa ini, kopi-kopi yang berkualitas ini diolah dan dipasarkan bahkan sampai ke pasar Internasional yaitu ke Jerman dan Belanda. Namun dengan persaingan pasar yang semakin ketat dan berbagai problem yang ada di perusahaan sayang sekali pada tahun 2000 an tanaman utama dari perusahaan ini diganti dari kopi menjadi Karet dan Teh.
 
Dari hal itulah kemudian beberapa anak muda yang ada di desa dengan ide kreatif dan inovasi yang dikeluarkan mulai membangkitkan kembali Emas Hitam (Kopi) dari desa ini. Terdapat kedai Kopi yang berada di pelosok desa dengan jumlah rata-rata pengunjungnya perbulan mencapai 300 an orang. Tombo Coffee<ref>{{Cite web|url=https://www.google.com/maps/place/Tombo+Coffee/@-7.0818578,109.7848299,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e7010ca68a0bd1d:0x11f8afc147b3b386!8m2!3d-7.0818578!4d109.7870186|title=Tombo Coffee|website=Tombo Coffee|language=id-US|access-date=2019-09-21}}</ref> yaa kedai kopi yang mengusung semangat Setiap Seduhan Merayakan Seduluran ini benar-benar menjadi magnet baru bagi para pecinta kopi di Jawa Tengah. Tidak hanya sebagai tempat untuk minum kopi saja, Tombo Coffee mulai menjelma sebagai tempat untuk Learning Center bagi para pelaku kopi yang ada di Jawa Tengah. Tak hayal tempat ini sering di datangi oleh para pelaku kopi untuk menemba ilmu di dunia perkopian mulai dari teknik budidaya, teknik pasca panenpascapanen hingga teknik menyeduh kopi dengan baik. Sering pula tempat ini dijadikan sebagai tempat event-event kopi (lomba kopi, bincang kopi) pada tingkat daerah. Sampai saat ini Tombo Coffee menjadi barometer perkembangan kopi yang ada di Kabupaten Batang.
<br />{{Bandar, Batang}}
 
 
{{AYS}}