Charles VIII dari Prancis: Perbedaan revisi

195 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Mimihitam memindahkan halaman Charles VIII dari Perancis ke Charles VIII dari Prancis)
 
[[Berkas:Charles VIII Ecole Francaise 16th century Musee de Conde Chantilly.jpg|jmpl|Charles VIII]]
Raja [[Prancis]] '''Charles VIII''', dijuluki Charles Yang Ramah ([[Bahasa Prancis]]: ''l'Affable''; {{lahirmati|Château d'Amboise|30|6|1470||7|4|1498}}), memerintah [[Prancis]] dari tahun 1483 hingga wafat. Charles VIII adalah seorang anggota Keluarga Valois. Ia memulai [[Perang Prancis-Italia]] yang panjang yang memberi warna paruh pertama abad ke-16.
 
Charles lahir di Château d'Amboise di [[Prancis]] sebagai satu-satunya anak yang masih hidup dari Raja [[Louis XI dari Prancis|Louis XI]] dan dilahirkan dari rahim istri keduanya Charlotte dari Savoy. Charles dinobatkan sebagai Raja pada tanggal 30 Agustus 1483 pada usia 13 tahun. Kesehatannya tidak kuat dan ia dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai seseorang yang menyenangkan namun lugu - suatu sifat yang tidak cocok untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Berdasarkan kehendak [[Louis XI]], kepala pemerintahan Kerajaan diberikan pada kakak perempuannya, Anne, seorang wanita yang sangat pandai dan tajam yang disebut ayahnya sebagai "wanita yang paling tidak gila di [[Prancis]]". Anne menjabat sebagai kepala pemerintahan, bersama suaminya Peter II, bangsawan (''duke'') dari [[Bourbon]], hingga tahun 1491.
 
Pada tahun 1489, [[Paus Innocent VIII]], saat itu sedang berselisih dengan [[Ferdinand I]] dari [[Naples]], menawarkan [[Naples]] pada Charles, yang memiliki hak yang tidak seberapa jelas atas Kerajaan [[Naples]] melalui nenek dari pihak keluarga ayahnya, Marie dari Anjou. Pada tahun 1492, Ludovico Sforza, Bangsawan [[Milan]], merasa terancam oleh penerus [[Ferdinand I]], [[Alfonso II]], dan meminta dengan sangat agar Charles segera mengambil-alih [[Naples]]. Charles juga dibujuk untuk melakukan hal yang sama oleh salah seorang penasehat istananya, Étienne de Vesc.
Charles meninggalkan suatu legasi yang tak banyak: ia meninggalkan [[Prancis]] dalam kondisi banyak hutang dan dalam kondisi yang carut-marut sebagai hasil dari sebuah ambisi yang paling sopan bisa disebut sebagai tidak realistis. Dalam segi yang lebih positif, ekspedisi perangnya berhasil membuka kontak antara kaum humanis [[Prancis]] dan [[Italia]], memberikan semangat baru dalam seni dan sastra [[Prancis]] dalam [[Abad Renaisans]].
Semenjak semua anaknya meninggal sebelum dirinya, Charles adalah orang terakhir dalam garis Keluarga Valois. Setelah Charles wafat, mahkota kerajaan diserahkan pada saudara sepupu kedua ayah Charles, Bangsawan Orléans, yang berkuasa sebagai Raja [[Prancis]] [[Louis XII dari Prancis|Louis XII]].
 
{{Kotak_mulai}}
{{S-off}}
{{S-hou|[[Wangsa Valois]]|6=[[Dinasti Kapetia]]}}
{{succession box
|title = [[Daftar Raja Prancis|Raja Prancis]]
3.077

suntingan