Parasomnia: Perbedaan revisi

202 bita dihapus ,  9 bulan yang lalu
k
bentuk baku
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (bentuk baku)
'''Parasomnia''' adalah sekelompok gangguan tidur yang melibatkan peristiwa atau pengalaman yang tidak diinginkan yang terjadi saat Anda tertidur, tidur atau bangun. Parasomnia mungkin termasuk gerakan abnormal, perilaku, [[Emosikon|emosi]], persepsi atau mimpi. Meskipun perilaku tersebut mungkin rumit dan tampak memiliki tujuan bagi orang lain, Anda tetap tertidur selama acara dan sering tidak memiliki memori yang terjadi. Jika Anda menderita parasomnia, Anda mungkin sulit tidur sepanjang malam. <ref>{{Cite web|url=http://sleepeducation.org/sleep-disorders-by-category/parasomnias|title=Parasomnias|website=sleepeducation.org|access-date=2020-03-05}}</ref>
 
== Gangguan ini bisa berupa gerakan, perilaku, emosi, persepsi, hingga mimpi yang tidak wajar. Meski begitu, pengidap parasomnia tetap dalam keadaan tertidur sepanjang kejadian berlangsung. <ref name="Florencia">{{Cite web|url=https://www.halodoc.com/beda-insomnia-dan-parasomnia|title=Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia|last=Florencia|first=dr Gabriella|website=halodoc|language=id|access-date=2020-03-05}}</ref> ==
<br />
 
== GejalaGejala Parasomnia ==
 
Gejala parasomnia seringkalisering kali muncul pada fase terlelap, atau di antara fase tertidur dan terbangun. Pada transisi ini, diperlukan stimulus yang cukup kuat agar seseorang terbangun dari tidur, sehingga pengidap parasomnia akan sulit menyadari perilakunya. Setelah terbangun, pengidap parasomnia jarang mengingat mimpi atau kejadian yang dialaminya. Terkadang, pengidap parasomnia sulit untuk kembali tertidur pada malam hari.
 
Parasomnia bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Di antaranya meliputi tidur sampai berjalan, ''confusional arousals'' (kebingungan saat terbangun dari tidur), mimpi buruk, ''night terrors'', mengigau, ''sleep paralysis'', nyeri akibat ereksi saat tertidur, aritmia, bruksisme, REM ''sleep behavior disorder'', enuresis (mengompol), dan ''exploding head syndrome'' (merasa seperti mendengar suara keras saat tertidur atau terbangun). <ref>{{Cite web|url=https://www.halodoc.com/beda-insomnia-dan-parasomnia|title=Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia|lastname="Florencia|first=dr Gabriella|website=halodoc|language=id|access-date=2020-03-05}}<"/ref>
Gejala parasomnia seringkali muncul pada fase terlelap, atau di antara fase tertidur dan terbangun. Pada transisi ini, diperlukan stimulus yang cukup kuat agar seseorang terbangun dari tidur, sehingga pengidap parasomnia akan sulit menyadari perilakunya. Setelah terbangun, pengidap parasomnia jarang mengingat mimpi atau kejadian yang dialaminya. Terkadang, pengidap parasomnia sulit untuk kembali tertidur pada malam hari.
 
Parasomnia bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Di antaranya meliputi tidur sampai berjalan, ''confusional arousals'' (kebingungan saat terbangun dari tidur), mimpi buruk, ''night terrors'', mengigau, ''sleep paralysis'', nyeri akibat ereksi saat tertidur, aritmia, bruksisme, REM ''sleep behavior disorder'', enuresis (mengompol), dan ''exploding head syndrome'' (merasa seperti mendengar suara keras saat tertidur atau terbangun). <ref>{{Cite web|url=https://www.halodoc.com/beda-insomnia-dan-parasomnia|title=Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia|last=Florencia|first=dr Gabriella|website=halodoc|language=id|access-date=2020-03-05}}</ref>
{| class="wikitable"
|-