Garudafood: Perbedaan revisi

219 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Sejarah perusahaan dan Produk Perusahaan yang terupdate
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (Sejarah perusahaan dan Produk Perusahaan yang terupdate)
Tag: VisualEditor menghilangkan referensi [ * ]
}}
 
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) didirikan pada tahun 1994, namun demikian kegiatan usaha sebagai perusahaan makanan dan minuman telah dimulai sejak tahun 1979 oleh keluarga pendiri melalui PT Tudung Putra Jaya (“TPJ”), sebuah perusahaan di Pati, Jawa Tengah yang memasarkan produk kacang tanah dengan menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang kemudian dikenal sebagai Kacang Garuda, pada tahun 1994. TPJ awalnya didirikan oleh Darmo Putro dengan nama PT Tudung yang memulai usahanya sebagai produsen tepung tapioka.
'''PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.''', dikenal secara umum dengan nama '''Garudafood''', adalah perusahaan [[makanan]] dan [[minuman]] asal Indonesia yang dimiliki oleh kelompok usaha Tudung. Selain Garudafood, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT Sinar Niaga Sejahtera, bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan Global Solusi Inti (GSI, bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen).<ref>[https://lensafakta.com/index.php/2016/06/26/garuda-food-akan-tempel-logo-wonderful-indonesia/"Garuda Food Akan Tempel Logo Wonderful Indonesia"]</ref>
 
== Sejarah ==
[[Berkas:‎Garudafood_Logo_OldGarudafood Logo (2015).pngsvg|jmplal=|kiri|180pxjmpl|180x180px|Logo kedua Garudafood (31 Agustus 2000-Maret 2007)]]
Kegiatan usaha Garudafood di industri makanan dan minuman terus berkembang hingga menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang didukung oleh jaringan distribusi nasional milik PT Sinarniaga Sejahtera (“SNS”), Entitas Anak Garudafood. Pada tahun 1997, Garudafood melakukan ekspansi bisnis melalui pendirian pabrik biskuit yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Perjalanan Garudafood berawal dari PT Tudung, didirikan di Pati, Jawa Tengah, pada 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka. Pada 1979, PT Tudung berganti nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah mendiang Darmo Putro, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka.
 
Sebagian besar produk Garudafood saat ini diproduksi oleh fasilitas produksi milik sendiri. Garudafood saat ini mengoperasikan 2 (dua) fasilitas produksi di Pati, Jawa Tengah, 1 (satu) fasilitas produksi di Gresik, Jawa Timur dan 1 (satu) fasilitas produksi di Kawasan Industri Rancaekek, Sumedang, Jawa Barat.
Pada awal 1987, TPJ mulai menjual hasil produksi kacangnya dengan merk Kacang Garing Garuda, yang belakangan dikenal dengan sebutan ringkas: Kacang Garuda. Kacang Garuda meraih pelbagai penghargaan sbb: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) kategori kacang bermerek enam belas kali berturut-turut (2000–2015); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004–2015); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004–2007); Top Brand (2007–2015).
 
Selain itu, seluruh lini produksi Garudafood mendapatkan dan mempertahankan sertifikat halal dan ISO22000: ''Food Safety Management System.'' Hal ini menunjukkan fokus perusahaan pada pengelolaan mutu. Garudafood juga dari waktu ke waktu menggunakan fasilitas produksi pihak ketiga dengan pertimbangan fleksibilitas, efisiensi dan pengelolaan risiko.
Tatkala perekonomian nasional tengah dihantam krisis ekonomi, Desember 1997 Garudafood mendirikan PT Garudafood Jaya yang memproduksi biskuit bermerek Danza dan Salma. Setelah Danza dan Salma, Garudafood juga memproduksi biskuit bermerek Gery (diluncurkan pada tahun 2001). Periode 2005–2007, Gery Saluut meriah Indonesian Best Brand Award (IBBA) dari MARS dan majalah SWA untuk kategori wafer salut. Pada 2007 Gery Chocolatos meraih IBBA kategori wafer stick.
 
Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Garudafood dalam memperkenalkan produk-produk unggulan baru seiring dengan perubahan selera masyarakat di Indonesia. Budaya inovasi yang ditanamkan pada setiap karyawan merupakan kunci dari kesuksesan tersebut. Garudafood saat ini memproduksi dan menjual produk makanan dan minuman di bawah '''5 (lima) merek,''' yaitu '''Garuda, Gery, Chocolatos, Leo dan Clevo.''' Produk-produk tersebut meliputi biskuit, kacang, pilus, keripik, ''confectionery,'' minuman susu, minuman cokelat dan serbuk cokelat
Pada 1998, Garudafood mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati, produsen jelly dan meluncurkan produk jelly bermerek Okky (sebelumnya Kiki Jelly) dan Keffy. Prestasi Okky Jelly dibuktikan dari keberhasilan meraih Top Brand for Kids (TBK) Award 2004 untuk kategori jelly. Di samping TBK, Okky Jelly juga berhasil meraih IBBA (2004–2007). Okky Jelly Drink juga meraih penghargaan Top Brand 2007 dari majalah Marketing dan Frontier.
 
Pada tanggal '''31 Agustus 2015''', bertepatan di hari ulang tahun ke-25, Garudafood melakukan perubahan logo untuk mempertegas posisinya sebagai perusahaan yang unggul di bidang inovasi, dimana hal ini diyakini sebagai salah satu ciri yang membedakan Garudafood dengan perusahaan makanan dan minuman lainnya.
Pada akhir 2002 TRMS meluncurkan produk minuman jelly bermerek Okky Jelly Drink sekaligus babak baru Garudafood masuk ke bisnis minuman. Keseriusan Garudafood menekuni bisnis minuman juga semakin kentara dengan diluncurkannya Mountea, minuman teh rasa buah pada tahun 2004. Mountea bahkan mencatat prestasi IBBA 2007 kategori minuman teh dalam kemasan cup.
 
Atas kinerjanya yang baik, Garudafood berhasil mendapatkan penghargaan sebagai ''Indonesia Most Admired Company'' (IMAC) oleh Frontier pada urutan ketiga di tahun 2005-2011 dan berada pada urutan kedua untuk kategori ''Snack'' di tahun 2017. Merek-merek unggulan Garudafood juga secara rutin mendapatkan penghargaan berskala nasional.
[[Berkas:‎Garudafood Logo (2007).png|jmpl|kiri|Logo ketiga Garudafood (Maret 2007-September 2015)]]
Pada tahun 2000 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepakat menggabungkan TPJ, Garuda Putra Putri Jaya, dan Garudafood Jaya dalam satu nama, yaitu PT Garudafood Putra Putri Jaya.
 
== Produk ==
Garudafood juga memproduksi snack bermerek Leo, untuk kategori produk keripik kentang, keripik pisang, keripik singkong, dan kerupuk mulai akhir 2005. Pada 2007, Leo meraih IBBA kategori snack kentang. Selain itu juga merambah bisnis snack jagung dengan merek O’Corn.
Merek-merek Garudafood mencakup kategori makanan dan minuman yang dapat dikelompokkan ke dalam segmen-segmen sebagai berikut:
 
·  '''Makanan,''' meliputi biskuit, kacang, pilus, keripik dan ''confectionery.''
Di tingkat nasional, Garudafood juga dipersepsi positif sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman idaman. Survei yang dilakukan Frontier dan majalah BusinessWeek Indonesia di Jakarta dan Surabaya pada 2006 dan 2007 menyebutkan Garudafood berada di urutan ketiga Indonesian Most Admired Company (IMAC). Garudafood juga aktif menjalankan program corporate social responsibility (CSR) di bawah bendera GarudaFood Sehati. Pada [[Juli]] [[2011]], Garudafood bekerjasama dengan Suntory Beverages & Foods Jepang mendirikan PT. Suntory Garuda Beverages adalah joint venture perusahaan minuman non-alkohol seperti Mirai Ocha, MyTea dan De Koffie.
 
·  '''Minuman,''' meliputi minuman susu, minuman cokelat dan minuman serbuk cokelat.
Pada tanggal 10 Oktober 2018, Garudafood resmi mencatatkan sahamnya di [[Bursa Efek Indonesia]] dengan kode saham GOOD setelah melepas 10,34% saham. Hardianto Atmadja mengatakan bahwa pencatatan saham tersebut adalah bagian dari rencana Garudafood untuk memperkuat modal kerja guna menjalankan ekspansi bisnis sebagai strategi bisnis perusahaan dalam jangka panjang.<ref>[http://palembang.tribunnews.com/2018/10/16/garudafood-resmi-menjadi-perusahaan-publik-dengan-melepas-1034-saham "Garudafood Resmi Menjadi Perusahaan Publik dengan Melepas 10,34% Saham"]</ref>:v
 
== Produk ==
 
'''Merek Garuda''' merupakan merek pertama Garudafood untuk produk kacang kulit dan kacang bersalut, serta pilus. '''Kacang kulit Garuda''', terbuat dari kacang tanah pilihan yang garing dan renyah serta isi yang padat dengan kandungan asam lemak tak jenuh (''unsaturated fatty acids''). Inovasi terbaru di segmen ini meliputi '''kacang kulit rasa bawang''' dan '''kacang biga''' atau kacang dengan tiga butir isi. Kacang bersalut, dengan varian produk kacang bersalut Garuda saat ini meliputi '''kacang atom, kacang telur''' dan '''kacang panggang.''' '''Pilus,''' dengan berbagai varian rasa sapi panggang, keju, abon, pedas dan rumput laut. Pilus adalah makanan tradisional asli Indonesia. Inovasi terbaru dari produk pilus adalah pilus dengan sensasi rasa mie goreng.
=== Kacang dan Snack ===
 
* Kacang Garuda
 
* Kacang Atom Garuda
'''Merek Gery''' merupakan merek Garudafood yang diluncurkan pada tahun 1997 untuk produk biskuit bersalut. Setelah itu, merek Gery meluncurkan produk ''confectionery'' seperti pasta cokelat dan meises cokelat serta jenis biskuit yang lain seperti ''malkist crackers'', ''wafer cream'' dan makanan ringan sereal (''snack cereal''). Varian produk merek Gery saat ini meliputi '''Gery Saluut Malkist, Gery Saluut Wafer, Gery Snack Sereal, Gery Pasta''' dan '''Gery Meises.'''
* Kacang Kulit Rasa Garuda
 
* Kacang Panggang Rosta Garuda
 
* Pilus Garuda (Original, Pedas, Sapi Panggang, Rumput Laut dan Abon)
'''Merek Leo''' pertama kali diluncurkan oleh Garudafood pada tahun 2005 untuk produk keripik kentang dan sejak saat itu telah ditambahkan dengan produk jagung brondong (''popcorn''). Varian produk merek Leo saat ini meliputi '''keripik kentang rasa ayam original, keripik kentang rasa sapi panggang, keripik kentang rasa rumput laut,''' dan '''popcorn instan rasa mentega.'''
* Leo Snack
 
* Leo O' Corn
 
* dll.
'''Merek Chocolatos,''' pertama kali diluncurkan pada tahun 2008, merupakan inovasi dari Garudafood untuk menghadirkan wafer stik yang lebih besar dan isi krim cokelat yang lebih padat. Perpaduan antara wafer stik dan krim cokelatnya memberikan cita rasa serta kepuasan tersendiri dalam menikmati wafer stik yang berbeda dari produk yang tersedia di pasar. Chocolatos juga telah mengembangkan produknya ke kategori minuman serbuk rasa cokelat dan cokelat putih ''green tea latte'' sebagai inovasi baru di minuman serbuk cokelat. Kenikmatan cokelat dari Italia menjadi keunggulan dari produk Chocolatos ini. Varian produk merek Chocolatos saat ini meliputi '''Chocolatos Wafer Stick''' dan '''Chocolatos Drink RTS (''ready to serve'')''' & '''Chocolatos Drink RTD (''ready to drink'').'''
=== Biskuit, Coklat dan Permen (Confectionery) ===
 
* Gery Wafer Cream
 
* Gery Crackers Beras
'''Merek Clevo''' pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 untuk minuman susu UHT berukuran 125ml untuk anak-anak. Susu merek Clevo memiliki kandungan tinggi kolin dan kalsium yang baik untuk kecerdasan otak dan pertumbuhan anak. Varian rasa susu Clevo saat ini meliputi rasa '''cokelat dan stroberi.'''
* Gery Saluut
 
* Gery Saluut Cokluut
* Gery Special Pack (Butter Cookies, Wafer Stick, Chocolate Wafer, Egg Roll)
* Gery Bischoc
* Gery Chopstick
* Gery Toya Toya
* Gery Brown Cookies
* Gery Snack Sereal
* Gery Cookies
* Gery Pasta
* Gery Meiseis
* Clap Clup
* Boogie
* Gery Avengers
* Ting-Ting
* Chocolatos
* Waferlatos
* Tory Cheeselatos
* Tory Cheese Crackers
* Gery O'Donuts
* Gery Saluut Hazelnut
* Gery Saluut Donut
* Gery Saluut Malkist
* Hollanda Butter Cookies dan Wafer
 
Perseroan juga memiliki produk-produk musiman yang hanya dijual pada saat menjelang hari raya Lebaran. Produk-produk ini diproduksi dengan menggunakan merek Gery, Chocolatos, dan Hollanda.
=== Minuman ===
* Okky Jeli
* Okky Jelly Drink
* Okky Koko Drink
* Okky Jello Blast
* Okky Jello Juice
* Mountea Tropical Splash
* Keffy
* Clevo
* Mayo
* Space
* Z-porto
* Super O2
* Mountea Sparkling
* Kopyes
* Mirai Ocha (Suntory Garuda)
* MyTea (Suntory Garuda)
* De Koffie (Suntory Garuda)
* Goodmood (Suntory Garuda)
* Chocolatos Choco Drink
* Enerfill
* Warkop
 
== Referensi ==
1

suntingan