Puteri Indonesia Sumatra Barat: Perbedaan revisi

1.056 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Hingga kini gelar pemenang Puteri Indonesia telah diraih sebanyak 2 kali oleh [[Melanie Putria Dewita Sari]] pada tahun [[Puteri Indonesia 2002|2002]], dan [[Whulandary Herman]] pada tahun [[Puteri Indonesia 2012-2013|2012-2013]].
Sedangkan posisi ''runner-up'' telah diraih selama 5 kali oleh [[Deasy Mulyani Jachnis]] (1995), [[Gusria Setiani]] (1996), [[Zukhriatul Hafizah]] (2009), [[Intan Aletrino]] (2016) dan [[Annisa Fitriana]] (2019).
 
 
=== Persyaratan ===
Persyaratan bagi peserta pemilihan Puteri Indonesia:
* [[Warga Negara Indonesia]], berusia 18-25 tahun, belum [[menikah]] dengan tinggi badan minimum 170 cm.
* Peserta daerah harus berdomisili atau berasal dari daerah yang diwakilinya.
* Memiliki pengetahuan umum dan berwawasan luas tentang pariwisata dan [[kebudayaan]] Indonesia.
* Berpenampilan menarik/cantik, cerdas, dan berkepribadian.
* Mampu berkomunikasi dalam bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) akan memberikan nilai tambah.
* Diutamakan yang memiliki keahlian khusus/prestasi pada suatu bidang (misalnya: [[musik]], [[tari]], tarik suara, kepemimpinan, [[bahasa]], dan lain-lain).
 
=== Penilaian ===
Parameter penilaian yang digunakan dalam pemilihan Puteri Indonesia adalah ''3B'', yaitu:
* ''Brain'': Kecerdasan
* ''Beauty'': Penampilan menarik
* ''Behavior'': Berperilaku baik.
Selain itu, terampil dalam berkomunikasi, dapat berpikir secara rasional, memiliki pengetahuan umum yang luas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta berwawasan pariwisata.
 
== Pemenang ==
Pengguna anonim