Stasiun Lawang: Perbedaan revisi

137 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Status cagar budaya stasiun
k (←Suntingan 182.0.145.157 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Alqhaderi Aliffianiko)
Tag: Pengembalian
k (Status cagar budaya stasiun)
 
Stasiun Lawang mulai beroperasi bersama dengan pembukaan segmen Bangil–Malang pada 20 Juli 1879; menjadikan stasiun ini merupakan bangunan tertua di [[Lawang, Malang|Lawang]].<ref>{{cite book|author=Staatsspoorwegen|year=1921-1932|title=Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932|place=Batavia|publisher=Burgerlijke Openbare Werken}}</ref> Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Mirip dengan [[Stasiun Cipeundeuy]], semua kereta api yang melaju dari arah Malang maupun Bangil wajib berhenti untuk melakukan pemeriksaan rem sebelum melanjutkan perjalanan.
 
Bangunan eksisting stasiun ini kini sudah ditetapkan sebagai [[cagar budaya]] oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.
 
== Layanan kereta api ==