Usman Janatin: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Escravoes (bicara | kontrib)
Mengoreksi jumlah korban tewas pengeboman; mengkoreksi dua orang tersebut di bawa pulang ke Indonesia
Escravoes (bicara | kontrib)
Memasukan nama anggota ketiga tim KKO
Baris 40:
|religion =
}}
[[Sersan Dua]] [[KKO]] ([[Anumerta]]) '''Usman Jannatin bin H. Muhammad Ali''' ({{lahirmati|Dukuh BanyumasTawangsari, Desa [[Jatisaba]], Kecamatan [[Purbalingga]], [[Jawa Tengah]]|18|3|1943|[[Singapura]]|17|10|1968}}) <ref>{{Cite web|url=https://www.kompasiana.com/igoendonesia/552fd8f16ea8343f508b4586/kisah-usman-janatin-pahlawan-dwikora-asal-purbalingga|title=Kisah Usman Janatin, Pahlawan Dwikora Asal Purbalingga|last=Kompasiana.com|website=KOMPASIANA|language=id|access-date=2020-02-23}}</ref>adalah salah satu dari dua anggota [[KKO]] (Korps Komando; kini disebut [[Korps marinir Indonesia|Korps Marinir]])<ref>[http://pahlawancenter.com/pahlawancenterbaru/?p=1843 "SERDA KKO ANM Jannatin ALIAS Usman Bin Haji Mohammad Ali"]</ref> [[Indonesia]] yang ditangkap di [[Singapura]] pada saat terjadinya ''[[Konfrontasi Indonesia-Malaysia|Konfrontasi]]'' dengan [[Malaysia]]. Bersama dengan seorang anggota [[KKO]] lainnya bernama [[Harun Thohir]], ia di [[hukum gantung]] oleh pemerintah Singapura pada Oktober [[1968]] dengan tuduhan meletakkan [[bom]] di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada [[10 Maret]] [[1965]] (lihat [[Pengeboman MacDonald House]]). Seorang lagi anggota KKO Gani Bin Arup berhasil melarikan diri dari Singapura dan pulang ke Indonesia.<ref>{{Cite web|url=https://m.merdeka.com/harun-bin-said/profil/|title=Profil - Harun Bin Said|website=merdeka.com|language=en|access-date=2020-02-23}}</ref>
 
Ia dimakamkan di [[TMP Kalibata]], [[Jakarta]] dan kini nama dia diabadikan menjadi nama Jalan di depan Markas [[Korps Marinir]] (Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun), [[Kwitang, Senen, Jakarta Pusat|Kwitang]], [[Kota Jakarta Pusat|Jakarta Pusat]].<ref>[http://www.marinir.tnial.mil.id/index.php?berita=detail&id=1425&1534-D83A_1933715A=bc8d5db06ce4077f4bffbeb50012ad48809f1d91 "Prajurit KKO Usman dan Harun Gantikan Nama Jalan Prapatan Jakarta"]</ref> [[Kapal Republik Indonesia]], [[KRI Usman-Harun|KRI Usman-Harun (359)]].<ref>[http://www.marinir.mil.id/index.php?option=com_content&view=article&id=3547:pahlawan-nasional-usman-dan-harun-di-kukuhkan-sebagai-nama-kri&catid=8:breaking "PAHLAWAN NASIONAL USMAN DAN HARUN DI KUKUHKAN SEBAGAI NAMA KRI"] ''website marinir.mil.id''</ref><ref>[http://regional.kompasiana.com/2013/01/28/mengabadikan-pahlawan-nasional-usman-janatin-528646.html Regional Kompasiana, diakses 3 Feb 2015]</ref><ref>[http://www.tnial.mil.id/News/BaktiSosial/tabid/84/articleType/ArticleView/articleId/23454/DANLANAL-CILACAP-PEDULI-MUSEUM-USMAN-JANATIN.aspx Situs resmi TNI AL, diakses 3 Feb 2015]</ref>
Baris 48:
Janatin lahir di Desa Jatisaba, Kabupaten Purbalingga, pada tanggal 18 Maret 1943<ref name="Sudarmanto 2007, p. 162">Sudarmanto 2007, p. 162</ref><ref name="Komandoko 2006, p. 480">Komandoko 2006, p. 480</ref> Ia lulus dari sekolah menengah pada tahun 1962<ref name="Sudarmanto 2007, p. 162"/> Pada 1 Juni 1962, ia masuk [[Korps marinir Indonesia]].<ref name="Sudarmanto 2007, p. 162"/> Selama [[Konfrontasi Indonesia-Malaysia]], ia diangkat sebagai salah satu dari tiga relawan untuk melayani dalam sebuah operasi militer yang disebut Komando Siaga (kemudian berganti nama menjadi Komando Mandala Siaga), yang dipimpin oleh Wakil [[Omar Dhani|Laksamana Madya Udara TNI Omar Dhani]].<ref name="Komandoko 2006, p. 480"/><ref>Ajisaka 2008, p. 215</ref> Kemudian ia ditempatkan di [[Pulau Sambu]], (sekarang berada di wilayah [[Kepulauan Riau]]). Pada 8 Maret 1965, dia, [[Harun Thohir]], dan Gani bin Arup ditugaskan untuk melakukan sabotase di Singapura. Dilengkapi dengan perahu karet dan 12,5 kilogram (28 pon) bahan peledak, mereka diberitahu untuk membom sebuah rumah tenaga listrik, tetapi sebaliknya, pada tanggal 10 Maret 1965, mereka menargetkan bangunan sipil, bangunan Hong Kong and Shanghai Bank, yang sekarang dikenal sebagai [[MacDonald House]], menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 33 lainnya, yang semuanya warga sipil. Ketika melarikan diri, Janatin dan Thahir pergi ke pantai, sementara Gani memilih rute yang berbeda. Janatin dan Thahir menyita perahu motor, tetapi di laut perahu motor rusak. Mereka ditangkap oleh pasukan patroli Singapura pada 13 Maret 1965 dan dihukum karena pembunuhan, karena mereka telah mengenakan pakaian sipil pada saat itu dan telah menargetkan bangunan sipil, dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Singapura.<ref>Ajisaka 2008, p. 216</ref>
 
Mereka dihukum gantung di [[Penjara Changi]], Singapura, pada 17 Oktober 1968. tetapiJenazah Janatin dan Harun dibawa kembali ke Indonesia dan dimakamkan di [[Taman Makam Pahlawan Kalibata]], Jakarta.<ref>Sudarmanto 2007, p. 164</ref><ref>[http://krjogja.com/read/204423/usman-janatin-pahlawan-yang-terlupakan.kr Kedaulatan Rakyat, diakses 3 Feb 2015]</ref>
 
== Referensi ==