Suplir: Perbedaan revisi

172 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Semua jenisnya tumbuh sebagai terna, dengan rimpang (rizoma) yang menjalar lambat di media tumbuh. Rimpang tumbuh di sela-sela batuan yang berhumus. Tumbuhan ini jarang dijumpai tumbuh di tanah datar, karena biasanya menyukai tumbuh di sela-sela tebing, tembok, atau batang pohon.
 
[[Akar]]nya serabut dan tumbuh dari rimpang. Akar ini mencari hara dari [[humus]], dan terkadang sangatcukup dalam menembus tebing atau tembok.
 
Sebagaimana paku-pakuan lain, ental tumbuh dari [[rimpang]] dalam bentuk gulungan ke dalam (bahasa Jawa: ''mlungker'') seperti tangkai biola (disebut ''circinate vernation'') dan perlahan-lahan membuka. Tangkai ental cenderung berwarna hitam, mengeras ketika dewasa, dan mengkilap. HelaiWarna daunnyahitam khasdan berbedamengkilap dariseperti banyak paku-pakuan karena tidak berbentuk memanjang, tetapi cenderung membulat, segitiga atau segiempat. Daunnya ini tidak dapat dibasahi air karena di permukaannya tertutupi rambut-rambut halus.inilah Dariyang sinilahmendasari nama ilmiah ''Adiantumchevelure'' dibentuk, karena (berarti "tidak terbasahirambut" dalam [[bahasa Yunani]]. [[Spora]] berada di dalam [[sporangium]] yang dilindungi oleh [[indusium]]. Kumpulan indusia ([[sorus]]Prancis) berada di sisi bawah daun pada bagian tepi yang agak terlindung oleh lipatan daun. Tangkai [[ental]]nya khas karena berwarna hitam dan mengkilap, kadang-kadang bersisik halus ketika dewasa.
 
Helai daunnya (''pinnae'') khas berbeda dari banyak paku-pakuan karena tidak berbentuk memanjang simetris, tetapi cenderung tidak simetris dengan variasi membulat, segitiga (deltoid), atau segiempat. Daunnya ini tidak dapat dibasahi air karena di permukaannya tertutupi rambut-rambut halus. Dari sinilah nama ilmiah ''Adiantum'' dibentuk, karena berarti "tidak terbasahi" dalam [[bahasa Yunani]].
 
[[Spora]] berada di dalam [[sporangium]]. Kumpulan sporangia ([[sorus]]) berada di sisi bawah pada bagian tepi daun fertil, agak terlindung oleh lipatan tepi helai daun. Tangkai [[ental]]nya khas karena berwarna hitam dan mengkilap, kadang-kadang bersisik halus ketika dewasa.
 
Tanaman ini memperbanyak diri secara [[Perbanyakan generatif|generatif]] dengan [[spora]] yang terletak pada bagian tepi sisi bawah [[daun]] yang sudah dewasa. Selain itu, [[perbanyakan vegetatif]] mungkin dilakukan ketika rimpangnya sudah cukup besar sehingga bisa dipecah menjadi dua atau tiga bagian (stek rimpang).
30.432

suntingan