Jakartasentrisme: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  9 bulan yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
=== Ekonomi ===
Ekonomi Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa, khususnya di Jakarta. Hal ini membuat ketimpangan yang begitu nyata antara Jakarta dan daerah-daerah, khususnya di luar pulau Jawa.<ref>{{Cite web|url=http://pedomanbengkulu.com/2018/09/ekonomi-indonesia-jakarta-sentris/|title=Ekonomi Indonesia Jakarta Sentris|last=PedomanBengkulu.com|language=id-ID|access-date=2019-08-06}}</ref> Sebagai gambaran, pendapatan per kapita Jakarta tiga belas kali lebih banyak daripada provinsi berpendapatan per kapita paling rendah, yaitu Nusa Tenggara Timur. Dari 34 provinsi, 27 provinsi di Indonesia memiliki pendapatan per kapita lebih rendah daripada rata-rata pendapatan per kapita nasional.<ref>{{Cite book|url=https://books.google.co.id/books?id=oxdQDwAAQBAJ&pg=PA44&dq=ekonomi+jakarta+sentris&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwib34ay38nnAhWTxzgGHVpaCjEQ6AEILzAB#v=onepage&q=ekonomi%20jakarta%20sentris&f=false|title=Indeks Haryadi dan Penerapan di Ilmu Hukum, Sosiologi, Ekonomi, Statistik, dan Telekomunikasi|last=Haryadi|first=Sigit|date=2017-02-06|publisher=Elex Media Komputindo|isbn=978-602-02-9896-2|language=id}}</ref> Sebanyak 70% dari arus perputaran uang nasional juga berkutat di Jakarta saja.<ref name=":2" /> Hal ini tercermin dari banyaknya bidang perekonomian yang masih berpusat dI Jakarta saja, seperti sektor properti, media massa dan otomotif.<ref>{{Cite web|url=https://www.jpnn.com/news/pasar-properti-indonesia-terkonsentrasi-di-jakarta-dan-surabaya|title=JPNN|last=53788620694|date=2019-04-24|website=www.jpnn.com|language=id|access-date=2020-02-11}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://bisnis.tempo.co/read/579547/industri-media-massa-makin-terkonsentrasi|title=Industri Media Massa Makin Terkonsentrasi|last=Adiwijaya|first=Setiawan|date=2014-05-22|website=Tempo|language=en|access-date=2020-02-11}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190826155436-384-424738/gaikindo-industri-otomotif-tak-perlu-pindah-ke-ibu-kota-baru|title=Gaikindo: Industri Otomotif Tak Perlu Pindah ke Ibu Kota Baru|last=fea|website=teknologi|language=id-ID|access-date=2020-02-11}}</ref> Sebanyak 45% dari investasi asing pun masih berpusat di Jakarta saja.<ref>{{Cite web|url=https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1405131/45-investasi-asing-di-ri-terkonsentrasi-di-dki-jakarta|title=45% Investasi Asing di RI Terkonsentrasi di DKI Jakarta|website=detikfinance|language=id-ID|access-date=2020-02-11}}</ref> Pertumbuhan [[perusahaan rintisan]] di Indonesia juga didominasi Jakarta, tepatnya sebanyak 52% perusahaan rintisan Indonesia berkedudukan di Jabodetabek.<ref>{{Cite web|url=https://tirto.id/startup-banyak-kumpul-di-jawa-52-persen-ada-di-jabodetabek-djQh|title=Startup Banyak Kumpul di Jawa, 52 Persen Ada di Jabodetabek|website=tirto.id|language=id|access-date=2020-02-11}}</ref> Indonesia dianggap terlalu lamban dalam menjalankan pemerataan ekonomi ke daerah-daerah.<ref>{{Cite book|url=https://books.google.co.id/books?id=I8s2Ro2FvxwC&pg=PA36&dq=ekonomi+jakarta+sentris&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwib34ay38nnAhWTxzgGHVpaCjEQ6AEIKDAA#v=onepage&q=ekonomi%20jakarta%20sentris&f=false|title=Pasar Modal & Manajemen Portofolio|publisher=Erlangga|isbn=978-979-781-685-8|language=id}}</ref>
 
OJK juga menilai bahwa kegiatan pasar modal di Indonesia masih Jakartasentris.<ref>{{Cite web|url=https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4499538/jurus-ojk-agar-pasar-modal-tak-jakarta-sentris|title=Jurus OJK agar Pasar Modal Tak Jakarta Sentris|last=Suhendra|first=Zulfi|website=detikfinance|access-date=2019-08-06}}</ref> OJK menyarankan untuk mengadakan pialang-pialang saham di daerah sehingga sebaran investor di Indonesia lebih meluas.<ref>{{Cite web|url=https://www.cnbcindonesia.com/market/20190406145731-17-65030/biar-tak-jakarta-sentris-ojk-harus-ada-broker-saham-daerah|title=Biar Tak Jakarta Sentris, OJK: Harus Ada Broker Saham Daerah|last=Daniel|first=Wahyu|website=market|language=id|access-date=2019-08-06}}</ref>
Terkait kebijakan pemerintah, sebagian masyarakat daerah juga merasa kurang mendapatkan sosialisasi tentang program, produk hukum atau kebijakan baru yang telah disahkan atau sedang dalam tahap perencanaan.<ref>{{Cite web|url=https://sinarkeadilan.com/selama-ini-banyak-bermasalah-pembentuk-undang-undang-harus-pastikan-partisipasi-dan-sosialisasi-publik/|title=Selama Ini Banyak Bermasalah, Pembentuk Undang-Undang Harus Pastikan Partisipasi dan Sosialisasi Publik|last=redaksi|date=2019-09-26|website=SINAR KEADILAN {{!}} BERANI TAJAM TERPERCAYA|language=id-ID|access-date=2020-02-11}}</ref>
 
Menurut data KPU tahun 2013, mayoritas calon anggota DPR yang mendaftar adalah mereka yang berkedudukan di Jabodetabek. [[Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia]] mengkhawatirkan orientasi partai politik yang masih sangat Jakartasentris dan jarang mempromosikan diri ke daerah-daerah untuk menarik putra daerah ke DPR.<ref>{{Cite book|url=http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/43483/1/RIYAN%20HIDAYAT-FISIP.pdf|title=Perilaku Politik dan Pemilu Legislatif, Studi Terpilihnya Yandri Susanto sebagai Anggota DPR RI Dapil II Banten di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Tahun 2014|last=Hidayat|first=Riyan|date=2018|publisher=UIN Syarif Hidayatullah|isbn=|location=|pages=|url-status=live}}</ref> Hal tersebut terulang kembali pada pemilu 2019, terdapat 3393 dari 7751 pendaftar dalam Daftar Calon Sementara (DCS) atau 49% yang berasal dari Jabodetabek. Kedekatan dengan pusat kekuasaan di Jakarta menjadi faktor penting partai politik dalam mencalonkan para calegnya.<ref>{{Cite web|url=https://mediaindonesia.com/read/detail/184416-formappi-bacaleg-dpr-ri-di-pileg-2019-masih-jabodetabek-sentris|title=Formappi: Bacaleg DPR RI di Pileg 2019 Masih Jabodetabek Sentris|last=developer|first=mediaindonesia com|date=2018-09-14|website=mediaindonesia.com|language=id|access-date=2020-02-11}}</ref> Perempuan dalam DPR juga disebut Jakartasentris karena kebanyakan anggotanya adalah warga Jabodetabek, minim mewakili daerah.<ref>{{Cite web|url=https://rmol.id/read/2013/07/01/116763/|title=Mayoritas Orang Jakarta, Caleg Perempuan DPR RI Belum Representasikan Daerah|website=Rmol.id|language=id|access-date=2020-02-11}}</ref>
 
== Pencegahan ==