Zipora: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
k
←Suntingan 103.105.28.171 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Baloo Official
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
k (←Suntingan 103.105.28.171 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Baloo Official)
Tag: Pengembalian
 
== Pertemuan dengan Musa ==
[[Musa]] melarikan diri ke tanah Midian dari Mesir ketika berusia 40 tahun, setelah membunuh seorang Mesir untuk membela orang Ibrani yang disiksa.<ref>{{Alkitab|Keluaran 2:11-15}}</ref> Sesampai di Midian, Musa duduk di tepi sebuah sumur. Imam di Midian mempunyai 7 putri yang saat itu datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. Datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong perempuan-perempuan itu melawan para gembala dan memberi minum kambing domba mereka. Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." Musa bersedia tinggal di rumah itu. Lalu Rehuel memberikan Zipora, anaknya, kepada Musa sebagai istrinya.<ref>{{Alkitab|Keluaran 2:15-21}}</ref> Zipora melahirkan untuk Musa putra sulungnya, [[Gersom bin Musa|Gersom]] (dinamakan oleh Musa demikian karena Musa berkata: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."),<ref>{{Alkitab|Keluaran 2:22}}; {{Alkitab|Keluaran 18:3}}</ref> dan yang seorang lagi bernama [[Eliezer bin Musa|Eliezer]], sebab kata Musa: "Allah bapaku adalah penolongku dan telah menyelamatkan aku dari pedang Firaun."<ref>{{Alkitab|Keluaran 18:4}}</ref> Musa hidup menggembalakan kambing domba mertuanya selama 40 tahun.<ref>{{Alkitab|Keluaran 3:1}}</ref>
 
== Perjalanan ke Mesir ==
Setelah berjumpa dengan TUHAN dalam bentuk semak duri yang menyala tetapi tidak terbakar, Musa disuruh TUHAN kembali ke Mesir.<ref>{{Alkitab|Keluaran 3:3-4}}</ref> Musa berkata kepada Yitro, mertuanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat."<ref>{{Alkitab|Keluaran 4:18}}</ref> Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya.<ref>{{Alkitab|Keluaran 4:20}}</ref> Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.<ref>{{Alkitab|Keluaran 4:24-26}}</ref> Tidak dijelaskan apa yang terjadi kemudian, tetapi dari catatan selanjutnya, diduga bahwa Zipora disuruh Musa pulang membawa kembali anak-anaknya ke Midian,<ref>{{Alkitab|Keluaran 18:2}}</ref> sedangkan Musa meneruskan perjalanan ke Mesir dan bertemu dengan Harun di tengah jalan.<ref>{{Alkitab|Keluaran 4:27}}</ref>