Terminal Lebak Bulus: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Gilang Bayu Rakasiwi (bicara | kontrib)
Huda Mahardhika (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 21:
kawasan Lebak Bulus akhirnya terpilih dan mencalonkan diri. Peletakan batu pertama pembangunan Terminal bus di kawasan Lebak Bulus diresmikan pada tanggal [[25 Oktober]] [[1984]], oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu.
 
Terminal Bus di Kelurahan Lebak Bulus dibangun pada tahun [[1984]] di lahan eks pemukiman kumuh Kampung Lebak Bulus (yakni RW 01, 02, 03, 05 dan 06), yakni pusat pemerintahan dipindahkan ke Kampung Kedung Mulya yang dibongkar pada tanggal [[5 September]] [[1984]] seluas 52,9 ha (52.900 m<sup>2</sup>) dan diresmikan pada awal tahun [[1990-an]] oleh Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, [[Wiyogo Atmodarminto]]. Setelah Terminal bus Ciputat dibangun pada tahun [[1984]] dan diresmikan tahun [[1989]] oleh Bupati KDH Tk. II Tangerang dan Gubernur KDH Tk. I Jawa Barat yang saat itu dan Terminal bus Ciledug dibangun tahun [[1981]] dan diresmikan tahun [[1987]] oleh Wali kota administratif Tangerang dan Gubernur KDH Tk. I Jawa Barat yang saat itu. Berikut adalah 10 [[terminal bus]] di [[Jabodetabek]] yang diresmikan tahun [[1991]], yakni:
* [[Terminal Sentul]], di wilayah [[Kabupaten Bogor]]
* [[Terminal Cijayanti]], di wilayah [[Kabupaten Bogor]]