Pertempuran Genter: Perbedaan revisi

35 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
 
==Sejarah==
Dari abad ke 8 hingga 12, pulau Jawa diperintah oleh sejumlah raja dan keluarga bangsawan. Di bagian timur pulau itu, negara-negara feodal yang berpusat pada pertanian (yaitu penguasa [[wangsa Sailendra}|Sailendra]], [[Kerajaan Kediri|Kediri]], [[Kerajaan Singasari|Tumapel]], dan [[Kerajaan Majapahit|Majapahit]]) secara berangsur-angsur memperebutkan tanah yang subur untuk menanam [[padi]]. Pada awal abad ke-13, para pejuang ini ditantang oleh munculnya kekuatan politik baru di wilayah tersebut.<ref>Komandoko, Gamal (2010). Student and General Encyclopedias . Widyatama Library. {{ISBN|9789796103713}}.</ref> Penantang ini datang dalam bentuk [[Ken Arok]], seorang kepala desa yang menjadi petani yang berupaya meningkatkan kekuatan politiknya; kemudian cerita rakyat Jawa yang mengelilingi sosok itu melambungkan nama Arok serta memiliki ambisi pribadi yang besar.<ref name=":1">{{Cite web|url=http://www.eastjava.com/books/majapahit/html/dynasty.html|title=Majapahit Story : The History Of Rajasa Dinasty|last=Kingdom|first=Majapahit|website=www.eastjava.com|access-date=2018-11-06}}</ref> Arok berhasil menyejajarkan desanya dengan kadipaten Tumapel yang berada di bawah kekuasaan [[Kerajaan Kediri]]. Ken Arok berhasil menjadi penasihat penting pemimpin (akuwu) Tumapel saat itu, [[Tunggul Ametung]]. Setelah serangkaian intrik, Arok akuwu Tumapel setelah membunuh si pembunuh Tunggul. Beberapa sumber cerita berspekulasi bahwa Arok yang mengatur aksi pembunuhan terhadap Tunggul Ametung. <ref name=":1" /><ref>"Southeast Asia: A Historical Encyclopedia, From Angkor Wat to East Timor (3 Volume Set)" by Keat Ooi. {{ISBN|1576077705}}</ref>
 
Setelah menggantikan Ametung sebagai penguasa Tumapel, Arok mulai mengkonsolidasikan kekuatan militer dan politiknya untuk berperang melawan Kerajaan Kediri, saingan lama Tumapel. Raja Kediri, [[Kertajaya]], juga mengerahkan pasukannya dan bersiap untuk bertemu Arok dalam pertempuran. Puncaknya terjadi pada tahun 1221 atau 1222 di tempat yang disebut Genter (juga disebut Ganter) di Kediri timur.<ref name=":0">{{Cite book|url=https://books.google.com/books?id=YcuhCgAAQBAJ&pg=PA238&lpg=PA238&dq=Battle+of+Genter+indonesia&source=bl&ots=Q2bM06hJkp&sig=hUKRvrtPQRRBxYiXtmYRHkMjaek&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjJhobZy77eAhVl7YMKHUX6Am4Q6AEwCnoECAQQAQ#v=onepage&q=Battle%20of%20Genter%20indonesia&f=false|title=Historical Dictionary of Indonesia|last=Kahin|first=Audrey|date=2015-10-29|publisher=Rowman & Littlefield|isbn=9780810874565|language=en}}</ref> Selama pertempuran, Arok berhasil mengalahkan Kertajaya (baik dengan membunuhnya atau memaksanya untuk menyerah), menyebabkan kekalahan pasukan Kediri.<ref name=":2">[[Georges Coedès|Cœdès, George]] (1968). ''The Indianized states of Southeast Asia''. University of Hawaii Press. {{ISBN|9780824803681}}. pp. 185–187,199</ref><ref>{{Cite web|url=http://www.eastjava.com/tourism/kediri/history.html|title=History Of Kediri Regency - Kediri History|website=www.eastjava.com|language=en|access-date=2018-11-06}}</ref>
 
Pertempuran yang terjadi di Genter menandai berakhirnya Kerajaan Kediri.<ref name=":2" /> Di pihak lawan, kemenangan pasukannya di Pertempuran Genter memungkinkan Arok untuk membangun garis kerajaannya sendiri; garis keturunan ini menjadi [[wangsa Rajasa]], yang kemudian memerintah [[Kerajaan Singasari]].<ref name=":0" />
 
== Referensi ==
2.651

suntingan