Penyakit jembrana: Perbedaan revisi

1.078 bita ditambahkan ,  23 hari yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
=== Pengujian laboratorium ===
Spesimen yang dapat diambil untuk pengujian laboratorium yaitu [[serum darah|serum]] untuk uji serologi, serta [[darah]] dengan [[antikoagulan]] atau spesimen limpa segar dingin untuk uji [[reaksi berantai polimerase]] (PCR).{{sfn|Dirkeswan|2015|p=23}} Untuk pemeriksaan [[histopatologi]], spesimennya dapat berupa limpa, kelenjar getah bening, [[hati]], [[ginjal]], [[otak]], [[paru-paru]], dan [[kelenjar adrenal]] yang diawetkan dengan [[formalin]].{{sfn|Dirkeswan|2015|p=23}} Uji serologi dapat berupa [[ELISA]] untuk mendeteksi [[antibodi]] dan [[blot Western]].{{sfn|Dirkeswan|2015|p=20}} Karena [[antigen]] yang digunakan dalam uji ELISA mampu bereaksi silang dengan [[Lentivirus]] lainnya, maka uji ELISA jembrana memiliki spesifisitas yang rendah walaupun sensitivitasnya tinggi.{{sfn|Dirkeswan|2015|p=20}} Uji [[imunohistokimia]] digunakan untuk melihat perubahan warna pada sel terinfeksi, sedangkan uji biologis dengan menyuntikkan spesimen pada sapi bali yang peka merupakan uji diagnostik yang paling tepat.{{sfn|Dirkeswan|2015|p=21}}{{sfn|Dirkeswan|2015|p=22}} Di Indonesia, laboratorium referensi untuk diagnosis penyakit jembrana adalah [[Balai Besar Veteriner Denpasar]].{{sfn|Dirkeswan|2015|p=23}}
 
== Pencegahan ==
Pencegahan penyakit jembrana dilakukan dengan pemberian [[vaksin]]. Vaksin yang digunakan berasal dari inaktivasi suspensi limpa yang mengandung virus.<ref name=JDVet>{{cite web|title=Vaksin JDVet|url=http://pusvetma.ditjenpkh.pertanian.go.id/main.php?page=detail_produk&id=22|website=Pusvetma|accessdate=26 Januari 2020}}</ref> Dosis yang diberikan sebanyak 3 ml/ekor secara [[intramuskuler]] dengan pemberian awal sebanyak dua kali berturut-turut dengan interval satu bulan, lalu selanjutnya diulang setiap tahun.<ref name=JDVet/> Sebuah studi pada tahun 2015 menyatakan bahwa pemberian vaksin belum mampu memberikan perlindungan terhadap infeksi eksperimental.{{sfn|Agustini dkk.|2015}}
 
== Catatan kaki ==
'''Jurnal'''
{{refbegin}}
* {{Cite journal|last=Agustini|first=N.L.P.|last2=Tenaya|first2=I.W. Masa|last3=Supartika|first3=I.K.E.|title=Uji Efikasi Vaksin Jembrana|date=Juni 2015|url=http://bbvdps.ditjenpkh.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2015/11/UJI-EFIKASI-VAKSIN-JEMBRANA.pdf|journal=Buletin Veteriner BBVet Denpasar|volume=XXVII|issue=86|issn=0854-901X|ref={{sfnref|Agustini dkk.|2015}}}}
* {{Cite journal|last=Kusumawati|first=Asmarani|last2=Wanahari|first2=Tenri Ashari|last3=Putri|first3=Rizqa Febriliany|last4=Untari|first4=Tri|last5=Hartati|first5=Sri|last6=Mappakaya|first6=Basofi Ashari|last7=Putro|first7=Prabowo Purwono|date=30 Desember 2014|year=|title=Clinical and Pathological Perspectives of Jembrana Disease Virus Infection: A Review|url=http://www.biotech-asia.org/absdoic.php?snoid=1509|journal=Biosciences Biotechnology Research Asia|language=|volume=11|issue=3|pages=1221–1225|doi=10.13005/bbra/1509|issn=0973-1245|ref={{sfnref|Kusumawati dkk.|2014}}}}
* {{Cite journal|last=Soeharsono|first=S.|last2=Hartaningsih|first2=N.|last3=Soetrisno|first3=M.|last4=Kertayadnya|first4=G.|last5=Wilcox|first5=G. E.|year=1990|title=Studies of experimental Jembrana disease in Bali cattle. I. Transmission and persistence of the infectious agent in ruminants and pigs, and resistance of recovered cattle to re-infection|url=https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S002199750880134X?via%3Dihub|journal=Journal of Comparative Pathology|volume=103|issue=1|pages=49–59|doi=10.1016/s0021-9975(08)80134-x|issn=0021-9975|pmid=2394846|ref={{sfnref|Soeharsono dkk.|1990}}}}
3.229

suntingan