Lidah buaya: Perbedaan revisi

1.606 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
 
Senyawa [[aloin]] yang dihasilkan sebagian spesies ''Aloe'' merupakan bahan umum dalam pencahar yang dijual bebas di Amerika Serikat hingga tahun 2002. Pada tahun tersebut, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|Badan Pengawas Obat dan Makanan]] AS melarang bahan tersebut karena perusahaan-perusahaan produsennya tidak menyediakan data keselamatan yang cukup.<ref name=nih/><ref>{{cite journal | title = Status of certain additional over-the-counter drug category II and III active ingredients. Final rule | journal = Fed Regist | volume = 67 | issue = 90 | pages = 31125–7 | year = 2002 | pmid = 12001972 | author1 = Food Drug Administration | first1 = HHS }}</ref> Lidah buaya berpotensi memiliki sifat racun, dan pada dosis tertentu akan menghasilkan sifat racun terutama ketika ditelan.<ref name=nih/><ref name=drugs/><ref name="Expert Panel">{{cite journal |author=Cosmetic Ingredient Review Expert Panel | title = Final Report on the Safety Assessment of Aloe Andongensis Extract, Aloe Andongensis Leaf Juice, Aloe Arborescens Leaf Extract, Aloe Arborescens Leaf Juice, Aloe Arborescens Leaf Protoplasts, Aloe Barbadensis Flower Extract, Aloe Barbadensis Leaf, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Aloe Barbadensis Leaf Polysaccharides, Aloe Barbadensis Leaf Water, Aloe Ferox Leaf Extract, Aloe Ferox Leaf Juice, and Aloe Ferox Leaf Juice Extract |url=http://gov.personalcarecouncil.org/ctfa-static/online/lists/cir-pdfs/pr274.pdf | journal = Int. J. Toxicol. | volume = 26 | issue = Suppl 2 | pages = 1–50 | year = 2007 | pmid = 17613130 | doi = 10.1080/10915810701351186 }}</ref> Sifat racun ini dapat dikurangi saat senyawa aloin dipisahkan saat pengolahan, yang terjadi ketika warna lidah buaya dihilangkan. Terdapat bukti kuat bahwa konsumsi ekstrak lidah buaya berlebihan meningkatkan aktivitas [[karsinogen]] (pembentukan [[tumor]]) pada tikus percobaan, tetapi efek ini tidak terjadi pada ekstrak yang warnanya dihilangkan. Lidah buaya yang dikonsumsi dengan cara ditelan juga dapat mengurangi kadar gula darah, menyebabkan [[kram]] perut, diare, dan hepatis akut, tetapi bukti efek-efek ini masih belum pasti.<ref name=nih/> Menurut NIH, penggunaan ekstrak lidah buaya dengan cara dioles kemungkinan besar aman.<ref name=nih/>
 
=== Pengobatan tradisional ===
Lidah buaya digunakan dalam berbagai ilmu [[pengobatan tradisional]] untuk mengobati kulit. Catatan sejarah terawal penggunaan lidah buaya terdapat di [[Papirus Ebers]] dari Mesir abad ke-16 SM.<ref name="Barcroft"/>{{rp|18}} Pada abad ke-1 M, penggunaannya dicatat dalam ''De Materia Medica'' karya tabib Yunani [[Pedanius Dioskorides]], dan ''[[Naturalis Historia]]'' karya penulis Romawi [[Plinius Tua]].<ref name="Barcroft"/>{{rp|20}} Di [[Bizantium]] abad ke-6 M, penggunaan tanaman ini dicatat dalam [[Juliana Anicia Codex]].<ref name="Reynolds">Reynolds, Tom (Ed.) (2004) ''Aloes: The genus Aloe (Medicinal and Aromatic Plants - Industrial Profiles''. CRC Press. {{ISBN|978-0415306720}}</ref>{{rp|9}} Dalam pengobatan [[Ayurweda]] tumbuhan ini disebut ''kathalai'' (sama dengan tumbuhan [[agave]]). <ref>Quattrocchi, Umberto (2012) ''CRC World Dictionary of Medicinal and Poisonous Plants: Common Names, Scientific Names, Eponyms, Synonyms, and Etymology'' (5 Volume Set) CRC Press. {{ISBN|978-1420080445}}</ref>{{rp|196 (lidah buaya)}}{{rp|117 (agave)}}
 
=== Produk lain ===
Lidah buaya digunakan dalam produk [[Tisu|tisu wajah]] dan dipromosikan sebagai pelembap dan anti-radang untuk hidung. Perusahaan-perusahaan kosmetik menambahkan getah lidah buaya atau bahan-bahan turunan lainnya dalam produk-produk seperti ''makeup'', tisu, pelembap, sabun, [[tabir surya]], [[krim cukur]], dan [[sampo]].<ref name="Reynolds"/> Sebuah tinjauan akademis menunjukkan bahwa bahan-bahan lidah buaya ditambahkan karena efeknya sebagai pelembap dan pelunak.<ref name="Eshun"/>
 
== Referensi ==