Filsafat abad ke-19: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
(Text added & edited)
 
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Pada [[abad ke-19]], filosofi [[Zaman Pencerahan]] mulai memiliki efek dramatis, karya-karya terkenal para [[filsafat|filsuf]] seperti [[Immanuel Kant]] dan [[Jean-Jacques Rousseau]] mempengaruhi generasi pemikir baru. Pada akhir abad ke-18 sebuah gerakan yang dikenal sebagai [[Romantisisme]] dimulai, aliran ini adalah emosi yang kuat sebagai pengalaman autentik yang bukan dari estetika, menempatkan penekanan baru pada emosi seperti rasa takut, ngeri dan teror serta kekaguman. Ide-ide kunci yang memicu perubahan dalam filsafat adalah kemajuan sains yang cepat: [[evolusi]], sebagaimana didalilkan oleh [[Lucilio Vanini|Vanini]], [[Denis Diderot|Diderot]], [[James Burnett, Lord Monboddo|Lord Monboddo]], [[Erasmus Darwin]], [[Jean-Baptiste Lamarck|Lamarck]], [[Johann Wolfgang von Goethe|Goethe]], dan [[Charles Darwin]], dan apa yang sekarang disebut urutan [[Emergence|emergent]], seperti [[pasar bebas]] yang dikatakan [[Adam Smith]] di dalam suatu negara. Tekanan [[egalitarianisme]], dan perubahan yang lebih cepat memuncak pada periode revolusi dan turbulensi yang menyaksikan filosofi juga berubah.
 
[[Auguste Comte]], yang mengklaim dirinya sendiri sebagai pendiri [[sosiologi|sosiologi modern]], mengemukakan pandangan bahwa pengaturan yang ketat atas pengamatan yang dapat dikonfirmasikan saja harus merupakan bidang ilmu pengetahuan manusia. Dia berharap dapat mengatur ilmu-ilmu dalam peningkatan tingkat kompleksitas mulai dari matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, hingga disiplin ilmu baru yang disebut "sosiologi", yang merupakan studi tentang "dinamika dan statika masyarakat".<ref>Comte, Auguste. ''Course on Positive Philosophy''.</ref>
 
== Referensi ==