Provinsi Timur Laut (Kenya): Perbedaan revisi

k
Bot: Perubahan kosmetika
(Text added & edited)
 
k (Bot: Perubahan kosmetika)
'''Provinsi Timur Laut''' (dalam [[bahasa Inggris]]: '''North Eastern Province''' ({{lang-so|Gobolka Woqooyi Bari}}) adalah salah satu bekas [[provinsi]] di [[Kenya]], dengan luas 127.358,5 km² dan beribu kota di [[Garissa]]. Sebelumnya dikenal sebagai '''Northern Frontier District''' (NFD). Wilayah ini dipisah dari Kenya menjadi bagian dari [[Somalia]] selatan sejak masa [[kolonialisme|kolonial]] tahun 1925<ref name="Ospftf"/> hingga saat ini,<ref name="Ospftf">{{cite book|last=Osman|first=Mohamed Amin AH|title=Somalia, proposals for the future|year=1993|publisher=SPM|pages=1–10|url=https://books.google.com/books?id=iSsOAQAAMAAJ}}</ref> yang secara historis memang telah dihuni secara eksklusif oleh etnis [[Somalia]] yang ada di Kenya.<ref name="Howard">Rhoda E. Howard, ''Human Rights in Commonwealth Africa'', (Rowman & Littlefield Publishers, Inc.: 1986), p.95</ref><ref name="Jejsnjsj">{{cite book|author=William T. Pink, George W. Noblit|title=International Handbook of Urban Education|publisher=Springer Science & Business Media|pages=130|url=https://books.google.com/books?id=4KrqX2WEokcC&}}</ref>
 
Pada saat masih di bawah administrasi kolonial Inggris, bagian utara Jubaland diserahkan kepada [[Italia]] sebagai "hadiah" atas dukungan Italia terhadap Sekutu selama [[Perang Dunia I]].<ref name="Oliver">{{cite book |last=Oliver |first=Roland Anthony |title=History of East Africa, Volume 2 |year=1976 |publisher=Clarendon Press |page=7 |url=https://books.google.com/books?id=pGkMAQAAIAAJ}}</ref> Inggris tetap memegang kendali setengah dari bagian selatan wilayah tersebut, yang saat itu dinamakan '''Northern Frontier District''' (NFD), kemudian diubah menjadi '''North Eastern Province'''.<ref name="Ospftf"/>
 
Pada tanggal 26 Juni 1960, empat hari sebelum memberikan kemerdekaan [[Somaliland Britania]], pemerintah Inggris menyatakan bahwa semua wilayah yang dihuni Somalia di Afrika Timur, [[Somalia Raya]] harus disatukan dalam satu wilayah administratif. Namun, setelah pembubaran bekas jajahan Inggris di wilayah tersebut, Inggris menyerahkan administrasi NFD kepada kaum nasionalis Kenya, kendati ada plebisit informal yang menunjukkan keinginan luar biasa dari penduduk kawasan tersebut untuk bergabung dengan [[Somalia|Republik Somalia]] yang baru dibentuk,<ref>David D. Laitin, ''Politics, Language, and Thought: The Somali Experience'', (University Of Chicago Press: 1977), p.75</ref> dan fakta bahwa wilayah NFD hampir secara eksklusif dihuni oleh etnis Somalia.<ref name="Vallat">Francis Vallat, ''First report on succession of states in respect of treaties: International Law Commission twenty-sixth session 6 May-26 July 1974'', (United Nations: 1974), p.20</ref>
 
== Ekonomi ==