Stasiun Yogyakarta: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
k (Layanan papasan dan persusulan KA di stasiun)
Stasiun ini merupakan contoh stasiun berperon pulau dengan dua kepemilikan, yaitu untuk sisi selatan milik [[Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij]] (NIS) dengan lebar sepur 1.435&nbsp;mm, sedangkan yang sisi utaranya milik [[Staatsspoorwegen]] (SS) dengan lebar sepur 1067&nbsp;mm. NIS dan SS saling berbagai tanah untuk jalur kereta api Jogja-Solo.<ref>[http://aabandema.blogspot.com/2014/08/gauge-di-indonesia.html Gauge di Indonesia]</ref>
 
Dahulu di stasiun ini terdapat dua percabangan jalur di sisi barat stasiun yang saat ini sudah dinonaktifkan semua. Jalur pertama ke utara menuju [[Stasiun Magelang Kota|Magelang]] dan berakhir di [[Parakan,Stasiun TemanggungParakan|Parakan]]. Bekas jalur Jogja-Magelang ini dapat dilihat di beberapa tempat di Jalan Tentara Pelajar, [[Kota Yogyakarta|Yogyakarta]]. Jalur ini juga bercabang di [[Stasiun Secang, Magelang|Secang]] menuju [[Museum Kereta Api Ambarawa]] melalui [[Tuntang,Stasiun SemarangTuntang|Tuntang]] hingga berakhir di [[Stasiun Kedungjati|Kedungjati]] yang kini juga dinonaktifkan. Jalur yang kedua, ke arah selatan menuju [[Stasiun Palbapang, Bantul, Bantul|Palbapang]] di [[Kabupaten Bantul]]. Bekas jalur ini juga masih terlihat di beberapa tempat, salah satunya adalah yang sekarang menjadi lapangan parkir di sisi barat laut [[Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat|Keraton Yogya]].
 
== Bangunan dan tata letak ==
Pengguna anonim