Maria Magdalena: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
kTidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 285:
Pada masa Kontra Reformasi dan zaman Barok (akhir abad ke-16 dan abad ke-17), embel-embel "yang menjalani laku silih" ditambahkan pada keterangan mengenai Maria Magdalena pada hari peringatannya, tanggal 22 Juli. Embel-embel ini belum ditambahkan ketika Gereja Katolik masih menggunakan [[Kalender Tridentina]] tahun 1569, dan sudah tidak didapati lagi dalam [[Kalender Gereja Roma]] saat ini. Saat ditambahkan, embel-embel ini terus melekat sampai dengan terbitnya Kalender Gereja Roma tahun 1960.{{sfn|Rose|2006}} Bacaan injil untuk tanggal 22 Juli dalam [[Misa Tridentina]] terambil dari {{Alkitab|Lukas 7:36–50}} (mengenai perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus), sementara dalam [[Misa]] [[Ritus Romawi]] sekarang ini terambil dari {{Alkitab|Yohanes 20:1–2, 11–8}} (perjumpaan Maria Magdalena dan Yesus pascakebangkitan).{{sfn|Kasten|2007}}{{sfn|Rivera|2003}}{{sfn|McLaughlin|2003}}
 
[[Berkas:The Holy Women at the Sepulchre by Peter Paul Rubens.jpg|jmpl|''[[Ketiga Maria]] di kubur Yesus'' karya [[Peter Paul Rubens]], yang berbaju merah adalah Maria Magdalena.]]
 
Menurut [[Darrell Bock]], gelar ''apostola apostolorum'' mula-mula muncul pada abad ke-10,{{sfn|Bock|2004|pages=143–144}} tetapi Katherine Ludwig Jansen mengemukakan bahwa ia tidak mendapati penyebutannya sebelum abad ke-12, manakala gelar ini sudah lumrah dijumpai di mana-mana.{{sfn|Jansen|2000|page=63}} Katherine Ludwig Jansen mengedepankan [[Hugues dari Kluni|Hugo dari Cluny]] (1024–1109), [[Petrus Abelardus]] (1079–1142), dan [[Bernardus dari Clairvaux]] (1090–1153) sebagai tiga tokoh utama di antara sekian banyak orang yang menyandangkan gelar ''apostolorum apostola'' (rasul para rasul) pada Maria Magdalena. Jane Schaberg menambahkan [[Goffridus dari Vendôme]] (''[[circa|ca.]]'' 1065/1070–1132).{{sfn|Schaberg|2004|p=88}}