Stasiun Rewulu: Perbedaan revisi

5 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
k
Penomoran jalur KA TIDAK menggunakan angka romawi, namun hanya pakai angka biasa
k (Penomoran jalur KA TIDAK menggunakan angka romawi, namun hanya pakai angka biasa)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
| letak = km 533+674 lintas [[Stasiun Bogor|Bogor]]-[[Stasiun Bandung|Bandung]]-[[Stasiun Banjar|Banjar]]-[[Stasiun Kutoarjo|Kutoarjo]]-[[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]]
| alamat = Jalan Stasiun Rewulu
| track = 5 (jalur I1 dan II2: jalursepur lurus)
| platform = Satu peron sisi yang agak tinggi
| persinyalan = Elektrik tipe [[Westinghouse Rail Systems]]' ''Train Radio and Advanced Control'' (Westrace)<ref name=susanti>{{cite thesis |last= Susanti|first=D.M. |date=Januari 2008 |title=Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) |type=S2 |chapter= |publisher=Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung |docket= |oclc= |access-date=}}</ref>
'''Stasiun Rewulu (RWL)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦉꦮꦸꦭꦸ}}, ''Sêtasiyun Rewulu'') merupakan [[stasiun kereta api]] barang kelas I yang terletak di [[Argomulyo, Sedayu, Bantul]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +88 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]].
 
Awalnya, stasiun ini memiliki total empat jalur kereta api dengan jalur II2 merupakan jalursepur lurus, ditambah satu jalur simpang dari jalur 4 menuju [[depot minyak|depot BBM]] [[Pertamina]] yang terletak 1 [[kilometer]] di selatan stasiun, melewati perkampungan hingga masuk depot. Jalur IV4 ini berakhir buntu di dipo gerbong yang terletak di sebelah barat daya stasiun.<ref>Lampiran SK Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK/02/DJKA/K.2/01/06</ref> Semenjak beroperasinya [[jalur ganda]] di lintas Kutoarjo–Yogyakarta pada tahun 2006–2007, tata letak stasiun ini diubah menjadi lima jalur dengan jalur I1 dan II2 sebagai jalur lurus, dengan jalur II2 eksisting dijadikan jalur hulu arah Yogyakarta, sedangkan jalur I1 dijadikan jalur lurus arah hilir (Kutoarjo). Selain itu, jalur menuju depot minyak Pertamina terhubung secara langsung dengan jalur 5 setelah jalur ganda tersebut selesai.<ref>{{Cite news|url=https://nasional.tempo.co/read/108335/jalur-rel-ganda-kutoarjo-yogya-solo-dioperasikan|title=Jalur Rel Ganda Kutoarjo-Yogya-Solo Dioperasikan|date=2007-09-25|newspaper=Tempo|language=id-ID|access-date=2018-02-17}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://news.detik.com/berita/d-834636/jalur-ganda-yogya-kutoarjo-dapat-dioperasikan-saat-lebaran|title=Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran|website=detiknews|access-date=2019-07-08}}</ref>
 
Gaya bangunan stasiun mirip dengan yang ada di [[Stasiun Bantul]], [[Stasiun Palbapang|Palbapang]], [[Stasiun Winongo|Winongo]], [[Stasiun Kedundang|Kedundang]], [[Stasiun Sukoharjo|Sukoharjo]], maupun [[Stasiun Wojo|Wojo]], antara lain berupa [[ventilasi]] bulat berterali besi kotak-kotak. Dahulu pernah dibuat percabangan dengan lebar sepur ''decauville'' (lebar sepur untuk lori) ke Pabrik Gula Rewulu, tetapi PG tersebut bangkrut sehingga percabangannya pun dihilangkan.
28

suntingan