Stasiun Geneng: Perbedaan revisi

1.268 bita dihapus ,  4 bulan yang lalu
Update pasca jalur ganda Geneng-Kedungbanteng aktif per 30 November 2019.
(Update pasca jalur ganda Geneng-Kedungbanteng aktif per 30 November 2019.)
| operator = [[Daerah Operasi VII Madiun]]
| class = III/kecil
| track = 4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
* jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Solo
* jalur 3: sepur raya jalur tunggal dari arah Solo dan sepur lurus jalur ganda arah Madiun
| platform = 3 (satu peron sisi yang cukup tinggi dan dua peron pulau yang agak rendah)
| musala =
'''Stasiun Geneng (GG)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦒꦼꦤꦼꦁ}}, ''Sêtasiyun Geneng'') adalah [[stasiun kereta api]] kelas III/kecil yang terletak di [[Tepas, Geneng, Ngawi]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +53 m ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VII Madiun]] dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling selatan dan timur di [[Kabupaten Ngawi]].
 
Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting merupakan sepur lurus. Setelah [[jalur ganda]] dioperasikan pada segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga [[Stasiun Babadan]] per 16 Oktober 2019,<ref>{{Cite web|url=https://surabayainside.com/jalur-ganda-di-madiun-siap-dilalui-ka/|title=Jalur Ganda di Madiun Siap Dilalui KA|date=2019-10-15|website=Surabayainside.com|language=id-ID|access-date=2019-10-16}}</ref> dan kemudian hingga [[Stasiun Kedungbanteng]] per 30 November 2019, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru dijadikan sebagai sepur lurus jalurhanya ganda dan juga sepur raya [[jalur tunggal]]untuk arah [[Stasiun Solo Balapan|Solo]] saja, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus jalurhanya gandauntuk arah [[Stasiun Madiun|Madiun]], serta jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4 yang memiliki percabangan daridi sisi tenggaranya sebagai [[sepur badug]] baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.
 
Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani. Kini stasiun ini hanya melayani persusulan antarkereta api saja.
Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja, bukan untuk menaikturunkan penumpang. Persilangan dan persusulan yang dilayani secara resmi berdasarkan Gapeka 2017 revisi 16 Oktober 2019 adalah:
 
SehubunganTerkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan [[Jawa]], stasiunsaat ini akansedang menggunakandibangun bangunanjalur baruganda yangdari terletakSolo diBalapan sebelahhingga bangunan[[Stasiun lama.Kertosono|Kertosono]] Rencananyayang setelahdalam proyekperkembangan iniselanjutnya selesai,akan bangunansampai stasiundi lamaSurabaya. yangBangunan merupakanlama peninggalan ''[[Staatsspoorwegen]]'' akan segerasudah dirobohkandibongkar karena terkena pembangunan ulang eks sepur badug lama menjadi jalur 1 yang baru dan stasiundigantikan inidengan hanyabangunan akanbaru melayani persusulan antarkeretayang apilebih sajabesar.
*[[Kereta api Pasundan|KA Pasundan]] tujuan [[Stasiun Kiaracondong|Bandung]] (KA 179) bersilang dengan [[Kereta api Logawa|KA Logawa]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] bersambung [[Stasiun Jember|Jember]] (KA 188/189) yang melintas langsung
*[[Kereta api Jayakarta|KA Jayakarta Premium]] tujuan [[Stasiun Jakarta Kota|Jakarta]] (KA 7063D) bersilang dengan [[Kereta api Argo Wilis|KA Argo Wilis]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] (KA 6) yang melintas langsung
*[[Kereta api Brantas|KA Brantas Tambahan]] tujuan [[Stasiun Pasar Senen|Jakarta]] (KA 7031A) bersilang dengan [[Kereta api Pasundan|KA Pasundan]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] (KA 180) yang melintas langsung
*[[Kereta api Pasundan|KA Pasundan Tambahan]] tujuan [[Stasiun Kiaracondong|Bandung]] (KA 7035A) bersilang dengan [[Kereta api Sancaka|KA Sancaka]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya]] (KA 84) yang melintas langsung
*[[Kereta api Majapahit|KA Majapahit]] tujuan [[Stasiun Pasar Senen|Jakarta]] (KA 141) bersilang luar biasa dengan [[Kereta api Mantab|KA Mantab]] tujuan [[Stasiun Madiun|Madiun]] (KA 12948) yang melintas langsung
 
Sehubungan dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan [[Jawa]], stasiun ini akan menggunakan bangunan baru yang terletak di sebelah bangunan lama. Rencananya setelah proyek ini selesai, bangunan stasiun lama yang merupakan peninggalan ''[[Staatsspoorwegen]]'' akan segera dirobohkan karena terkena pembangunan ulang sepur badug lama menjadi jalur 1 yang baru dan stasiun ini hanya akan melayani persusulan antarkereta api saja.
 
== Galeri ==