Suku Mandar: Perbedaan revisi

33 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
←Suntingan 120.188.72.118 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Bagas Chrisara
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (←Suntingan 120.188.72.118 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Bagas Chrisara)
Tag: Pengembalian
|popplace=[[Sulawesi Barat]]: '''sekitar 569.322''' .{{br}} [[Sulawesi Selatan]]: '''489.986'''.{{br}} [[Kalimantan Selatan]]: '''49.322'''.{{br}} [[Kalimantan Timur]]: '''33.000'''.{{br}}
|langs=[[Mandar]], [[Bugis]] dan [[Indonesia]].
|rels=[[Islam]] (95%), [[Kristen Protestan]] (5%)
|related=[[Bugis]], [[Makassar]], [[Toraja]]
}}
Di kerajaan-kerajaan Hulu pandai akan kondisi pegunungan sedangkan kerajaan-kerajaan Muara pandai akan kondisi lautan. Dengan batas-batas sebelah selatan berbatasan dengan Kab. [[Pinrang]], [[Sulawesi Selatan]], sebelah timur berbatasan dengan Kab. [[Toraja]], [[Sulawesi Selatan]], sebelah utara berbatasan dengan [[Kota Palu]], [[Sulawesi Tengah]] dan sebelah barat dengan [[selat Makassar]].
 
Sepanjang sejarah kerajaan-kerajaan di Mandar, telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pejuang dalam mempertahankan tanah melawan penjajahan [[VOC]], Belanda seperti: Imaga Daeng Rioso, Puatta i sa'adawang, Maradia Banggae, Ammana iwewang, Andi Depu, meskipun pada akhirnya wilayah Mandar berhasil direbut oleh Belanda.
 
Dari semangat suku Mandar yang disebut semangat "Assimandarang" sehingga pada tahun 2004 wilayah Mandar menjadi salah satu provinsi yang ada di Indonesia yaitu provinsi [[Sulawesi Barat]].