Jusuf Wibisono: Perbedaan revisi

1.682 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{referensi}}
{{Infobox Officeholder
|honorific-prefix =
|imagesize =
|caption =
|officeoffice2 = Menteri Keuangan Republik Indonesia|Menteri Keuangan
|orderorder2 = Ke-7
|term_startterm_start3 = [[27 April]] [[1951]]
|term_endterm_end3 = [[3 April]] [[1952]]
|presidentpresident3 = [[Soekarno]]
|predecessor primeminister3 = [[SyafruddinSoekiman PrawiranegaraWirjosandjojo]]
|successor predecessor3 = [[SumitroSyafruddin DjojohadikusumoPrawiranegara]]
|term_start2successor3 = [[24Sumitro Maret]] [[1956Djojohadikusumo]]
|term_end2 term_start2 = [[924 April]]Maret [[1957]]1956
|term_end2 = 9 April 1957
|president2 = [[Soekarno]]
|primeminister2 = [[Ali Sastroamidjojo]]
|predecessor2 = [[Sumitro Djojohadikusumo]]
|successor2 = [[Sutikno Slamet]]
|children =
|residence =
|alma_mater = [[UniversitasRechtscoogeschool Padjadjaran]]te <br /> [[Vanderbilt University]]Batavia
|occupation =
|religion = [[Islam]]
}}
'''Jusuf Wibisono''' ([[1909|Magelang, 28 Februari 1909]] - [[15 Juni|Surabaya,15 Juni]] [[1982]]) adalah [[Menteripejabat Keuangan Republikpemerintahan Indonesia|Menteri. Keuangan]]Dia padapernah tahunmenjabat 1951-1952sebagai Menteri Keuangan pada [[Kabinet Sukiman-Suwirjo]] yangdan dipimpindipercayakan olehmenjabat Perdanadengan Menteriposisi [[Sukimanyang Wirjosandjojo]] serta pada tahun 1956-1957sama pada [[Kabinet Ali Sastroamidjojo II]] yang dipimpin oleh Perdana Menteri [[Ali Sastroamidjojo]].
 
==Latar Belakang==
Dia bersekeolah dan ulus tahun 1928 di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan melanjutkan ke Algemeene Middelbare School (AMS) di Bandung dan lulus tahun 1931. Melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Hukum (Rechtscoogeschool te Batavia) di Jakarta. Tahun 1937 melanjutkan pendidikan di tempat yang sama dan mendapatkan gelar Mr. (Meester in de Rechten) pada tahun 1941.<ref>Notodidjojo, S. Ilham. 1980. Jusuf Wibisono, karang di tengah gelombang. Gunung Agung: Tangerang</ref>
==Sebagai Menteri==
Perjalanan karirnya di Kementerian Keuangan dirintis sejak diangkat menjadi Menteri Keuangan di era Kabinet Sukiman-Suwirjo. Kebijakan yang dilakukan adalah menasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Sirkulasi. Pada tanggal 6 Desember 1951 disahkan Undang-undang (UU) mengenai Nasionalisasi De Javasche Bank resmi menjadi milik Indonesia.<ref>Korporasi Pegawai Perben. 2013. 67 Tahun Oeang Repoeblik Indonesia: Bertransformasi untuk melangkah ke masa depan bangsa yang gemilang.Kementerian Keuangan: Jakarta</ref> UU ini menyebabkan presiden De Javasche Bank, Dr. A. Houwink mengundurkan diri.
Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II (Ali II), ia dipercaya kembali sebagai Menteri Keuangan. Kebijakan yang dilakukan untuk menyukseskan program Kabinet Ali II di bidang ekonomi keuangan yaitu dengan memberi kuasa pada bank-bank swasta nasional yang dianggap mampu untuk memberi kredit pada pengusaha-pengusaha nasional dengan jaminan dari pemerintah. Selain itu, ia juga mengusahakan peningkatan mutu serta kesejahteraan para pegawai negeri dengan jalan merencanakan rasionalisasi dalam kalangan pegawai negeri dan melakukan penghematan pengeluaran negara. Kebijakan ini lebih dikenal dengan “pemribumian perekonomian”.<ref>Rupiah di tengah rentang sejarah : 45 tahun uang Republik Indonesia, 1946-1991. 1991. Departemen Keuangan</ref>
==Referensi==
{{reflist|2}}
== Pranala luar ==
 
{{kotak mulai}}
{{s-off}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Menteri Keuangan Republik Indonesia|Menteri Keuangan]]|pendahulu=[[Syafruddin Prawiranegara]]|pengganti=[[Sumitro Djojohadikusumo]]|tahun=[[27 April]] [[1951]]-[[3 April]] [[1952]]1951–1952}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Menteri Keuangan Republik Indonesia|Menteri Keuangan]]|pendahulu=[[Sumitro Djojohadikusumo]]|pengganti=[[Sutikno Slamet]]|tahun=[[24 Maret]] [[1956]]-[[9 April]] [[1957]]1956–1957}}
{{kotak selesai}}
 
458

suntingan