Lokomotif D301: Perbedaan antara revisi

3.259 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
Perbaikan pada deskripsi utama serta bagian sejarah, dan penambahan bagian "Preservasi". Selain itu, struktur isi artikel dibuat mirip dengan artikel lokomotif D 300.
k (Perubahan kosmetik tanda baca)
(Perbaikan pada deskripsi utama serta bagian sejarah, dan penambahan bagian "Preservasi". Selain itu, struktur isi artikel dibuat mirip dengan artikel lokomotif D 300.)
|uicclass=D'
|buildmodel = Krupp-M350D2
|firstrundate = 1962|totalproduction = 6080 unit|builddate = 1962-1963|powertogenerator = 305 hp|compressor = Erhand S Schmer Westinghouse ISO-105|fuelcap = 1.050 liter|lubecap = 90 liter|coolantcap = 225 liter|sandcap = 300 liter|adhesionweight = 28 ton|weightonready = 28 ton|couplerheight = 760 mm|height = 3.650 mm|distancebetweenpivots = -|distancebetweencouplers = 8.980 mm|railroad=[[PT Kereta Api Indonesia]]}}
'''Lokomotif''' '''D 301''' adalah [[lokomotif]] [[diesel hidraulik]] buatan pabrik Fried Krupp, [[Jerman]]. [[Lokomotif]] ini mulai dinas sejak 1962., Lokomotifdan lokomotif ini merupakan tipeadik keduadari setelahlokomotif [[D300|D 300]] yang memiliki model serupa dan diproduksi oleh pabrik yang sama. Lokomotif ini bergandar D', artinya lokomotif ini memiliki empat gandar penggerak.
 
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 hpHP. DLokomotif 301ini biasa digunakan untuk [[langsirLangsir|melangsir]] [[keretaKereta api penumpang|kereta penumpang]] ataupun [[keretaKereta api barang|kereta barang]]., Bergandardan D',sesekali yangmenarik artinyakereta memilikiapi empatjarak gandarpendek penggerak,apabila lokomotifdibutuhkan. DLokomotif 301ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 50 km/jam, meskipun seringkali dijalankan dengan kecepatan lebih rendah dari itu karena dinasan langsir pada umumnya dilakukan pada kecepatan rendah.
 
Lokomotif ini terdapat di berbagai [[dipo lokomotif]] dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari D 300, maka hampir seluruh dipo lokomotif di Pulau Jawa memiliki lokomotif D 301 sebagai lokomotif langsirnya.
 
== Sejarah ==
Sebanyak 80 unit<ref>{{Citation|title=D 301 80 Sub Dipo PK|url=https://www.flickr.com/photos/35948175@N08/4368619811/|date=2010-02-18|accessdate=2019-11-10}}</ref> lokomotif D 301 hadir di Indonesia pada tahun 1962 dan digunakan untuk langsiran seperti halnya lokomotif [[D300|D 300]]. Sejak awal dinasnya, lokomotif ini memang diutamakan untuk dinas [[Langsir|langsiran]] kereta api, menggantikan lokomotif uap kecil seperti [[C11]], [[C12]], [[C13]], [[C14]], dan [[C15]]. Kegiatan pelangsiran dipandu oleh juru langsir, dan dilakukan di wilayah stasiun atau di luar wilayah stasiun dengan mempertimbangkan tidak mengganggu perjalanan kereta api.
Sebanyak 80 unit D301 hadir di Indonesia pada tahun 1962 dan digunakan untuk langsiran seperti halnya [[D300]]. D301 pun berpengalaman untuk menarik kereta api campuran dengan 2 gerbong penumpang dan 3 gerbong barang rute [[Jalur kereta api Semarang Tawang-Demak|Semarang-Demak]], [[Jalur kereta api Rembang-Blora|Rembang-Blora]], [[Jalur kereta api Demak-Purwodadi|Demak-Purwodadi]]-[[Stasiun Gambringan|Gambringan]], [[jalur kereta api Yogyakarta-Palbapang|Yogyakarta-Bantul-Palbapang]], [[Jalur kereta api Yogyakarta-Secang|Yogyakarta-Magelang]], serta [[jalur kereta api Purwosari-Wonogiri|Purwosari-Wonogiri]].
 
Meskipun demikian, terkadang kereta api jarak pendek dengan kecepatan rendah juga ditarik oleh lokomotif ini. Lokomotif D 301 sangat optimal untuk berjalan di jalur rel ringan (tipe R25 atau R33), karena beban gandarnya lebih ringan, dan karena inilah lokomotif D 301 (bersama saudaranya, D 300), sering digunakan pada jalur cabang yang pada umumnya memiliki jalur rel ringan.
 
SebanyakLokomotif 80D unit301 D301pun hadir di Indonesia pada tahun 1962 dan digunakanberpengalaman untuk langsiranmenarik sepertikereta halnyaapi [[D300]].jarak D301pendek punpada berpengalamanjalur untukcabang, menarikdengan kereta api campuran denganantara 2 gerbongkereta penumpang dan 3 gerbong barang pada rute [[Jalur kereta api Semarang Tawang-Demak|Semarang-Demak]], [[Jalur kereta api Rembang-Blora|Rembang-Blora]], [[Jalur kereta api Demak-Purwodadi|Demak-Purwodadi]]-[[Stasiun Gambringan|Gambringan]], [[jalur kereta api Yogyakarta-Palbapang|Yogyakarta-Bantul-Palbapang]], [[Jalur kereta api Yogyakarta-Secang|Yogyakarta-Magelang]], serta [[jalur kereta api Purwosari-Wonogiri|Purwosari-Wonogiri]]. Lokomotif ini juga merupakan perintis modernisasi lokomotif di [[Madura]] hingga ditutup tahun 1987.
 
Batas kecepatan izin untuk langsiran dengan D 301 adalah 30 km/jam dan ketika melewati peron atau akan dirangkai kecepatannya harus dikurangi hingga 5 km/jam saja. Pada kegiatan langsiran pada malam hari (sekitar pukul 18.00 hingga 06.00) lampu lokomotif D 301 dinyalakan sebagai tanda lokomotif langsir.
 
Lokomotif ini serupa dengan saudaranya, [[Lokomotif D300|D 300]], namun memiliki perbedaan pada beratnya, yakni D 300 memiliki berat yang lebih berat, 34 ton. Untuk memperpanjang masa pakai lokomotif ini, lokomotif D 300 dan D 301 kemudian mengalami ''repowering'' pada tahun 1992.
 
Seiring waktu, karena keterbatasan suku cadang, ditambah dengan kebijakan PT KAI yang kini menggunakan lokomotif jalur utama seperti CC 201 dan CC 203 untuk membantu dinasan langsir, ikut menggeser lokomotif langsir seperti D 300, D 301, dan BB 300. Jumlah lokomotif D 301 pun semakin berkurang, meskipun karena jumlahnya yang banyak, pengurangan jumlahnya tidak begitu terasa seperti D 300.
 
Namun, pada akhirnya lokomotif D 301 pada akhirnya memiliki nasib yang lebih beruntung dari D 300 karena hingga kini masih digunakan untuk dinasan langsiran walaupun hanya dilakukan di dalam lingkungan Balai Yasa (bengkel kereta) seperti di Balai Yasa Manggarai dan Yogyakarta. Sementara 1 unit lokomotif yaitu D 301 24 beroperasi sebagai lokomotif penarik kereta wisata di [[Museum Kereta Api Ambarawa]].<ref>{{Cite web|url=https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/55394/locomotive-sunday-d-301-pelangsir-tangguh-yang-mulai-tergantikan|title=Locomotive Sunday: D 301, Pelangsir Tangguh yang Mulai Tergantikan|last=Aditya|first=Reza|date=2016-06-12|website=KAORI Nusantara|language=en-US|access-date=2019-11-10}}</ref>
Lokomotif ini juga merupakan perintis modernisasi lokomotif di [[Madura]] hingga ditutup tahun 1987 dan menjadi lokomotif untuk menarik [[kereta api barang]] di [[Jabodetabek]] hingga ditutup akibat banjir melanda [[Jabodetabek]] (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) pada pertengahan dekade [[1990-an]] dan [[Krisis finansial Asia 1997|Krisis ekonomi melanda Asia pada tahun 1997]] serta [[kereta api penumpang]] melayani rute [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]] - [[Kota Bogor|Bogor]] pp yang berhenti di beberapa [[stasiun kereta api]], termasuk [[Stasiun Tebet]] dan [[Stasiun Duren Kalibata]] hingga beralih ke [[Kereta rel listrik]] hibah dari negara [[Jepang]], [[Kereta rel listrik Toei seri 6000]] pada akhir dekade [[1990-an]]. Kecepatan izin lokomotif ini adalah 25 km/jam karena sering dijalankan di atas rel yang berdampingan dengan jalan raya. D301 sangat optimal untuk berjalan di jalur rel ringan (tipe R25 atau R33), karena beban gandarnya lebih ringan.
 
== Preservasi ==
Sekilas D301 memiliki rupa yang hampir sama dengan D300, tetapi berat lokomotif D301 lebih ringan yakni 28 ton, sedangkan D300 seberat 34 ton. Pada tahun 1992, diadakan ''repowering'' bersama D300 untuk memperpanjang masa pakai.
Lokomotif D 301 kini sudah ada beberapa unit yang dipreservasi, dengan jumlah yang cukup banyak untuk ukuran lokomotif diesel. Salah satu contohnya yaitu D 301 24 sebagai penarik kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa, menemani lokomotif D 300 23 yang memiliki tugas yang sama. Keduanya menggunakan livery kuning-hijau khas PJKA. Begitu juga dengan lokomotif D 301 28 yang menjadi sarana latih di Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Bekasi.<ref>{{Citation|title=Jalan jalan bawa Lokomotif D 301 28|url=https://www.youtube.com/watch?v=i2QZhGpit6w|accessdate=2019-11-10|language=id-ID}}</ref>
 
Selain unit yang masih bisa berjalan, ada juga lokomotif D 301 yang dipasang sebagai pajangan statis, seperti lokomotif D 301 22 di Stasiun Tugu Yogyakarta<ref>{{Cite web|url=https://redigest.web.id/2018/10/lokomotif-d-301-dijadikan-monumen-di-stasiun-yogyakarta/|title=Lokomotif D 301 Dijadikan Monumen di Stasiun Yogyakarta|last=Sulistyo|first=Bayu Tri|date=2018-10-24|website=Railway Enthusiast Digest|language=id-ID|access-date=2019-11-10}}</ref> dan D 301 59 di Stasiun Semarang Tawang.<ref>{{Cite web|url=https://www.ayosemarang.com/read/2019/03/27/38518/monumen-lokomotif-dan-dancing-fountain-percantik-kota-lama|title=Monumen Lokomotif dan Dancing Fountain Percantik Kota Lama|last=Network|first=Ayo Media|date=2019-03-27|website=AyoSemarang.com|language=id|access-date=2019-11-10}}</ref>
Saat ini D301 masih aktif digunakan untuk langsiran di beberapa stasiun, termasuk langsiran di [[Balai yasa|Balai Yasa Yogyakarta]].<ref>[http://heritage.kereta-api.co.id/?p=1493 Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur: Lokomotif D301]</ref>
 
== Data teknis ==
 
== Lihat pula ==
* [[D300|D 300]]
 
== Referensi ==
537

suntingan