Henk Sneevliet: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  15 tahun yang lalu
k
Ia juga kembali ke dalam kegiatan serikat buruh, menjadi anggota dari [[VSTP]], ''Vereeniging van Spoor- en Tramwegpersoneel'' (Serikat Buruh Kereta Api dan Trem), sebuah serikat buruh yang unik karena anggotanya terdiri atas orang-orang Belanda dan Indonesia. Berkat pengalamannya sebagai pemimpin buruh, ia segera berhasil mengubah serikat buruh yang masih agak moderat ini menjadi serikat buruh yang lebih modern dan agresif dengan sebagian besar anggotanya orang Indonesia. Serikat buruh ini kelak menjadi basis bagi gerakan komunis Indonesia.
 
ISDV sepenuhnya [[anti kapitalisme|anti kapitalis]] dan banyak melakukan agitasi terhadap rezim kolonial Belanda dan elit Indonesia yang mendapatkan hak-hak khusus. Ini menyebabkan banyak perlawanan terhadap ISDV dan Sneevliet sendiri, baik dari kalangan konservatif maupun dari pihak yang lebih moderat ([[Partai Buruh Demokratis Sosial|SDAP]]). Karena itu pada [[1916]] ia meninggalkan SDAP dan bergabung dengan SDP, pendahulu dari [[Partai Komunis Belanda]] (CPH, belakangan CPN).
 
Setelah [[Revolusi Rusia 1917]], radikalisme Sneevliet mendapatkan cukup dukungan dari masyarakat Indonesia maupun dari tentara Belanda, dan khususnya para pelaut Belanda sehingga pemerintah Belanda menjadi gelisah. Karena itu Sneevliet dipaksa meninggalkan Hindia Belanda pada 1918. ISDV ditekan oleh pemerintah kolonial Belanda. Bahkan setelah kepulangannya, Sneevliet tetap menaruh minat terhadap perkembangan-perkembangan di Indonesia dan pada [[1933]] ia dijatuhi hukuman lima bulan penjara karena solidaritasnya untuk para peserta pemberontakan Belanda dan Indonesia dari ''De Zeven Provinciën''.
24.078

suntingan