Stasiun Patukan: Perbedaan revisi

140 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Penambahan pranala)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
{{infobox stasiun
| image = Stasiun Patukan 2017.jpg
| caption = Stasiun Patukan.
| name = Patukan
| prov = Yogyakarta
| kabupaten = Sleman
| kecamatan kabupaten = Gamping
| desa = Ambarketawang
| kode = PTN
| wilayah operasi = 6.A Yogyakarta
| tinggi = +88 m
| line = ''Hanya untuk persusulan antarkereta api.''
| operator = [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]]
| class =3 (Tiga)III/kecil
| nomor = 3014
| letak = km 538+253 lintas [[Stasiun Bogor|Bogor]]-[[Stasiun Bandung|Bandung]]-[[Stasiun Banjar|Banjar]]-[[Stasiun Kutoarjo|Kutoarjo]]-[[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]]
| track = 5 (jalur II dan III: jalur lurus)
| platform = 3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi, namun tidak ada peron di antara jalur II dengan jalur III dan jalur IV dengan jalur 5)
| persinyalan = Elektrik tipe [[Westinghouse Rail Systems]]' ''Train Radio and Advanced Control'' (Westrace)<ref name=susanti>{{cite thesis |last= Susanti|first=D.M. |date=Januari 2008 |title=Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) |type=S2 |chapter= |publisher=Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung |docket= |oclc= |access-date=}}</ref>
}}
'''Stasiun Patukan''' atau '''Stasiun Pathukan (PTN)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦥꦛꦸꦏꦤ꧀}}, ''Sêtasiyun Pathukan'') merupakan [[stasiun kereta api]] kelas 3 (tiga) yang terletak di [[Ambarketawang, Gamping, Sleman]], tepatnya sekitar 100 meter sebelah timur jalan raya [[Sidoarum, Godean, Sleman|Sidoarum]]-[[Gamping, Sleman|Gamping]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +88 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]] dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di [[Kabupaten Sleman]].
 
Nama stasiun ini berasal dari nama [[dusun]] tempat stasiun ini berada. Jika sore hari, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat sekitar stasiun, bahkan dari daerah-daerah di sekitar Dusun Pathukan. Tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api, atau dalam kasus yang sangat jarang terjadi, saat emplasemen [[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]] dan [[Stasiun Lempuyangan|Lempuyangan]] penuh sehingga KA harus singgah terlebih dahulu di stasiun ini untuk menunggu antrianantrean.
 
Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur I1 merupakan jalur lurus.<ref>Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06</ref> Sejak beroperasinya [[jalur ganda]] di segmen Kutoarjo–Yogyakarta pada tahun 2006-2007, tata letak stasiun ini mengalami perubahan total, dengan jalur I1 lama dijadikan jalur II2 arah hulu (Yogyakarta), dan jalur II2 lama menjadi jalur III3 arah hilir (Kutoarjo). Jalur I1 baru dan jalur IV4 dijadikan jalur belok atau jalur sayap, lalu jalur 5 yang berfungsi sebagai jalur simpan dan dipasang [[perintang sarana]] tipe kupu-kupu. Selain itu, stasiun ini kini menggunakan bangunan baru yang dibangun oleh [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian]]; bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan DKA terkena dampak pembangunan jalur I baru sehingga harus dirobohkan. Pada peron dekat ruang kepala stasiun terdapat prasasti peresmian jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta. Prasasti ini dipasang pada November 2007, yang proses pembangunannya mendapat pinjaman dari Jepang melalui [[Japan Bank for International Cooperation]].<ref>{{Cite news|url=https://nasional.tempo.co/read/108335/jalur-rel-ganda-kutoarjo-yogya-solo-dioperasikan|title=Jalur Rel Ganda Kutoarjo-Yogya-Solo Dioperasikan|date=2007-09-25|newspaper=Tempo|language=id-ID|access-date=2018-02-17}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://news.detik.com/berita/d-834636/jalur-ganda-yogya-kutoarjo-dapat-dioperasikan-saat-lebaran|title=Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran|website=detiknews|access-date=2019-07-08}}</ref>
 
Dahulu stasiun ini memiliki percabangan menuju [[Pabrik Gula Demakijo]], tetapi setelah PG tersebut berubah menjadi [[Kompi Kavaleri Panser 2]] dan Kompi Senapan C, jalur tersebut ditutup untuk pembangunan Jalan Ring Road Barat [[Kota Yogyakarta]].