Kota Surakarta: Perbedaan antara revisi

181 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
=== Karesidenan Surakarta ===
Selanjutnya, karena berkembang gerakan antimonarki di Surakarta serta kerusuhan, penculikan, dan pembunuhan pejabat-pejabat [[Daerah Istimewa Surakarta]], pada tanggal [[16 Juni]] [[1946]] pemerintah membekukan status daerah istimewa yang dimiliki [[Daerah Istimewa Surakarta]] dan menghilangkan kekuasaan politik raja-raja [[Kasunanan Surakarta]] dan [[Kadipaten Mangkunegaran]].<ref>[https://mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=8651 Keraton Surakarta Tuntut Status Istimewa]</ref> Status Sunan Surakarta dan Adipati Mangkunegaran menjadi simbol budaya di tengah masyarakat serta kedudukan keraton dan pura diubah menjadi pusat pengembangan seni dan budaya [[Jawa]]. Kemudian Surakarta ditetapkan menjadi tempat kedudukan dari [[residen]], yang memimpin [[Karesidenan Surakarta]] dengan wilayah seluas 5.677 km². [[Karesidenan Surakarta]] terdiri dari daerah-daerah Kota Praja Surakarta, [[Kabupaten Karanganyar]], [[Kabupaten Sragen]], [[Kabupaten Wonogiri]], [[Kabupaten Sukoharjo]], [[Kabupaten Klaten]], [[Kabupaten Boyolali]].<ref>[https://radarsolo.jawapos.com/read/2019/10/11/160191/soal-provinsi-solo-raya-jateng-tak-akan-rela-melepaskan Soal Provinsi Solo Raya, Jateng Tak Akan Rela Melepaskan]</ref> Tanggal [[16 Juni]] [[1946]] diperingati sebagai hari jadi Pemerintah Kota Surakarta moderen.<ref>[http://dprd.surakarta.go.id/selayang-pandang/ Selayang Pandang Kota Surakarta]</ref>
 
=== Kota Surakarta ===
 
== Pemerintahan ==
Surakarta terletak di [[Provinsi Jawa Tengah]]. Sebelum bergabung dengan [[Indonesia]], Surakarta diperintah oleh Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegaran. Semasa dikuasai oleh Belanda, Surakarta dikenal sebagai sebuah ''[[Vorstenlanden|Vorstenland]]'' atau wilayah kerajaan. Penguasa [[Kasunanan Surakarta]] saat ini adalah [[Pakubuwana XIII|Sunan Pakubuwana XIII]], dan penguasa [[Praja Mangkunegaran]] saat ini adalah [[Mangkunegara IX|Adipati Mangkunegara IX]]. Kedua penguasa monarki seremonial ini tidak memiliki kekuasaan politik di Surakarta. Dengan berbagai pertimbangan faktor-faktor historis sebelumnya, tanggal [[16 Juni]] [[1946]] ditetapkan sebagai hari jadi Pemerintah Daerah Kota Surakarta moderen.<ref>[http://dprd.surakarta.go.id/selayang-pandang/ Selayang Pandang Kota Surakarta]</ref>
 
=== Daftar Wali Kota ===
1.533

suntingan