Hikayat Siti Mariah: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  14 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
Bahasa yang digunakan adalah [[bahasa Melayu]] [[linguafranca]]. Pada masa itu atau saat Pemerintah Kolonial [[Hindia Belanda]] menjalankan [[politik etis]], perkembangan sastra ditandai dengan adanya penggolongan sastra, yakni sastra yang "diakui" kekuasaan dan yang "tidak diakui" kekuasaan. Sastra dalam bahasa Melayu linguafranca masuk dalam kategori yang "tidak diakui" kekuasaan, akibatnya sastra tersebut dianggap sebagai sastra rendahan, bahkan Melayu linguafranca sering disebut sebagai Melayu pasar atau Melayu rendah
 
Pertama kali diterbitkan dalam bentuk cerita bersambung di surat kabar ''Medan Prijaji'' yang dipimpin RM [[Tirto Adhi Soerjo]] di [[Bandung]] antara tahun [[1910]]-[[1912]]. Kemudian masih dalam bentuk cerita bersambung, kurang lebih 50 tahun kemudian ''Lentera'' menerbitkannya kembali antara kurun waktu tahun [[1962]]-[[1965]] dengan editor Piet Santoso Istanto. Diterbitkan kembali dalam bentuk buku oleh [[Hasta Mitra]] pada [[1987]], dengan editor [[Pramoedya Ananta Toer]].
 
==Pelarangan==
8.156

suntingan