Buka menu utama

Perubahan

34 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
 
=== Pecahnya Perang Saudara Islam II ===
{{lihat|Perang Saudara Islam II}}
Muawiyah meninggal pada tahun 680 dan digantikan oleh Yazid. Masyarakat [[Hijaz]] (termasuk Mekkah dan Madinah) tidak mengakui kekuasaan Yazid,.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} dan tokoh-tokoh utama Islam yang memiliki garis keturunan khalifah yaitu [[Husain bin Ali]], [[Abdullah bin az-Zubair]], dan [[Abdullah bin Umar]], semuanya menolak melakukan baiat.{{sfn|Howard|1990|p=2, note 11}}{{sfn|Wellhausen|1927|pp=142, 144–145}} Marwan sebagai pemuka Banu Umayyah di kawasan Hijaz menganggap Husain dan Ibnu az-Zubair sebagai dua tokoh yang paling berbahaya, dan menyarankan agar Al-Walid bin Utbah, wali negeri Madinah, memaksa keduanya berbaiat.{{sfn|Wellhausen|1927|pp=145–146}}{{sfn|Howard|1990|pp=3–6}} Pada 683, penduduk Madinah bergerak menyerang Banu Umayyah di kota tersebut, dan mereka terkepung dan berlindung di kawasan sekitar rumah Marwan.{{sfn|Wellhausen|1927|p=154}} Marwan meminta bantuan dari Damaskus, dan pada akhir 683 ia mengirimkan pasukan yang dipimpin [[Muslim bin Uqbah]] untuk menegakkan kekuasaan Umayyah di Hijaz.{{sfn|Wellhausen|1927|p=154}}{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Sementara itu, para anggota Banu Umayyah yang terkepung di Madinah akhirnya terusir, dan sebagian (termasuk Marwan dan anggota trah Abu'l-Ash) bergabung dengan pasukan Ibnu Uqbah.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Pasukan Umayyah dan penduduk Madinah bertempur dalam [[Pertempuran al-Harrah]], yang dimenangkan pihak Umayyah setelah Marwan membawa pasukan berkudanya menembus Madinah dan menyerang pasukan penduduk Madinah dari belakang.{{sfn|Wellhausen|1927|p=156}} Meski berhasil mencapai kemenangan, pasukan Umayyah mundur kembali ke Syam karena Yazid meninggal pada 683.{{sfn|Kennedy|2004|p=90}} Pemimpin kubu Hijaz, Abdullah bin Zubair beserta pendukungnya mengambil tanah milik Bani Umayyah di kawasan tersebut.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}}