Buka menu utama

Perubahan

322 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
 
== Metode pemerintahan ==
Marwan menjadikan keluarga dan kerabatnya sebagai landasan kekuatan di pemerintahan, seperti yang pernah dilakukan Khalifah Utsman, dan bertentangan dengan gaya Muawiyah yang menjaga jarak dari kerabat-kerabatnya.{{sfn|Kennedy|2004|p=93} Ia memberikan posisi militer penting kepada putranya Muhammad dan Abdul Aziz, dan memastikan putranya Abdul Malik sebagai khalifah selanjutnya.{{sfn|Kennedy|2004|p=93}} Walaupun awalnya dipenuhi tantangan, cabang "Marwani" (keturunan Marwan) menjadi wangsa penguasa Kekhalifahan Umayyah selanjutnya menggantikan cabang "Sufyani" (keturunan Abu Sofyan) seperti khalifah-khalifah sebelumnya.{{sfn|Cobb|2001|p=69}}{{sfn|Kennedy|2004|p=93}}
Dalam memerintah, Marwan sendiri mengikuti cara administrasi pada masa 'Utsman.{{sfn|Kennedy|2004|p=80}} Marwan menjadikan keluarganya sebagai landasan kekuatan di pemerintahan, seperti memberikan putranya Muhammad dan 'Abdul 'Aziz kunci komando militer dan mengamankan status putranya yang lain, 'Abdul Malik, sebagai penerusnya.{{sfn|Kennedy|2004|p=80}} Marwan juga negarawan dan pemimpin militer yang cakap. Meski tidak memiliki pusat kekuatan yang kuat di Syria sebelum menjadi khalifah, Marwan berhasil mengambil alih kawasan yang menjadi pusat kekuasaan Umayyah tersebut dalam kendalinya. Meski begitu, Marwan juga terkenal sebagai pribadi yang keras. Dia tampaknya menderita luka permanen yang didapat dari berbagai pertempuran yang dilaluinya.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Meski kerap dipandang negatif oleh beberapa sumber anti-Umayyah, Marwan merupakan sosok pemimpin yang cerdik, cakap, dan tegas, yang berhasil melanggengkan kekuasaan Umayyah untuk enam dekade setelahnya.
 
Dalam memerintah, Marwan sendiri mengikuti cara administrasi pada masa 'Utsman.{{sfn|Kennedy|2004|p=80}} Marwan menjadikan keluarganya sebagai landasan kekuatan di pemerintahan, seperti memberikan putranya Muhammad dan 'Abdul 'Aziz kunci komando militer dan mengamankan status putranya yang lain, 'Abdul Malik, sebagai penerusnya.{{sfn|Kennedy|2004|p=80}} Marwan juga negarawan dan pemimpin militer yang cakap. Meski tidak memiliki pusat kekuatan yang kuat di Syria sebelum menjadi khalifah, Marwan berhasil mengambil alih kawasan yang menjadi pusat kekuasaan Umayyah tersebut dalam kendalinya. Meski begitu, Marwan juga terkenal sebagai pribadi yang keras. Dia tampaknya menderita luka permanen yang didapat dari berbagai pertempuran yang dilaluinya.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Meski kerap dipandang negatif oleh beberapa sumber anti-Umayyah, Marwan merupakan sosok pemimpin yang cerdik, cakap, dan tegas, yang berhasil melanggengkan kekuasaan Umayyah untuk enam dekade setelahnya.
 
== Keluarga ==