Buka menu utama

Perubahan

3.234 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
 
== Masa Bani Umayyah ==
Khalifah 'Ali dibunuh pada tahun 661 dan putranya, [[Hasan bin Ali]], memegang tampuk kekhalifahan berikutnya. NamunUntuk demimencegah alasanberlanjutnya persatuanperang saudara, [[Hasan binmembuat Ali[[Perjanjian Hasan–Mu'awiyah|Hasanperjanjian dengan Muawiyah]] akhirnyadan menyerahkan gelarposisi khalifah kepadake [[Mu'awiyahtangan binwali Abunegeri Sufyan]]Syam yangtersebut. telahMuawiyah menjadimemasuki GubernurKufah, Syriapusat sejakkekuasaan masaHasan, [[Umarpada binJuli Khattab|'Umaratau binSeptember Khattab]].661 Padadan masahal Mu'awiyahini mengawali berdirinya [[Kekhalifahan Umayyah]].{{sfn|Hinds|1993|p=265}}{{sfn|Wellhausen|1927|pp=104, 111}} Marwan awalanya menjadi Gubernurwali negeri Umayyah di [[Arabia Timur|Bahrain]] (Bahrayn) dan kemudian menjadi Gubernurwali negeri Madinah pada 661–668 dan 674–677.<ref>Akhbar ath-Thiwal, hlm. 224.</ref>{{sfn|Bosworth|1991|p=621}} MarwanDi memperolehantara tanahdua yangperiode luastersebut, dariposisi Mu'awiyahwali dinegeri daerahMadinah Fadakdipegang oleh anggota Banu Umayyah yang lain, Arabyaitu Utara[[Said bin al-Ash]] dan [[Al-Walid bin Utbah].{{sfn|Bosworth|1991|p=621}} SaatMadinah Hasansebelumnya binadalah Aliibu mangkatkota padakekhalifahan hingga kematian 670Utsman, Marwantetapi termasukpada salahmasa satuMuawiyah orangMadinah yanghanyalah menolakibu jenazahnyakota dikebumikanwilayah bersama(provinsi) Nabisedangkan Muhammadibu kota kekhalifahan berada di Damaskus.{{sfn|Wellhausen|1927|pp=59–60, Abu161}} Bakar Sekalipun tidak lagi menjadi ibu kota negara, Madinah tetap menjadi pusat kebudayaan Arab dan 'Umarkeilmuan yangIslam, dimakamkanserta ditempat dalamtinggal kediamanpemuka-pemuka 'Aisyahkabilah.<ref>Al-Imamah.{{sfn|Wellhausen|1927|pp=136, wa161}} as-SiyasahPara pemuka kabilah di Madinah, jld.termasuk banyak anggota Banu 1Umayyah, hlmtidak menyukai turunnya posisi mereka dan naiknya Muawiyah. 227Menurut sejarawan [[Julius Wellhausen]]: "Apalah artinya bagi Marwan, dulunya patih Utsman yang amat berkuasa, jabatan Wali Negeri Madinah! Wajar saja ia iri kepada kerabatnya di Damaskus [Muawiyah] yang berada jauh di atasnya."{{sfn|Wellhausen|1927|p=136}} </ref>
 
Pada masa jabatan pertamanya, Marwan memperoleh tanah yang luas dari Mu'awiyah di daerah Fadak, Arab Utara, yang kemudian ia bagikan kepada anaknya [[Abdul Malik bin Marwan|Abdul Malik]] dan [[Abdul Aziz bin Marwan|Abdul Aziz]].{{sfn|Bosworth|1991|p=621}} Masa jabatan pertamanya berakhir saat ia dipecat karena menentang pernyataan Muawiyah yang mengangkat [[Ziyad ibn Abihi]], wali negeri Irak yang asal usul keturunannya tidak jelas, sebagai saudaranya sendiri (pernyataan ini ditentang banyak anggota Banu Umayyah), dan karena Marwan menolak membantu putri sang khalifah [[Ramlah binti Muawiyah]] dalam masalah rumah tangganya dengan suaminya Amr bin Utsman bin Affan, yang juga merupakan keponakan Marwan.{{sfn|Madelung|1997|pp=343–345}} Setelah pencopotan ini, Marwan marah dan menemui Muawiyah di Damaskus dan keduanya bertengkar serta mengeluarkan kata-kata kasar.{{sfn|Madelung|1997|pp=343–345}} Saat Hasan bin Ali meninggal pada 670, Marwan termasuk salah satu orang yang menolak jenazahnya dikebumikan bersama Muhammad, Abu Bakar, dan Umar yang dimakamkan di [[Masjid Nabawi]].<ref>Al-Imamah wa as-Siyasah, jld. 1, hlm. 227. </ref>{{sfn|Madelung|1997|p=332}} Akhirnya, Marwan turut serta dalam prosesi pemakaman Hasan dan memujinya sebagai seseorang dengan "kesabaran sebesar gunung-gunung."{{sfn|Madelung|1997|p=333}}
Di saat-saat terakhirnya, Mu'awiyah menobatkan putranya, [[Yazid bin Muawiyah|Yazid bin Mu'awiyah]] sebagai putra mahkota. Penetapan ini menjadikan bentuk kekhalifahan berubah menjadi monarki-dinasti dengan [[Bani Umayyah]] sebagai dinasti penguasanya. Namun tidak semua pihak mendukung keputusan Mu'awiyah tersebut. Saat Mu'awiyah bin Abu Sufyan benar-benar mangkat pada tahun 680, masyarakat [[Hijaz]] tidak mengakui kekuasaan Yazid.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Sebagai pemimpin Bani Umayyah di Hijaz,{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Marwan berusaha membuat agar para penduduk mengakui kekuasaan Yazid,{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} tetapi Marwan dan Bani Umayyah pada akhirnya tersingkir dari Hijaz.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Yazid kemudian melancarkan serangan ke kawasan Hijaz dengan pasukan yang dipimpin Muslim bin 'Uqbah pada musim gugur 683 untuk mengambil alih kendali wilayah tersebut. Beberapa anggota Bani Umayyah juga turut serta dalam pasukan tersebut, termasuk Marwan.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Meski berhasil mencapai kemenangan pada [[Pertempuran al-Harrah|Pertempuran Al-Harrah]], pasukan Umayyah mundur ke Syria lantaran Yazid mangkat pada 683.{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Pemimpin Hijaz saat itu, [[Abdullah bin Zubair|'Abdullah bin Zubair]] beserta pendukungnya mengambil tanah milik Bani Umayyah di kawasan tersebut.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}}
 
Menurut Bosworth, Mu'awiyah mungkin menaruh curiga terhadap ambisi Marwan maupun anggota-anggota Banu Umayyah yang merupakan keturunan Abu al-Ash pada umumnya. Cabang dinasti tersebut jauh lebih besar daripada cabang keturunan Abu Sofyan seperti Muawiyah.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Marwan adalah salah satu anggota Banu Umayyah paling terkemuka ketika itu, sedangkan selain Muawiyah tidak banyak keturunan Abu Sofyan yang berpengalaman cukup.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Bosworth menduga, "mungkin saja ada kekhawatiran terhadap keturunan Abu'l Ash yang memaksa Muawiyah ... mengambil langkah tidak umum yaitu menetapkan anaknya [[Yazid bin Muawiyah|Yazid]] sebagai pewaris kekhalifahan semasa hidupnya."{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Sebelumnya, Marwan pernah mendesak Amr bin Utsman (yang juga merupakan keturunan Abu al-Ash) untuk mengklaim jabatan khalifah berdasarkan posisi ayahnya, tetapi Amr tidak tertarik.{{sfn|Madelung|1997|pp=341–342}} Marwan dengan berat hati menerima ketetapan Muawiyah ini pada 676, tetapi diam-diam mendorong [[Said bin Utsman|Said]], putra Utsman bin Affan yang lain, untuk menentang keputusan ini.{{sfn|Madelung|1997|pp=342–343}} Said sendiri cukup puas ketika Muawiyah mengangkatnya sebagai panglima di [[Khurasan]], wilayah paling timur kekhalifahan masa itu, sehingga tidak berambisi mengambil posisi khalifah.{{sfn|Madelung|1997|p=343}}
 
Di saat-saat terakhirnya, Mu'awiyah menobatkan putranya, [[Yazid bin Muawiyah|Yazid bin Mu'awiyah]] sebagai putra mahkota. Penetapan ini menjadikan bentuk kekhalifahan berubah menjadi monarki-dinasti dengan [[Bani Umayyah]] sebagai dinasti penguasanya. Namun tidak semua pihak mendukung keputusan Mu'awiyah tersebut. Saat Mu'awiyah bin Abu Sufyan benar-benar mangkat pada tahun 680, masyarakat [[Hijaz]] tidak mengakui kekuasaan Yazid.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Sebagai pemimpin Bani Umayyah di Hijaz,{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Marwan berusaha membuat agar para penduduk mengakui kekuasaan Yazid,{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} tetapi Marwan dan Bani Umayyah pada akhirnya tersingkir dari Hijaz.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Yazid kemudian melancarkan serangan ke kawasan Hijaz dengan pasukan yang dipimpin Muslim bin 'Uqbah pada musim gugur 683 untuk mengambil alih kendali wilayah tersebut. Beberapa anggota Bani Umayyah juga turut serta dalam pasukan tersebut, termasuk Marwan.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}} Meski berhasil mencapai kemenangan pada [[Pertempuran al-Harrah|Pertempuran Al-Harrah]], pasukan Umayyah mundur ke Syria lantaran Yazid mangkat pada 683.{{sfn|Kennedy|2004|p=79}} Pemimpin Hijaz saat itu, [[Abdullah bin Zubair|'Abdullah bin Zubair]] beserta pendukungnya mengambil tanah milik Bani Umayyah di kawasan tersebut.{{sfn|Bosworth|1991|p=622}}
 
Putra Yazid yang sebenarnya tidak terlalu tertarik dalam urusan pemerintahan, [[Muawiyah bin Yazid|Mu'awiyah bin Yazid]], diangkat sebagai khalifah yang baru. Di Hijaz sendiri, 'Abdullah bin Zubair menyatakan dirinya sebagai khalifah. Hal ini menjadikan gelar khalifah diklaim oleh dua pihak dan kekhalifahan terbelah antara khalifah di Syria dan khalifah di Hijaz.