Sistem Peringatan Dini Tsunami Samudra Hindia: Perbedaan antara revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
 
==Hasil kinerja selama keadaan darurat==
Alat penanggulangan bencana alam semacam ini belum pernah satu pun diterapkan di [[Indonesia]], salah satunya ketika [[Gempa bumi Jawa 2006|gempa yang disusul oleh gelombang pasang dahsyat yang menerjang Kabupaten Pangandaran]] pada tahun 2006. Sememangnya pemerintah Indonesia telah diperingatkan akan kemungkinan tsunami yang mampu menerjang daerah lingkungan pesisir, tapi sistem peringatan dini tsunami saat itu belum ada satu pun yang terpasang guna dapat menyampaikan tanda bahaya ancaman tsunami kepada masyarakat di sekitar tempat-tempat tersebut secara bergilir. Diketahui sekurang-kurangnya penduduk yang selamat dari terjangan tsunami berjumlah hingga 23.000400 orang yang memutuskan mengungsi<ref name="liputan6">{{cite web|url=https://www.liputan6.com/news/read/126022/korban-tsunami-pangandaran-mencapai-ratusan|title=Korban Tsunami Pangandaran Mencapai Ratusan|website=liputan6.com}}</ref>, baik lantaran merasa gentar menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami maupun tempat tinggal penduduk sekitar yang dipastikan terkena kerusakan parah. Lagi pun, ternyata gelombang tsunami berketinggian sampai 7.39 meter (atau 24.2 kaki) yang berimbas pada sebanyak 700 orang tewas dan 9.000 orang terkena luka pada titik-titik anggota tubuh tertentu.
 
==Acuan==