Buka menu utama

Perubahan

562 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|ground = [[Gelora Bung Tomo]]
|capacity = 55,000
|owner = PT. Persebaya Indonesia<ref>[https://tirto.id/para-bos-di-belakang-klub-klub-sepakbola-indonesia-di-liga-1-cJ3M ''Para bos dibelakang klub sepak bola di Liga 1'']. tirto.id. Diakses tanggal 1/10/2019</ref>
|chrtitle = Presiden
|chairman = {{flagicon|IDN}} [[Azrul Ananda]]
}}
 
'''Persebaya Surabaya''' yang sempat merubah namanya menjadi '''Persebaya 1927 '''<ref>[http://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/1543110/persebaya-ganti-nama-menjadi-persebaya-1927 ''Persebaya Ganti Nama Menjadi Persebaya 1927'']. detik.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref> adalah sebuah klub [[Sepak bola]] profesional di [[Indonesia]] yang berbasis di [[Surabaya]] yang berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB) dan sudah malang melintang dikancah sepak bola Indonesia. Sempat di bekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di Kongres Tahunan PSSI Bandung pada tanggal 8 Januari 2017.
 
==Sejarah==
Persebaya didirikan oleh M. Pamoedji pada 18 Jun 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB)<ref>[http://emosijiwaku.com/2016/05/26/enam-alasan-mengapa-persebaya-layak-diperjuangkan/ ''Enam alasan mengapa Persebaya layak diperjuangkan'']. emosijiwaku.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>. Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Soerabajasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.
 
Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang [[Persib Bandung]]), MIVB (sekarang [[PPSM Magelang]]), MVB ([[PSM Madiun]]), VVB ([[Persis Solo]]), PSM ([[PSIM Yogyakarta]]) turut membidani kelahiran [[Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia]] (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota atau yang disebut kejuaraan nasional [[perserikatan]] diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.
==Kontroversi==
===Pertandingan===
Dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai Kompetisi [[Perserikatan]] pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah ''[[Sepak Bola Gajah]]'' karena mengalah kepada [[Persipura Jayapura]] 0-12<ref>[http://emosijiwaku.com/2016/06/30/sepak-bola-gajah-persebaya-untuk-selamatkan-nkri/ ''Sepak bola gajah persebaya untuk selamatkan NKRI'']. emosijiwaku.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>, untuk menyingkirkan saingan mereka [[PSIS Semarang]] yang pada tahun sebelumnya memupuskan impian Persebaya di final kompetisi [[perserikatan]]. Taktik ini setidaknya membawa hasil dan Persebaya berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1988 dengan mengalahkan [[Persija]] 3 - 2 di final
 
Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi [[PKT Bontang]] dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke [[Divisi Satu Liga Indonesia|divisi I]]. Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan [[PSIS Semarang]] dan [[PSM Makassar]] untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia|Liga Indonesia]]. Namun, skorsing diubah direvisi menjadi hukuman degradasi ke [[Divisi Satu Liga Indonesia|Divisi I Liga Indonesia]].
===Dualisme===
{{utama|Dualisme Persebaya Surabaya}}
Pada musim 2009/2010 merupakan awal mula dualisme Persebaya Surabaya. Persebaya Surabaya (PT Persebaya Indonesia) mengalami degradasi ke [[Divisi Utama Liga Indonesia|Divisi Utama]] akibat dipaksa melakukan pertandingan ulang sebanyak 3 kali melawan Persik Kediri dengan tempat yang berbeda yaitu di Kediri, Yogyakarta<ref>[https://m.tempo.co/read/news/2010/04/29/099244196/persebaya-tuntut-kemenangan-wo-atas-persik ''Persebaya tuntuk kemenangan WO atas Persik'']. tempo.co. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>, dan Palembang<ref>[http://www.antaranews.com/berita/215325/persik-menang-wo-atas-persebaya ''Persik menang WO atas Persebaya'']. antaranews.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>. Pada pertandingan ulang ketiga pihak Persebaya menolak melakukan pertandingan ulang, pihak manajemen tidak terima dan tidak mau ikut Divisi Utama kemudian mengikuti liga ilegal "Liga Primer Indonesia" dari sebelumnya bernama Persebaya Surabaya (PT Surabaya Indonesia) diubah menjadi Persebaya 1927 (PT Persebaya Indonesia).
 
Memanfaatkan slot Persebaya di Divisi Utama musim selanjutnya, Wisnu Wardhana mengambil alih Persikubar (Kutai Barat) dan mendaftarkannya sebagai Persebaya untuk mengikuti Kompetisi Divisi Utama. Walaupun menyandang nama resmi Persebaya, tim bentukan Wisnu Wardhana tersebut tidak terlalu mendapat tempat di hati Bonek (Suporter Persebaya), mereka lebih setia untuk mendukung Persebaya "asli" yang terpaksa mengganti nama mereka menjadi Persebaya 1927 akibat dualisme kompetisi, dan LPI tidak diakui sebagai kompetisi resmi PSSI.
Persikubar Kutai Barat yang diambil Wisnu Wardhana dan diubah nama menjadi Persebaya Surabaya (kini [[Bhayangkara FC]]) untuk bisa mengikuti Liga Indonesia, kemudian berhasil promosi kembali ke [[Liga Super Indonesia]] pada musim 2014. Kemudian pada musim 2015 sayangnya liga diberhentikan setelah tidak diakui oleh Pemerintah dan kemudian Indonesia di Banned oleh FIFA.
 
Pada musim 2015, Persebaya 1927 (PT Persebaya Indonesia) memenangkan gugatan hak paten nama dan logo Persebaya,<ref>[http://www.goal.com/id-ID/news/1391/indonesia-soccer-championship/2016/06/30/25191112/pt-persebaya-indonesia-menangkan-hak-atas-persebaya-surabaya ''PT.Persebaya Indonesia menangkan hak atas Persebaya Surabaya'']. goal.com. 30 Juni 2016. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref> sehingga secara otomatis legalitas Persebaya Surabaya adalah dibawah PT. Persebaya Indonesia. Hal ini mengakibatkan Persebaya Surabaya versi Wisnu Wardhana harus merubah nama menjadi Bonek FC. Setahun kemudian, Bonek FC kembali mengubah nama menjadi Surabaya United atas desakan Bonek yang tidak mau namanya dipakai untuk klub yang tidak merepresentasikan mereka (Bonek tetap setia mendukung Persebaya 1927).
 
Pada musim 2016 Surabaya United melakukan merger dengan PS Polri dan kemudian kembali merubah namanya menjadi Bhayangkara Surabaya United dan berlanjut sampai dengan mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship, di paruh kedua kompetisi tepat pada bulan Mei 2016 Polri resmi membeli 100% saham Bhayangkara Surabaya United dan menghapus nama belakang klub sehingga sekarang bernama [[Bhayangkara FC]], pada bulan yang sama hasil rapat Exco yang digelar di Solo, Persebaya 1927 disahkan kembali sebagai anggota PSSI dan akan disahkan pada KLB di Makassar dan akan kembali berkompetisi di Divisi Utama musim 2017. Namun, pada kongres PSSI yang dilakukan di Jakarta pada 10 November 2016 membatalkan agenda pengesahan tersebut. Ketua PSSI terpilih, Edy Rahmayadi menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan Persebaya pada kongres selanjutnya di Bandung.
 
==Informasi Pemain==
Berikut adalah daftar pemain Persebaya Surabaya musim 2019<ref>[https://www.persebaya.id/tim/91&hl=en-ID ''Daftar pemain Persebaya'']. Website resmi Persebaya. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>
===Tabel Pemain===
{{updated|26 September 2019}}<ref>{{cite web|title=''Daftar Pemain Persebaya Surabaya Liga 1''|url=https://www.persebaya.id/tim/91/persebaya-surabaya|accessdate=17 September 2019}}</ref>
===Rivalitas===
{{lihat|Super Derbi Jawa Timur}}
Pada saat Persebaya berlaga, ribuan [[Bonek]] selalu hadir memenuhi stadion apalagi jika pertandingan tersebut bertitel ''bigmatch'' atau pertandingan besar seperti pertandingan kandang melawan [[Persib Bandung]], [[Persija Jakarta]], [[PSIS Semarang]], [[PSM Makassar]] dan [[Madura United]]. Namun diantara pertandingan-pertandingan yang berlabel ''bigmatch'' tersebut ada satu lagi pertandingan yang paling menyedot animo suporter kedua tim yaitu pertandingan melawan [[Arema FC]], pertandingan yang dijuluki [[Super Derbi Jawa Timur]] ini menghadirkan suasana panas menjelang pertandingan hingga akhir pertandingan. Bahkan puluhan ribu tiket yang dijual secara ''daring'' ludes terjual hanya dalam hitungan menit.<ref>[https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4502794/50-ribu-tiket-persebaya-vs-arema-fc-ludes-dalam-11-menit ''50 ribu tiket Persebaya vs. Arema ludes terjual hanya 11 menit'']. Detik.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>
 
==Prestasi==
! style="text-align:center"|[[Unity Cup]]
! 1
|style="text-align:center"|2011<ref>[https://regional.kompas.com/read/2011/12/29/04560198/persebaya.juara.unity.cup ''Persebaya juara Unity Cup'']. kompas.com. Diakses tanggal 1/10/2019.</ref>
|}
 
|2016
|-
|Produk sendiri{{efn|[https://www.bola.net/indonesia/persebaya-tetap-pakai-jersey-buatan-sendiri-b6b9ce.html ''Persebaya pakai jersey buatan sendiri'']. bola.net. Diakses tanggal 1/10/2019.}}
|{{INA}}
|2017-sekarang
{{col-2}}
{{col-end}}
 
== Lihat juga ==
* [[Dualisme Persebaya Surabaya]]
* [[Sepak Bola Gajah]]
* [[Super Derbi Jawa Timur]]
 
==Referensi==
===Catatan===
{{notelist}}
 
== Lihat juga ==
* [[Dualisme Persebaya Surabaya]]
* [[Sepak Bola Gajah]]
* [[Super Derbi Jawa Timur]]
 
==Pranala luar==