Buka menu utama

Perubahan

6.231 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
Perubahan kalimat-kalimat tidak baku
* [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]] (Operasional Reguler/Rangkaian serta Dipo Kereta api [[Solo Balapan|Solo Balapan (SLO)]])
* [[Daerah Operasi II Bandung]] (Operasional Tambahan & Fakultatif/Rangkaian serta Dipo Kereta api [[Bandung|Bandung (BD)]])
| pendahulu = KA Fajar Pajajaran<br />KA Senja Mataram <br />(sebelumnya keduanya melayani Kelas Bisnis lalu ditambahkan Kelas Eksekutif di tahun 2000)
| mulai = 12 Mei 2000<ref name="Solopos">{{Cite newspaper|url=|title=12 Mei, KA Senja Mataram dihapus & diganti Lodaya|last=|first=|date=3 Mei 2000|work=Solopos|access-date=}}</ref>
| berakhir =
[[Berkas:CC 206 13 27 Lodaya di Lempuyangan.JPG|jmpl|Kereta api Lodaya langsung [[Stasiun Lempuyangan]].]]
 
'''Kereta api Lodaya''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦭꦺꦴꦢꦪ}}, [[Bahasa Jawa]]: ''Sepur Lodaya'') merupakan Kereta api Penumpang Kelas Eksekutif dan Ekonomi AC Premium (Reguler/Fakultatif) dan Kelas Eksekutif dan Bisnis (Tambahan) yang dioperasikan oleh [[PT Kereta Api Indonesia]] (Persero) [[Daerah Operasi VI Yogyakarta|Daop VI Yogyakarta]] dengan jurusan [[Stasiun Solo Balapan|Solo Balapan]]-[[Stasiun Bandung|Bandung]] dan sebaliknya.
 
Saat ini KA Lodaya terdiri atas KA Lodaya Pagi dan KA Lodaya Malam, sehingga kereta api ini menawarkan alternatif perjalanan pada pagi dan malam hari untuk kedua arah, baik Bandung - Solo maupun Solo - Bandung. Dalam perjalanan Bandung - Solo pada pagi hari penumpang dapat menikmati indahnya panorama Bumi [[Parahyangan]] bagian timur.
 
== Sejarah ==
Kereta apipenghubung Lodaya[[Priangan]] dan [[Yogyakarta|Bumi Mataram]] ini diluncurkan pertama kali pada tanggal [[11 Maret 1992 dengan rute awal [[Bandung]]-[[Yogyakarta]]. Dulu kereta ini bernama Fajar Padjajaran dan Senja Mataram. Dua nama yang berbeda di bawah operator [[1992Daerah Operasi II Bandung|Daop 2 Bandung]]. Kereta Api Fajar Padjajaran melayani perjalanan koridorpagi dari [[Bandung]] -ke [[Yogyakarta]] dan sejaksebaliknya. Sementara Kereta Api Senja Mataram melayani perjalanan malam hari. Pada tanggal [[1 September]] [[1992]] kereta ini diperluas layanannya untuk melayani perjalanan koridor [[Bandung]] - [[Solo]]. SebelumnyaSemula kedua kereta api ini dikenalmelayani dengan namaperjalanan KAkelas Padjadjaran/Senja Matarambisnis. PadaTapi tanggalpada 12 Meitahun 2000 dilakukan peremajaan rangkaianlayanan kereta apiini Pajajaran/Senjabertambah Mataramdengan dankereta diganti namanya menjadi KA Lodayaeksekutif.<ref name="Solopos"/>
 
Pada masa-masa awal kereta ini berganti nama menjadi KA Lodaya, kereta ini dikenal dengan livery khusus yang hanya ada pada kereta ini, yaitu ''livery'' biru-putih dengan warna biru di ujung kanan dan kiri kereta serta putih di tengah, lengkap dengan tulisan "Lodaya". Sejak tahun 2006, livery ini mulai berganti dengan livery terbaru dan KA Lodaya menggunakan livery yang sama dengan kereta api lainnya, hingga saat ini.
 
== Asal-usul nama Lodaya ==
Nama Lodaya mulai dipakai pada 12 Mei 2002 diambil dari singkatan '''So'''lo-Ban'''d'''ung R'''aya'''. Dilihat dari sejarahnya, Lodaya identik dengan budaya [[Sunda]]. Dalam budaya [[Sunda]], Lodaya merupakan sosok maung (macan putih) jelmaan [[Prabu Siliwangi]] ketika berhadapan dengan putranya [[Raden Kian Santang]].
 
Nama Lodaya juga banyak dipakai di [[Jawa Barat]]. Mulai Jalan Lodaya, Stadion Lodaya di Kota Bandung, Lapangan Sakti Lodaya di [[Tasikmalaya]], dan tentu saja Lodaya Bandung. Jadi bukan sekedar nama kereta singkatan Solo-Bandung Raya.
 
Pada saat penamaan pun [[PT Kereta Api]] telah mempertimbangkan aspek sejarah dan budaya. Sebagaimana penamaan kereta-kereta yang lain. Sosok Lodaya sebagai Maung sebenarnya mudah ditemukan di Kota Bandung. Tugu penanda Kota Tua yang “dijaga” 4 ekor macan putih biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Tugu Lodaya atau Patung Lodaya karena keberadaan empat ekor macan putih tadi.
 
Di awal masa dinas, Kereta Api Lodaya berada di bawah operasional Daop 2 Bandung. Berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Di tahun 2018 menjelang Ramadan, Kereta Api Lodaya mutasi dari Daop 2 Bandung ke [[Daop 6 Yogyakarta]].
 
== Rangkaian KA sering Berganti ==
Kereta Api Lodaya termasuk rangkaian kereta yang lumayan sering berganti layanan kelas, tepatnya selama tiga kali pergantian. Pertama kali KA Lodaya melayani kelas bisnis rute Bandung-Yogyakarta dengan nama KA Fajar Pajajaran dan KA Senja Mataram. Karena adanya permintaan, kereta ini ditambah dengan kereta kelas eksekutif. Baik kereta api Fajar Pajajaran maupun Senja Mataram waktu itu selalu jadi favorit turis asing yang berkunjung ke Bandung dan hendak melanjutkan perjalanan ke Jogja.
 
Tingginya minat membuat [[PT Kereta Api]] akhirnya memperpanjang rute dari semula Bandung-Jogja jadi Bandung-Solo. Perpanjangan rute termasuk pemberhentian di [[Stasiun Klaten]]. Nama Fajar Pajajaran dan Senja Mataram pun akhirnya dirubah jadi Lodaya. Fajar Pajajaran yang berangkat pagi berubah jadi Lodaya Pagi. Sementara Senja Mataram jadi Lodaya Malam. Walaupun sebenarnya sama-sama aja sih tetap Lodaya.
 
=== Stamformasi KA Lodaya setelah perpanjangan rute ===
 
* Bandung-Solo :
Lokomotif + 1 pembangkit + 2 kereta eksekutif (K1) + 1 kereta makan + 4 kereta bisnis (K2).
 
* Solo-Bandung :
Lokomotif + 4 kereta bisnis (K2) + 1 kereta makan + 2 kereta eksekutif (K1) + 1 Pembangkit.
 
Sekilas stamformasinya sama seperti sang legenda [[Kereta Api Parahyangan|KA Parahyangan]]. Memang kedua kereta milik Dipo Bandung (BD) ini sering bertukar rangkaian tergantung KDK dan rangkaian mana yang SO (siap operasi). Peristiwa ini masih terjadi di semua kereta dan masih berlaku sampai sekarang.
 
Di era [[PT Kereta Api Indonesia]] (KAI), formasi KA Lodaya tidak banyak berubah hanya saja terkadang tidak membawa kereta pembangkit karena sudah membawa kereta makan pembangkit (KMP). Kini kereta eksekutif (K1) KA Lodaya ditambah 2 kereta pada setiap rangkaian sehingga terdapat total 4 kereta eksekutif.
 
* Bandung-Solo :
Lokomotif + 4 kereta eksekutif (K1) + 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP) + 4 kereta bisnis (K2)
 
* Solo-Bandung :
Lokomotif + 4 kereta bisnis (K2) + 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP) + 4 kereta eksekutif (K1)
 
Biasanya Kereta Api Lodaya membawa rangkaian kereta buatan tahun 1980-an untuk kereta bisnis. Adapun kereta eksekutif lebih bervariasi. Mulai keluaran tahun 1960-an sampe tahun 2002. Lagi-lagi tergantung mana yang Siap Operasi (SO).
 
Di awal masa dinas, Kereta Api Lodaya ditarik lokomotif CC 201. Seiring berjalan waktu CC "sprinter" 203 bergantian berdinas bersama Maung penghubung Priangan dan Bumi Mataram. Sebelum akhirnya peran keduanya digantikan CC "Puong" 206 mulai tahun 2014.
 
== Operasional KA Lodaya akan dimutasi ke Daop VI ==
Tahun 2017 menjadi babak baru dalam perjalanan si Maung. Penuhnya Dipo Bandung membuat si Maung harus dimutasi ke Dipo Solo Balapan (SLO). Meski waktu itu masih dioperasikan Daop 2 Bandung namun dengan rangkaian milik Solo Balapan (SLO).
 
Mutasi tersebut dibarengi dengan kedatangan 1 trainset kereta eksekutif tahun 2009 ex-Gajayana (K1 09). Meski demikian rangkaian eksekutif lawas masih tetap disiagakan untuk armada cadangan. K1 09 merupakan salah satu rangkaian kereta eksekutif terbaik di Indonesia.
 
Sayangnya kebersamaan dengan kereta terbaik itu tidak berlangsung lama. Terlebih ketika Kereta Api Lodaya mutasi ke Daop 6 Yogyakarta jelang Ramadan 2018. Mutasi itu dibarengi perubahan stamformasi rangkaian menjadi:
 
* Solo-Bandung:
Lokomotif + 4 kereta eksekutif (K1) + Kereta Makan Pembangkit (KMP) + 4 kereta bisnis (K2)
 
* Bandung-Solo:
Lokomotif + 4 kereta bisnis (K2) + Kereta Makan Pembangkit (KMP) + 4 kereta eksekutif (K1)
 
Pada waktu yang sama [[Kereta Api Senja Utama Solo]] mulai menambah layanan kereta eksekutif sehingga antara Lodaya dan Senja Utama Solo tidak jarang bertukar rangkaian. Namun, untuk kereta eksekutif dengan terpaksa harus kembali menggunakan trainset lama.
 
== Rangkaian KA menjadi Stainless Steel ==
Tahun 2018 PT KAI mulai mengganti rangkaian-rangkaian usang dengan rangkaian baru berbody ''stainless steel''. Semua demi meningkatkan kenyamanan para penumpang. Sesuai dengan slogan “Anda adalah Prioritas Kami”.
 
Kereta Api Lodaya termasuk kereta yang mendapatkan rombakan kereta baru yang sering dijuluki kaleng-kaleng ini. Kebetulan trainset si Maung sendiri sudah usang. Bahkan terkadang menggunakan rangkaian buatan tahun 1960-an. Termasuk K1 64 dari pabrikan [[MRT Jakarta]], [[Nippon Sharyo]].
 
Akhir 2018 Kereta Api Lodaya pun berganti rangkaian jadi stainless steel. Berakhirlah era kereta bisnis yang berlangsung sejak 1992. Ya, kereta bisnis identik dengan si Maung meski juga bawa dinas kereta eksekutif (K1). Trainset kaleng-kaleng tidak mempunyai kereta bisnis (K2).
 
'''Berikut Ini Stamformasi KA Lodaya: '''
{| class="wikitable"
|Nomor Gapeka