Dilem, Kepanjen, Malang: Perbedaan antara revisi

336 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Ada dua versi sejarah Desa Dilem,
 
Pertama, wilayah Desa Dilem ini dulunya merupakan '' 'kaputren' '', yaitu suatu tempat tinggal para wanita atau putri yang cantik jelita serta menjadi tempat tinggalnya dayang cantik dari '''Kerajaan Jenggolo Manik'''. Karena sangat cantiknya, banyak dipuji dari kerajaan atau wilayah lain. Kata '' ‘dipuji’ '' tersebut bila dialihbahasakan ke dalam Bahasa Jawa, muncul kata '' ‘di elem’ ''. Seiring berjalannya waktu, kata '' ‘di elem’ '' tersebut berubah menjadi '''Dilem'''. Hal ini diperkuat dengan banyaknya temuan berupa bebatuan dan sumber air besar di bawah pohon seruni yang umurnya telah mencapai ratusan tahun. Temuan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa wilayah ini dulunya memang benar-benar merupakan tempat para putri yang cantik jelita.
 
Pertama, wilayah Desa Dilem ini dulunya merupakan '' 'kaputren' '', yaitu suatu tempat tinggal para wanita atau putri yang cantik jelita serta menjadi tempat tinggalnya dayang cantik dari '''Kerajaan Jenggolo Manik''' yang di pimpin 'Ratu Sekar Taji' dan pusatnya berada di sebelah selatan desa. Karena sangat cantiknya, banyak dipuji dari kerajaan atau wilayah lain. Kata '' ‘dipuji’ '' tersebut bila dialihbahasakan ke dalam Bahasa Jawa, muncul kata '' ‘di elem’ ''. Seiring berjalannya waktu, kata '' ‘di elem’ '' tersebut berubah menjadi '''Dilem'''. Hal ini diperkuat dengan banyaknya temuan berupa bebatuan dan sumber air besar di bawah pohon seruni yang umurnya telah mencapai ratusan tahun. Temuan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa wilayah ini dulunya memang benar-benar merupakan tempat para putri yang cantik jelita.
Sedangkan yang kedua, dituturkan bahwa pada zaman dahulu di desa ini banyak terdapat '' 'pohon perdu' '' yang oleh masyarakat setempat menyebutnya dengan nama '''pohon dilem'''. Pohon ini dikenal sering mengeluarkan bau yang harum semerbak wanginya, sehingga pohon ini acapkali dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minyak wangi. Namun, sekarang keberadaan pohon ini sudah tidak diketemukan di desa ini.
 
Hal ini diperkuat dengan banyaknya temuan berupa bebatuan dan sumber air besar di bawah pohon seruni yang umurnya telah mencapai ratusan tahun. Salah satu sumber air yang cukup terkenal adalah '' 'Sumber Wuni' '' yang terletak di Dusun Lemah Duwur. Temuan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa wilayah ini dulunya memang benar-benar merupakan tempat para putri yang cantik jelita.
 
 
Sedangkan yang kedua, dituturkan bahwa pada zaman dahulu di desa ini banyak terdapat '' 'pohon perdu atau nilam' '' yang oleh masyarakat setempat menyebutnya dengan nama '''pohon dilem'''. Pohon ini dikenal sering mengeluarkan bau yang harum semerbak wanginya, sehingga pohon ini acapkali dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minyak wangi. Bagian daunnya diekstraksi minyaknya sebagai bahan dasar pembuatan parfum, dupa, minyak atsiri, anti serangga dan juga industri kosmetik. Namun, sekarangsaat ini keberadaan pohon ini sudah tidakjarang diketemukan di desa ini.
 
Meski kapan waktu nama Dilem disematkan pada desa ini belum diketahui secara pasti, akan tetapi melihat dari kedua cerita atau penuturan di atas, dapat dibayangkan bahwa Desa Dilem termasuk sebuah desa yang sudah tua keberadaannya.
154

suntingan