John Philip Saklil: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
kTidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 46:
Ia ditahbiskan menjadi [[imam diosesan]] [[Keuskupan Jayapura]] pada tanggal [[23 Oktober]] [[1988]]. Bersamaan dengan pendirian Keuskupan Timika sebagai pemekaran dari [[Keuskupan Jayapura]], Mgr. Saklil ditunjuk sebagai Uskup pertama Timika pada 19 Desember 2003. Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 18 April 2004. Ia ditahbiskan oleh Mgr. [[Leo Laba Ladjar]], [[Fransiskan|O.F.M.]] sebagai Penahbis Utama, didampingi oleh [[Keuskupan Agung Merauke|Uskup Agung Emeritus Merauke]], Mgr. [[Jacobus Duivenvoorde]], M.S.C. dan [[Keuskupan Agats|Uskup Agats]], Mgr. [[Aloysius Murwito]], [[Fransiskan|O.F.M.]].
 
Sebagai uskup, ia memilih moto "Parate viam Domini" ([[Injil Matius|Mat]] 3:3}}, par. Mrk 1:3, Luk 3:4). Hal ini merupakan suatu seruan kenabian yang ditujukan kepada semua orang, terutama seluruh yang terlibat di Keuskupan Timika untuk bertobat, menyiapkan diri, membersihkan hati, supaya diselamatkan oleh Tuhan.<ref>http://keuskupantimika.org/index.php/berita-renungan/renungan/34-renungan/109-satu-hati-menyiapkan-jalan-tuhan.html</ref>
 
Pada 25 Juli 2004, ia menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. [[Nicolaus Adi Seputra]], M.S.C. sebagai [[Keuskupan Agung Merauke|Uskup Agung Merauke]]. Pada Kamis, 7 Oktober 2010, Gereja Katedral Tiga Raja Timika ditahbiskan, dengan selebran utama Mgr. [[Leopoldo Girelli]].<ref>http://indonesia.ucanews.com/2010/10/08/dubes-vatikan-resmikan-katedral-tiga-raja-timika/</ref> Pesta terkait penahbisan gereja katedral ini telah berlangsung sejak satu minggu sebelumnya.