Unjuk rasa dan kerusuhan Papua 2019: Perbedaan revisi

→‎Kelanjutan: ganti referensi berbahasa Inggris
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
(→‎Kelanjutan: ganti referensi berbahasa Inggris)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Menindaklanjuti aksi protes, [[Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia]] [[Rudiantara]] melakukan perlambatan akses internet di sekitar Sorong dalam suatu langkah yang dinyatakan sebagai langkah untuk memerangi disinformasi.<ref name="wibawa">{{cite news |last1=Wibawa |first1=Tasha |title='Get the guns': Almost 1,000 Indonesian police descend on West Papua to 'clean up' protests |url=https://www.abc.net.au/news/2019-08-21/west-papua-protest-indonesian-military-police-clean-up/11433840 |accessdate=25 Agustus 2019 |work=ABC News |date=21 Agustus 2019 |language=en-AU}}</ref> Kementerian juga dilaporkan telah menutup akun media sosial yang "berbagi konten provokatif".<ref name="spreading">{{cite news |title=Papuan riots, protests against racism spreading but calming down: Police |url=https://www.thejakartapost.com/news/2019/08/21/papuan-riots-protests-against-racism-spreading-but-calming-down-police.html |accessdate=25 Agustus 2019 |work=The Jakarta Post |date=21 Agustus 2019 |language=en}}</ref> Penutupan internet tersebut menyebabkan unjuk rasa lain terhadap kementerian di Jakarta oleh organisasi hak asasi manusia setempat.<ref>{{cite news |title=Masyarakat Gelar Demo Minta Kominfo Buka Akses Internet Papua |url=https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190823111912-192-424033/masyarakat-gelar-demo-minta-kominfo-buka-akses-internet-papua |accessdate=25 Agustus 2019 |work=CNN Indonesia |date=23 Agustus 2019 |language=id}}</ref>
 
Pada malam 19 Agustus, [[presiden Indonesia]], [[Jokowi]] merilis pernyataan yang mendesak ketenangan dan mengatakan kepada orang Papua bahwa "tidakEmosi apa-apa untuk menjadiitu emosionalboleh, tetapitapi memaafkan lebih baik untuk memaafkan. KesabaranSabar juga lebih baik.".<ref>{{cite namenews | website="calm"Kompas.com|title=Jokowi: Pemerintah Jaga Kehormatan Masyarakat Papua dan Papua Barat|url=https://nasional.kompas.com/read/2019/08/19/18015991/jokowi-pemerintah-jaga-kehormatan-masyarakat-papua-dan-papua-barat?page=all|author=Ihsanuddin|editor=Bayu Galih|date=19 Agustus 2019|accessdate=9 September 2019}}<ref/> Jokowi juga menyiapkan kunjungan ke wilayah tersebut.<ref name="wibawa"/> [[Daftar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia|Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia]] [[Wiranto]] juga merilis pernyataan yang menjanjikan penyelidikan "lengkap dan adil" atas insiden di Surabaya dan menambahkan bahwa situasi di Papua terkendali. Kepala [[Kepolisian Negara Republik Indonesia|Kepolisian Nasional]] [[Tito Karnavian]] mengklaim bahwa kerusuhan itu disebabkan oleh, selain dari insiden di Surabaya dan perlakuan terhadap siswa yang terlibat, juga karena sebuah berita tipuan tentang salah satu siswa yang terbunuh saat penahanan mereka.<ref name="calm">{{cite news |title=Indonesia's Jokowi urges calm after violent West Papua protests |url=https://www.aljazeera.com/news/2019/08/indonesia-jokowi-urges-calm-violent-west-papua-protests-190819231128532.html |accessdate=20 Agustus 2019 |work=Al Jazeera |date=20 Agustus 2019}}</ref>
 
Wakil Ketua [[Dewan Perwakilan Rakyat]] [[Fadli Zon]] menyerukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden rasisme di Surabaya.<ref>{{cite news |title=Fadli Zon Minta Polri Investigasi Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya |url=https://nasional.kompas.com/read/2019/08/20/14112841/fadli-zon-minta-polri-investigasi-pengepungan-asrama-mahasiswa-papua-di |accessdate=25 Agustus 2019 |work=KOMPAS |date=20 Agustus 2019 |language=id}}</ref> Sebagai respons, Polisi daerah [[Jawa Timur]] membentuk tim untuk menyelidiki tuduhan tersebut.<ref>{{cite news |title=Polda Jatim Bentuk Tim Selidiki Dugaan Rasisme terhadap Mahasiswa Papua : Okezone Nasional |url=https://nasional.okezone.com/read/2019/08/21/337/2094883/polda-jatim-bentuk-tim-selidiki-dugaan-rasisme-terhadap-mahasiswa-papua |accessdate=25 Agustus 2019 |work=Okezone |date=21 Agustus 2019 |language=id-ID}}</ref> [[Keuskupan Amboina|Uskup Ambon]] [[Petrus Canisius Mandagi]] juga menyerukan protes damai dan mengatakan bahwa orang Papua "tidak boleh biadab seperti mereka yang menyemburkan rasisme".<ref>{{cite news |title=Indonesia bishop urges calm in Papua, denounces racism - Vatican News |url=https://www.vaticannews.va/en/church/news/2019-08/indonesia-violence-racism-rights-mandagi.html |accessdate=25 Agustus 2019 |work=Vatican News |date=23 Agustus 2019 |language=en}}</ref> Anggota [[Dewan Perwakilan Rakyat Papua|DPRP]] [[Yorrys Raweyai]] menyerukan pembubaran [[Banser]] [[Nahdlatul Ulama]], mengklaim bahwa pembubaran milisi tersebut adalah permintaan dari pengunjuk rasa di Sorong.<ref>{{cite news |last1=Sugiharto |first1=Jobpie |title=Tuntutan Pembubaran Banser NU, Yorrys Raweyai Jelaskan Detilnya |url=https://nasional.tempo.co/read/1240034/tuntutan-pembubaran-banser-nu-yorrys-raweyai-jelaskan-detilnya/full&view=ok |accessdate=25 Agustus 2019 |work=Tempo |date=25 Agustus 2019 |language=id}}</ref>