Buka menu utama

Perubahan

15 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Salah satu alasan mengapa Aleksandria dianggap sebagai pusat pembelajaran dan pengetahuan adalah keberadaan perpustakaan ini. Banyak cendekiawan terkenal yang bekerja di perpustakaan ini pada abad ketiga dan kedua SM, seperti [[Zenodotos|Zenodotos dari Efesos]] yang berupaya menstandardisasi naskah [[Homeros|puisi-puisi Homeros]], [[Kallimakhos|Kalimakos]] yang menulis ''[[Pinakes]]'' (kadang-kadang dianggap sebagai [[katalog perpustakaan]] pertama di dunia), [[Apollonios dari Rodos|Apolonios dari Rodos]] yang menyusun puisi [[wiracarita]] ''[[Argonautika]]''; [[Eratosthenes|Eratostenes dari Kirene]] yang menghitung [[keliling Bumi]] dengan keakuratan yang hanya meleset sedikit, [[Aristofanes dari Bizantium|Aristofanes dari Bizantion]] yang menciptakan sistem [[diakritik Yunani]] dan adalah orang pertama yang membagi naskah-naskah puisi menjadi baris-baris, serta [[Aristarkos dari Samotrakia]] yang membuat naskah definitif puisi-puisi Homeros dan menulis tafsir-tafsir panjang untuk puisi-puisi tersebut. Pada masa kekuasaan [[Ptolemaios III Euergetes]], sebuah cabang perpustakaan didirikan di [[Serapeum]], yang merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk dewa [[Serapis]] dalam kepercayaan Yunani-Mesir.
 
Walaupun pada masa modern terdapat anggapan bahwa perpustakaan ini pernah "dibakar" dan dihancurkan, perpustakaan ini sebenarnya sudah mengalami kemunduran secara bertahap dalam kurun waktu beberapa abad,. Kemunduran ini dimulai dari pengusiran pada cendekiawan dari Aleksandria pada tahun 145 SM atas perintah dari [[Ptolemaios VIII Physkon|Ptolemaios VIII Fiskon]], yang berujung pada keputusan Aristarkos dari Samotrakia yang menjabat sebagai kepala perpustakaan untuk mengundurkan diri dan kemudian mengasingkan dirinya ke [[Siprus]]. Banyak cendekiawan lain yang juga melarikan diri ke kota lain (seperti [[Dionisios Traks]] dan [[Apollodoros dari Athena|Apolodoros dari Athena]]). Perpustakaan ini atau sebagian dari koleksinya terbakar secara tidak sengaja oleh [[Yulius Kaisar]] selama peristiwa [[Perang Saudara Caesar|perang saudara]] pada tahun 48 SM, tetap tidak diketahui secara pasti seberapa banyak gulungan yang hancur. Tampaknya perpustakaan ini masih dapat bertahan atau dibangun kembali tidak lama sesudahnya; pakar geografi kuno yang bernama [[Strabo]] menulis bahwa ia pernah mengunjungi Mouseion sekitar tahun 20 SM, sementara karya cendekiawan [[Didimos Kalkenteros]] di Aleksandria dari masa ini menunjukkan bahwa ia mungkin dapat mengakses paling tidak sebagian dari koleksi di perpustakaan ini.
 
Perpustakaan ini mengalami kemerosotan pada zaman [[Romawi]] akibat kekurangan dana. Keanggotaan perpustakaan ini sepertinya sudah tidak ada lagi pada dasawarsa 260-an Masehi. Pada tahun 270 hingga 275, pemberontakan meletus di Aleksandria, dan serangan balasan [[Kekaisaran Romawi]] tampaknya menghancurkan sisa dari perpustakaan ini (kalaupun perpustakaan ini memang masih ada pada masa tersebut). Cabang perpustakaannya di Serapeum mungkin dapat bertahan lebih lama. Serapeum dirusak dan dihancurkan pada tahun 391 sesuai dengan maklumat [[Paus Teofilus dari Aleksandria|Paus Teofilos dari Aleksandria]], tetapi tampaknya perpustakaan ini sudah tidak menyimpan buku pada masa tersebut dan gedungnya dipakai sebagai tempat berkumpulnya para filsuf beraliran [[neoplatonisme]] yang mengikuti ajaran [[Iamblikos]].