Katolik: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 58:
[[File:Augustinus 1.jpg|thumb|Santo Agustinus, Uskup Hipo]]
Tak seberapa lama kemudian, Santo [[Agustinus dari Hippo|Agustinus, Uskup Hipo]] (354–430), menggunakan pula istilah "Katolik" sebagai pembeda Gereja "sejati" dari jemaat-jemaat ahli bidah:
<blockquote>Di dalam Gereja Katolik, ada banyak hal lain yang memang pantas membuatku tetapbetah bertahantinggal di haribaannya. Mufakat antarpribadi dan antarbangsa membuatku tetap bertahan di dalam Gereja. Demikian pula kewibawaannya, yang diteguhkan oleh mukjizat-mukjizat, disuburkan oleh pengharapan, dibesarkan oleh cinta kasih, dan dimantapkan oleh zaman. Alih kepemimpinan para imam membuatku tetap bertahan, mulai dari takhta [[Santo Petrus|Rasul Petrus]] sendiri, yang diberi amanat oleh Tuhan kita pascakebangkitan-Nya untuk menggembalakan kawanan domba-Nya ({{Alkitab|Yohanes 21:15–19}}), sampai dengan [[Jabatan uskup bersejarah|jabatan uskup]] yang ada sekarang ini.</blockquote>
<blockquote>Dan akhirnya, yang membuatku tetap bertahan adalah nama Katolik itu sendiri, yang bukan tanpa alasan, mengingat ada begitu banyak bidah, tetap dipertahankan Gereja, sehingga sekalipun semua ahli bidah berharap disebut Katolik, bilamana ada orang asing yang menanyakan tempat berhimpun Gereja Katolik, tak seorang pun dari mereka yang berani menunjuk bilik sembahyang atau rumah ibadatnya sendiri.</blockquote>
<blockquote>Sebanyak dan sepenting itulah ikatan-ikatan mulia yang dimiliki nama Kristen itu, yang membuat seorang beriman tetap bertahan di dalam Gereja Katolik, karena sudah sepatutnya demikian ... Bagi kamu, yang tidak punya hal-hal seperti ini untuk memikat maupun untuk membuatku tetap bertahan... Tak seorang pun dapat memisahkanku dari iman yang mengikat akal budiku dengan ikatan-ikatan yang sedemikian banyak dan sedemikian erat pada agama Kristen... Bagiku, aku tidak akan percaya pada injil kecuali digerakkan oleh kewibawaan Gereja Katolik.