Unjuk rasa dan kerusuhan Papua 2019: Perbedaan revisi

tambah
(koreksi)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
(tambah)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
{{inUnder useconstruction}}
{{Infobox event
|title = Unjuk rasa dan kerusuhan Papua dan Papua Barat 2019
==Latar belakang==
=== Unjuk rasa dan bentrokan di Malang dan sejumlah kota lain ===
Pada tanggal 15 Agustus 2019, bertepatan dengan peringatan penandatanganan [[Perjanjian New York]] dan pembahasan tentang [[Papua (wilayah Indonesia)|Papua]] pada pertemuan [[Forum Kepulauan Pasifik]] di [[Tuvalu]] yang juga diikuti oleh pimpinan [[Persatuan Gerakan Kemerdekaan Papua Barat]] (ULMWP) Benny Wenda,<ref name=guardian>{{cite news|first1=Kate|last1=Lyons|first2=Ben|last2=Doherty|title=West Papua: Pacific leaders urge UN visit to region's 'festering human rights sore'|url=https://www.theguardian.com/world/2019/aug/16/west-papua-pacific-leaders-urge-un-visit-to-regions-festering-human-rights-sore|date=16 Agustus 2019|access-date=23 Agustus 2019|language=Inggris|quote=In the past 24 hours, a series of demonstrations in West Papua and across other Indonesian provinces - planned to coincide with and the Pacific Islands Forum’s consideration of West Papua - were broken up early by police with mass arrests.|work=The Guardian}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://news.detik.com/abc-australia/d-4662238/vanuatu-ikutkan-tokoh-papua-merdeka-di-forum-pasifik-indonesia-kesal|title=Vanuatu Ikutkan Tokoh Papua Merdeka di Forum Pasifik, Indonesia Kesal|author=ABC Australia|website=detikNews|access-date=23 Agustus 2019|date=12 Agustus 2019}}</ref> unjuk rasa terjadi di beberapa kota di Indonesia, termasuk [[Jayapura]], [[Sentani]], [[Ternate]], [[Ambon]], [[Bandung]], [[Yogyakarta]], [[Jakarta]], dan [[Malang]].<ref name=kronik>{{cite news|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190819200236-20-422845/kronik-rusuh-papua-dari-malang-menjalar-hingga-makassar|title=Kronik Rusuh Papua, dari Malang Menjalar hingga Makassar|website=CNN Indonesia|date=20 Agustus 2019|access-date=23 Agustus 2019}}</ref> Pelaku unjuk rasa tersebut termasuk Komite Aksi ULMWP, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP). Di Yogyakarta dan Jakarta, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tanpa gangguan. Di Bandung, unjuk rasa harus pindah lokasi untuk menghindari serangan dari lebih dari seratus orang [[milisi]] sipil. Sementara itu, unjuk rasa di Jayapura, Sentani, Ternate, dan Ambon dibubarkan oleh aparat keamanan dan para pengunjuk rasa ditangkap, walaupun kemudian dilepas kembali setelah beberapa waktu.<ref name=tapol>{{cite web|url=https://www.tapol.org/news/summary-violations-freedom-expression-west-papua-15-august-2019|title=Summary of Violations of Freedom of Expression on West Papua: 15 August 2019|website=Tapol.org|date=16 Agustus 2019|access-date=23 Agustus 2019|language=Inggris}}</ref>
 
Di Malang, massa pengunjuk rasa berbentrokan dengan warga yang menghadang mereka dan kemudian dengan massa [[Aremania]] yang hendak menyaksikan pertandingan sepak bola antara [[Arema]] dan [[Persebaya]]. Sekitar pukul 9 pagi, ketika hendak menuju ke balaikota Malang, massa pengunjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dihadang oleh sejumlah warga di sekitar perempatan Rajabali. Terjadi cekcok antara pengunjuk rasa dan massa penghadang, termasuk [[ujaran kebencian]] dari massa penghadang terhadap massa pengunjuk rasa,<ref>{{cite news|title=Aliansi Mahasiswa Papua Demonstrasi di Malang Ngaku Dipukul & 5 Luka Berat, Polisi Sebut Langgar UU|website=Tribunnews.com|url=https://www.tribunnews.com/regional/2019/08/15/aliansi-mahasiswa-papua-demonstrasi-di-malang-ngaku-dipukul-5-luka-berat-polisi-sebut-langgar-uu|editor=Mujib Anwar|authors=Aminatus Sofya & Rifky Edgar|date=15 Agustus 2019|access-date=24 Agustus 2019}}</ref> yang diikuti dengan kejar-kejaran dan saling lempar batu antarmassa di Jalan Basuki Rahmat. Polisi kemudian melerai dan menyekat kedua massa tersebut. Massa pengunjuk rasa kemudian sempat berorasi mengaspirasikan kemerdekaan Papua. Sekitar pukul 10.15, massa Aremania yang kebetulan hendak menuju pertandingan di [[Stadion Kanjuruhan]] mulai berdatangan di lokasi. Selanjutnya, terjadi saling teriak antarmassa dan pembubaran paksa oleh massa Aremania. Bentrokan baru benar-benar bisa dihentikan sekitar pukul 10.30. Massa pengunjuk rasa kemudian diangkut dengan truk polisi dan selanjutnya dipulangkan, kesementara tempatpengunjuk tinggalrasa masing-masingyang terluka langsung dibawa ke rumah sakit.<ref>{{cite news|title=Detik-detik Aremania Pukul Mundur Aksi AMP di Kayutangan|website=Radarmalang.id|url=https://radarmalang.id/detik-detik-aremania-pukul-mundur-aksi-amp-di-kayutangan-2/|archiveurl=https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:OJ8ithBbj7gJ:https://radarmalang.id/detik-detik-aremania-pukul-mundur-aksi-amp-di-kayutangan-2/+|author=Rida Ayu|date=15 Agustus 2019|archivedate=15 Agustus 2019|access-date=24 Agustus 2019|deadurl=yes}}</ref><ref name=kronik/><ref name=liputan6>{{cite news|website=Liputan6.com|title=Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok dengan Warga di Malang|url=https://www.liputan6.com/regional/read/4038452/mahasiswa-papua-terlibat-bentrok-dengan-warga-di-malang|author=Zainul Arifin|date=15 Agustus 2019|access-date=26 Agustus 2019}}</ref>
 
Kepolisian Kota Malang menyatakan kepada pers setelah kejadian bahwa unjuk rasa di Malang tersebut tidak berizin karena pihaknya tidak memberikan tanda terima pengajuan permohonan unjuk rasa.<ref>{{cite news|website=Kompas.com|title=Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok dengan Warga di Kota Malang|url=https://regional.kompas.com/read/2019/08/15/19580391/mahasiswa-papua-terlibat-bentrok-dengan-warga-di-kota-malang?page=all|author=Andi Hartik | Editor=Khairina|date=15 Agustus 2019|access-date=26 Agustus 2019}}</ref><ref name=liputan6/><ref>{{cite news|website=DetikNews|title=Mahasiswa Papua yang Rusuh di Malang Tak Kantongi Izin Demo|url=https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4666892/mahasiswa-papua-yang-rusuh-di-malang-tak-kantongi-izin-demo|author=Muhammad Aminudin|date=15 Agustus 2019|access-date=26 Agustus 2019}}</ref> Selain itu, ketika ditanyai oleh pers mengenai kemungkinan pemulangan mahasiswa Papua ke daerah asalnya setelah kejadian tersebut, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menjawab bahwa hal itu dapat menjadi salah satu pilihan.<ref>{{cite news|website=Malangtimes|title=Statement Asli Wakil Wali Kota Malang dan Kronologi Ricuh Demonstrasi Mahasiswa Papua|url=https://www.malangtimes.com/baca/42991/20190819/224300/statement-asli-wakil-wali-kota-malang-dan-kronologi-ricuh-demonstrasi-mahasiswa-papua|author=Nurlayla Ratri|editor=Heryanto|date=19 Agustus 2019|access-date=26 Agustus 2019}}</ref>
 
Sementara itu, pihak Aliansi Mahasiswa Papua selaku pelaku unjuk rasa menyatakan bahwa mereka dihadang dan diserang oleh kelompok organisasi masyarakat. Mereka mendapatkan [[ujaran kebencian]] dan kekerasan fisik yang membuat lima orang terluka. Selain itu, menurut mereka, pihak kepolisian membiarkan kekerasan tersebut terjadi pada mereka.<ref>{{cite news|title=Aliansi Mahasiswa Papua Demonstrasi di Malang Ngaku Dipukul & 5 Luka Berat, Polisi Sebut Langgar UU|website=Tribunmadura.com|url=https://madura.tribunnews.com/amp/2019/08/15/demonstrasi-di-malang-aliansi-mahasiswa-papua-ngaku-dipukul-5-luka-berat-polisi-sebut-langgar-uu|editor=Mujib Anwar|authors=Aminatus Sofya & Rifky Edgar|date=15 Agustus 2019|access-date=24 Agustus 2019}}</ref><ref>{{cite news|title=Mahasiswa Papua di Malang Mengaku Diserang Kelompok Ormas|website=Tempo.co|url=https://nasional.tempo.co/read/1236355/mahasiswa-papua-di-malang-mengaku-diserang-kelompok-ormas/full&view=ok|editor=Juli Hantoro|author=Eko Widianto|date=15 Agustus 2019|access-date=26 Agustus 2019}}</ref>
 
=== Asrama mahasiswa Papua di Surabaya ===