Stasiun Nganjuk: Perbedaan revisi

110 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
Persinyalan
k (Persinyalan)
| toilet = Ya
| merokok = Ya
| persinyalan = Elektrik* Mekanik tipe [[LenSiemens]] Industri|Sinyal& ''Interlocking''Halske Len]]-02semiotomatis (s.d. 2019)
* Elektrik tipe [[Len Industri|Sinyal ''Interlocking'' Len]]-02 (2019-sekarang)
}}
'''Stasiun Nganjuk (NJ)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦔꦚ꧀ꦗꦸꦏ꧀}}, ''Sêtasiyun Nganjuk'') merupakan [[stasiun kereta api]] kelas I yang terletak di [[Mangundikaran, Nganjuk, Nganjuk]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +56 m ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VII Madiun]]. Stasiun ini terletak agak masuk sedikit dari [[jalan raya]] [[Nganjuk, Nganjuk|Nganjuk]]-[[Kertosono, Nganjuk|Kertosono]] dan di sebelah barat stasiun ini terdapat [[perlintasan sebidang]] yang membelah jalan menuju [[Kota Kediri|Kediri]].
 
Awalnya stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 3 eksisting sebagai sepur lurus dan jalur 4 eksisting yang jarang sekali digunakan. Setelah [[jalur ganda]] dioperasikan pada segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga [[Stasiun Baron]] per 14 Maret 2019 dan berikutnya hingga [[Stasiun Babadan]] per 30 April 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan stasiun sebagai jalur 4 yang baru. Jalur 2 yang lamaeksisting sudah dibongkar untuk pelebaran peron, jalur 3 yang lamaeksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah [[Stasiun Madiun|Madiun]] saja, serta jalur 4 yang lamaeksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]]. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.
 
Arsitektur bangunan bagian depan sudah mengalami renovasi dan pemugaran walaupun masih tetap ada nuansa arsitektur [[Belanda]], sedangkan ''overkapping'' ([[kanopi]]) stasiun yang menaungi jalur 1–2 dan Kantor Resor Jalan Rel di samping stasiun masih terlihat kental dengan gaya Belanda. Selain itu, ruang tunggu stasiun ini berada di teras dalam serta di antara jalur 1 dan 2. Stasiun ini menggunakan selasar jalur untuk menempatkan ruang/kursi tunggu penumpang karena teras dalamnya sangat terbatas dan sempit.