Betina (film): Perbedaan revisi

7 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
k
Membatalkan 1 suntingan oleh Ivan.slaughter (bicara) ke revisi terakhir oleh LaninBot(magic wand๐ŸŒŸ)
k (Link Zairin Zain tidak sesuai)
k (Membatalkan 1 suntingan oleh Ivan.slaughter (bicara) ke revisi terakhir oleh LaninBot(magic wand๐ŸŒŸ))
Tag: Pembatalan
|aproducer =
|writer = [[BE Raisuli]]
|starring = [[Kinaryosih]]<br />[[Zairin Zain]]<br />[[Tutie Kirana]]<br />[[Otig Pakis]]<br />[[Subur Sukirman]]<br />[[Agastya Kandou]]
|music = [[Syaharani]] & [[Fahmi Alatas]]
|cinematography =
|followed_by =
|amg_id =
|imdb_id =tt3778642
}}
 
'''Betina''' adalah sebuah [[film]] [[drama]] [[Media indie|independen]] [[Indonesia]] yang dirilis pada tahun [[2006]]. Film ini adalah film pertama yang dibesut oleh [[Lola Amaria]] sebagai [[sutradara]] dan dibintangi antara lain oleh [[Kinaryosih]], [[Zairin Zain]] dan [[Tutie Kirana]]. Tagline film ini adalah ''"...dan aku merindukanmu dengan kematian orang lain"'' yang merupakan petikan puisi karya [[Afrizal Malna]]. Film ini diproduksi sejak tahun [[2004]] sebelum dirilis tanggal 16 Agustus [[2006]]. Saat dirilis, film ini tidak diputar melalui bioskop-bioskop layaknya film panjang umumnya, tetapi hanya diputar di kampus-kampus dengan tajuk ''Roadshow on Campus''.
 
== Sinopis ==
 
Betina ([[Kinaryosih]]) adalah seorang gadis pemerah [[susu]] di pangkalan susu milik Mamang Otig ([[Otig Pakis]]). Betina adalah seorang gadis berwajah cantik dan bertubuh molek, tidak heran pria-pria di desanya (''Desa Antah-berantah'') mengaguminya dan bahkan mencoba melakukan hal-hal yang tidak pantas padanya. Betina tinggal dengan ibunya ([[Tutie Kirana]]) yang telah menjadi agak sinting setelah ayah Betina ([[Zairin Zain]]) diciduk dari rumahnya. Ayah Betina adalah seorang [[tentara]] yang telah menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam sebuah [[buku]] berjudul ''"NKRI Bukan Tuhan"'' yang dipandang sebagai tindakan [[subversif]]. Sepeninggal sang suami, ibu Betina tak pernah berhenti berharap lelakinya akan pulang ke rumah. Karenanya ia masih terus mencuci dan [[setrika|menyetrika]] [[seragam]] sang suami secara teratur dengan penuh kerinduan. Kepergian ayahnya yang tak kunjung kembali membuat Betina kehilangan figur lelaki. Hingga suatu hari, ia menemukan seorang lelaki yang dipikirnya ideal seperti ayahnya. Lelaki itu ([[Agastya Kandou]]) adalah seorang pemimpin prosesi [[pemakaman]]. Untuk melihat lelaki itu, Betina harus menunggu setiap kali di desanya terjadi [[kematian]]. Lelaki ini akan menuruni bukit dengan jubah putihnya yang aneh untuk menjemput para [[janda]] atau [[kerabat]] perempuan si mati.
 
Dikisahkan pada saat itu beberapa orang di desa tersebut tewas dibunuh dengan sejenis [[racun]], antara lain Choky ([[Fahmi Alatas]]), bandar susu yang mencoba melecehkan Betina, dan Mamang Otig, pemilik peternakan [[sapi]] yang mencoba [[perkosaan|memerkosa]] Betina. Pada saat keduanya hendak dikuburkan di pemakaman bukit dengan nisan berbentuk [[segitiga]] dan dipimpin oleh lelaki idaman Betina, para istri mengantar jenazah sambil menumpang [[pedati]] yang diikuti sejumlah orang berbusana [[sarung]] dan [[karung]], berkalung piring [[seng]], dan bertopi [[serok sampah]]. Salah satu bagian prosesi ini adalah para [[janda]] dijemput si pemimpin pemakaman, dan setelah [[jenazah]] dikuburkan akan berhubungan [[Hubungan seksual|intim]] dengan si pemimpin pemakaman di kediamannya di tengah kuburan.
 
Kematian Luta ([[Subur Sukirman]]), lelaki penjaga sapi yang otaknya rada miring tetapi tergila-gila pada keseksian Betina, membuat ibu Betina sebagai kerabat menaiki [[pedati]] untuk mengantar Luta. Sehingga akhirnya, ibu Betina akan mendapatkan giliran berhubungan intim dengan si penjaga [[kuburan]]. Begitu mengetahuinya, Betina menjadi sangat marah dan cemburu. Di tengah perasaanya yang dibakar amarah, ia masih sangat mendambakan si pemimpin pemakaman sampai-sampai [[halusinasi|berhalusinasi]] tengah bercinta dengan lelaki tersebut. Hanya ada satu jalan buat Betina untuk mendapatkan kesempatan bercinta yang sebenarnya dengan lelaki itu, yaitu kematian ibunya. Pada akhirnya, sang Ibu meninggal ditangan Betina sendiri yang menginginkan lelaki pemimpin makam. Ketika Betina sudah siap untuk bercinta dengan sang pemimpin makam, ternyata Luta yang tergila-gila dengan Betina, membunuh sang pemimpin makam. Sehingga, mau tidak mau Betina harus bercinta dengan Luta.