Buka menu utama

Perubahan

Roket
Teknologi yang saat ini sedang dikembangkan LAPAN meliputi [[roket]] pendorong 'Sonda', [[satelit]], [[pesawat]] Transpor, pesawat pengamat tak berawak (LAPAN Surveillance UAV), dan LAPAN Surveillance Aircraft (LSA).
 
==== [[Roket]] Pendorong Sonda ====
Disebut sebagai ''RX'' (Roket eXperimental), dipersiapkan untuk peluncuran satelit secara mandiri pada tahun 2014 dan pengembangan ''Satelite Launch Vehicle (SLV)'' yang ditargetkan LAPAN dapat rampung pada tahun 2024.<ref name=profil>http://lapan.go.id/profil/index.html</ref> Semua Roket RX diujicobakan di Pangkalan Ujicoba Roket [[Pameungpeuk, Garut]], [[Jawa Barat]].
* RX-100
Proyek LAPAN-TUBSAT dilaksanakan LAPAN atas kerjasama dengan Universitas Teknik Berlin (TUB)
untuk mempelajari basis pembuatan satelit dari [[Berlin]]. Pembuatan satelit ini juga dilakukan sepenuhnya di [[Jerman]],<ref>http://www.teknologi.news.viva.co.id/news/read/343206-mengenal-tonggak-sejarah-satelit-indonesia</ref> karena LAPAN belum memiliki peralatan yang memadai dan masih mempelajari cara pembuatan satelit. Dengan dimensi 45x45x27 cm3, misi satelit ini adalah pengamatan citra bumi dari ketinggian (''Video Surveillance'').<ref name=banglit/> LAPAN-TUBSAT sukses diluncurkan pada tanggal 10 Januari 2007 menumpang roket [[India]] [[PSLV]] C7 dan ditempatkan pada orbit ketinggian 630 km.
* '''LAPAN - [[ORARI|Organisasi Amatir Radio Indonesia]]''' ('''LAPAN-ORARI''' / '''LAPAN A-2''')[[Berkas:Lapan a2.jpg|jmpl|[[Satelit]] LAPAN A-2 / LAPAN-ORARI|al=]]
{{main|LAPAN-A2}}
Proyek LAPAN A-2 dilaksanakan sepenuhnya di Pusat Teknologi Satelit, [[Rancabungur, Ranca Bungur, Bogor|Rancabungur]], [[Bogor]], Jawa Barat. Dengan dimensi 50x47x38 cm3 dan bobot 70 Kg, LAPAN A-2 diharapkan dapat berputar terhadap bumi setiap 20 menit dengan pola orbit geostationer di atas khatulistiwa dan memiliki radius deteksi lebih dari 100 Km.<ref>http://sains.kompas.com/read/2012/08/31/14443720/Lapan.A2.Satelit.Produksi.Indonesia</ref>
10

suntingan